BPS Ungkap Penyebab Harga Emas Palembang Turun Maret 2026

- BPS Palembang menjelaskan penurunan harga emas Maret 2026 dipicu kenaikan harga minyak dunia, penguatan dolar AS, dan aksi jual investor global.
- Aksi jual besar-besaran meningkatkan pasokan emas di pasar, menekan harga global hingga berdampak pada turunnya harga emas perhiasan di Palembang.
- Penurunan harga emas berkontribusi pada deflasi Palembang sebesar minus 0,142 persen, meski secara umum kota ini tetap alami inflasi 0,28 persen akibat naiknya harga pangan.
Palembang, IDN Times - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Palembang Edi Subeno menyampaikan, sejumlah sebab harga emas sempat anjlok pada Maret 2026. Ia mengatakan penurunan harga emas pada bulan lalu tidak hanya terjadi di satu daerah, melainkan berlangsung di semua negara, termasuk Indonesia.
"Setidaknya ada tiga faktor utama yang memicu turunnya harga emas dunia pada Maret 2026," ujarnya, Kamis (2/4/2026).
1. Aksi investor jual cadangan emas berdampak pada harga pasar

Pertama, kata Edi, penurunan harga emas dipengaruhi oleh harga minyak mentah dunia yang naik secara signifikan. Kenaikan itu akibat adanya gejolak politik oleh Amerika Serikat di negara Timur Tengah sebagai penghasil minyak terbesar di dunia.
Kemudian, nilai tukar dolar Amerika Serikat di Indonesia yang kian menguat mendorong emas menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain, terutama rupiah, sehingga permintaan menurun.
"Faktor ketiga adalah aksi para pelaku pasar global. Banyak investor yang memutuskan untuk menjual cadangan emas mereka di saat nilai tukar dolar sedang menguat,” jelasnya.
2. Harga emas memengaruhu fluktuasi ekonomi global

Edi menyampaikan bahwa aksi jual investor yang berlangsung menyebabkan peningkatan pasokan emas di pasar dan mendorong harga turun. Dampak koreksi harga global ini katanya, juga dirasakan di pasar domestik, khususnya Kota Palembang.
"Terutama di harga emas perhiasan di tengah fluktuasi ekonomi global yang dinamis," kata dia.
3. Harga emas perhiasan yang turun redam laju inflasi Palembang

Lebih lanjut, faktor emas yang turun cukup tajam pada Maret 2026, berdampak pada kondisi deflasi di Palembang. Edi menilai, penurunan harga emas perhiasan berkontribusi terhadap inflasi yang melandai pada kelompok pengeluaran tertentu.
Berdasarkan data BPS, kata dia, emas perhiasan mengalami perubahan harga sebesar minus 3,38 persen secara bulanan atau month-to-month (mtm).
"Emas perhiasan menjadi komoditas utama yang meredam laju inflasi di Palembang pada Maret ini dengan andil deflasi minus 0,142 persen,” jelasnya.
4. Secara umum Kota Palembang inflasi 0,28 persen

Walaupun Palembang tercatat mengalami deflasi dari emas. Tetapi jelas Edi, daerah secara umum tetap mengalami inflasi 0,28 persen berdasarkan data bulanan. Kondisi tersebut, katanya, dipicu oleh kenaikan harga sejumlah bahan pangan menjelang Hari Raya Idul Fitri.
“Meskipun harga emas turun, secara umum Palembang tetap mengalami inflasi, dipicu oleh kenaikan harga bahan pangan seperti daging ayam ras, telur ayam, dan bawang merah,” kata dia.


















