BKSDA Sumsel Tampung Beruang Madu Temuan Warga Musi Banyuasin

Beruang madu jantan berusia sekitar satu tahun dari Desa Sidorahayu, Musi Banyuasin, diserahkan ke BKSDA Sumsel pada 11 September 2026 setelah dirawat warga sekitar sebulan.
Di PRS Punti Kayu Palembang, kondisi fisik beruang tergolong baik dengan BCS 3/5, bulu dan kulit sehat, serta nafsu makan baik, tetapi masih menunjukkan stres.
Beruang menjalani rehabilitasi dan pemantauan medis, perilaku, serta adaptasi; pelepasliaran baru dipertimbangkan bila satwa dan habitatnya dinilai siap.
Musi Banyuasin, IDN Times - Seekor beruang madu jantan berusia sekitar satu tahun kini menjalani masa adaptasi di Pusat Rehabilitasi Satwa (PRS) Punti Kayu, Palembang. Satwa yang sebelumnya dirawat warga Musi Banyuasin (Muba) selama sekitar satu bulan itu dalam kondisi fisik cukup baik, tetapi masih menunjukkan tanda-tanda stres.
Beruang madu dengan nama ilmiah Helarctos malayanus tersebut ditemukan dalam kondisi terlantar oleh warga Desa Sidorahayu, Kecamatan Plakat Tinggi, Muba. Beruang itu baru diserahkan kepada petugas pada 11 September 2026.
"Kami mengapresiasi kepedulian masyarakat yang telah mengambil langkah yang tepat dengan melaporkan dan menyerahkan beruang madu ini kepada BKSDA Sumsel," ungkap Kepala BKSDA Sumsel Daniwari Widiyanto, Senin (21/9/2026).
1. Kondisi fisik beruang tergolong baik

Penyerahan beruang madu dari warga Muba kepada BKSDA Sumsel Hasil pemeriksaan awal menunjukkan kondisi fisik beruang berada pada body condition score (BCS) 3 dari 5. Bulu dan kulitnya terlihat sehat dan mengilap. Nafsu makannya juga masih baik.
Namun, kondisi fisik tersebut belum menjadi satu-satunya perhatian tim. Beruang masih memperlihatkan tanda-tanda stres sehingga perilaku dan kondisinya terus dipantau.
Tim medis dan perawat satwa akan melakukan observasi selama masa adaptasi untuk mengetahui perkembangan kondisi beruang setelah berpindah dari lingkungan warga ke tempat rehabilitasi.
"Dalam penanganan satwa liar, keselamatan satwa dan masyarakat harus menjadi perhatian bersama," bebernya.
2. Masyarakat diminta tidak pelihara satwa liar

Penyerahan beruang madu dari warga Muba kepada BKSDA Sumsel (Dok: BKSDA) Beruang madu tersebut masih harus menjalani proses rehabilitasi dan pemantauan di PRS Punti Kayu. Kondisi medis, perilaku, serta kemampuan beradaptasi akan menjadi bagian dari penilaian sebelum menentukan langkah berikutnya terhadap satwa tersebut.
"Satwa yang ditemukan dalam kondisi membutuhkan pertolongan sebaiknya tidak dipelihara atau ditangani sendiri, tetapi segera dilaporkan agar dapat memperoleh penanganan oleh petugas yang memiliki kompetensi," jelasnya.
3. Belum bisa langsung dikembalikan ke alam

ilustrasi beruang madu (commons.wikimedia.org/Ruchapong deemak) Jika nantinya dinyatakan siap berdasarkan hasil pemeriksaan dan penilaian kondisi habitat, beruang itu diharapkan dapat kembali menjalani kehidupan di alam.
"Setelah melalui proses rehabilitasi dan apabila berdasarkan hasil penilaian medis, perilaku, serta kesiapan habitat dinyatakan layak, tentunya kita berharap satwa ini dapat memiliki kesempatan untuk kembali menjalankan kehidupannya di habitat alami," bebernya.
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)




















