Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Diguyur Hujan, Kualitas Udara Palembang Kembali Kategori Sedang
ilustrasi hujan (pexels.com/Tien Nguyen)
  • Hujan di Palembang dan sejumlah wilayah Sumsel memperbaiki kualitas udara, dengan kadar PM2.5 tertinggi 55,2 mikrogram per meter kubik yang kembali masuk kategori sedang.

  • Hujan Selasa terjadi secara alami dan diperkuat Operasi Modifikasi Cuaca, dengan intensitas ringan hingga lebat, meski sebagian timur Musi Banyuasin dan Banyuasin belum diguyur.

  • Peluang hujan ringan masih ada dalam beberapa hari, diharapkan membantu menekan karhutla dan kekeringan, sementara masyarakat diminta waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Palembang, IDN Times - Hujan yang mengguyur Palembang dan sejumlah wilayah di Sumsel diklaim memperbaiki kualitas udara. Sehari setelah hujan, kadar PM2.5 di udara Palembang tercatat kembali berada dalam kategori sedang.

Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumsel, Wandayantolis, mengatakan kadar PM2.5 tertinggi yang tercatat pada hari ini mencapai 55,2 mikrogram per meter kubik pada pukul 01.00–08.00 WIB. Angka itu masih masuk kategori sedang dan berada sedikit di bawah batas atas kategori tersebut, yakni 55,4 per meter kubik.

"Dampak hujan kemarin, kualitas udara menjadi membaik," ungkap Wandayantolis, Rabu (23/9/2026).

1. Hujan terjadi secara alami

Pemadaman Karhutla di kawasan Gambut di Desa Kota Bumi, Kecamatan Tanjung Lubuk, Ogan Komering Ilir (OKI) ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

Menurut dia, hujan yang turun di banyak wilayah Sumsel membantu mengurangi partikel-partikel kecil yang sebelumnya berada di udara. Dampaknya, kadar PM2.5 di Palembang ikut turun.

Hujan pada Selasa juga tidak hanya terjadi karena kondisi cuaca secara alami. Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang dilakukan pada pagi dan sore turut membantu memperkuat peluang terjadinya hujan.

"Hujan kemarin bersifat natural yang diperkuat juga oleh OMC," katanya.

2. Peluang hujan akan menurun

Pemadaman Karhutla di kawasan Gambut di Desa Kota Bumi, Kecamatan Tanjung Lubuk, Ogan Komering Ilir (OKI) ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

Wandayantolis menyebut hujan pada Selasa terjadi di hampir seluruh wilayah Sumsel. Namun, belum semua daerah mendapatkan hujan. Beberapa wilayah di bagian timur Musi Banyuasin dan Banyuasin masih belum diguyur hujan.

Hujan yang turun umumnya berkisar dari ringan hingga sedang dengan curah hujan sekitar 6–50 milimeter dalam sehari. Di beberapa daerah lainnya, hujan tercatat lebih deras dengan curah hujan sekitar 51–100 milimeter per hari.

Turunnya hujan juga terjadi ketika Sumsel masih menghadapi dampak kemarau panjang dan karhutla. Selain membantu memperbaiki udara, hujan dapat membasahi lahan yang kering dan membantu mengurangi kondisi yang mendukung terjadinya kebakaran.

"Hujan masih ada dalam beberapa hari ke depan, namun peluang hujannya berkurang. Menurut prakiraan tim dari Stamet SMB II, ada peluang hujan ringan hari ini dan besok. OMC diharapkan bisa memperkuat potensi hujan tersebut," jelasnya.

3. Hujan diharap bantu mengatasi kekeringan

Karhutla yang melanda kawasan Kertapati Palembang (ANTARAFOTO/NOVA WAHYUDI)

Dengan kondisi tersebut, kualitas udara dan perkembangan karhutla masih perlu dipantau. Penurunan kadar PM2.5 setelah hujan menunjukkan adanya perubahan kondisi udara setelah wilayah Palembang diguyur hujan.

Wandayantolis berharap hujan yang turun dapat membantu mengurangi kebakaran sekaligus mengatasi kekeringan lahan akibat kemarau panjang tahun ini.

"Di sisi lain, masyarakat tetap diminta waspada terhadap perubahan cuaca. Peningkatan intensitas hujan secara tiba-tiba tetap berpotensi memicu bencana hidrometeorologi di sejumlah wilayah," kata dia.

Curated For You

Editorial Team

Related Article