Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
APBD Perubahan 2026: Pemkot Palembang Usul Belanja Rp4,92 Triliun
Potret Kota Palembang yang diabadikan lewat drone (Dok. Kominfo Palembang)
  • Pemkot Palembang mengusulkan belanja APBD Perubahan 2026 sebesar Rp4,92 triliun, naik 3,8 persen dari APBD awal Rp4,74 triliun, dalam rapat DPRD pada 28 September.

  • Anggaran belanja diarahkan untuk program prioritas perangkat daerah, terutama peningkatan pelayanan dasar, kualitas hidup warga, dan sinkronisasi kebijakan pemerintah.

  • Pendapatan daerah diproyeksikan Rp4,84 triliun, sementara pembiayaan neto Rp74,7 miliar dari penyesuaian SiLPA direncanakan menutup defisit anggaran.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Pemkot Palembang mengusulkan rancangan perubahan APBD 2026 dengan belanja Rp4,92 triliun, naik 3,8 persen dari APBD awal Rp4,74 triliun.
  • Who?
    Wali Kota Palembang Ratu Dewa menyampaikan rancangan tersebut kepada DPRD Kota Palembang dalam rapat paripurna.
  • Where?
    Penyampaian rancangan perubahan APBD berlangsung dalam rapat DPRD Kota Palembang.
  • When?
    Rancangan Perda tentang Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026 disampaikan pada Senin, 28 September 2026.
  • Why?
    Perubahan anggaran diarahkan untuk program prioritas perangkat daerah, peningkatan pelayanan dasar, kualitas hidup masyarakat, dan sinkronisasi kebijakan pemerintah.
  • How?
    Target pendapatan diproyeksikan Rp4,84 triliun berdasarkan kebijakan makro, potensi dan realisasi penerimaan semester pertama. Pembiayaan neto Rp74,7 miliar direncanakan menutup defisit, dengan penyesuaian SILPA berdasarkan realisasi 2025 dan pemeriksaan BPK.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Pemerintah Kota Palembang membawa rencana uang kota tahun 2026 ke DPRD. Belanja yang diusulkan Rp4,92 triliun, lebih besar dari sebelumnya. Uang masuk kota diperkirakan Rp4,84 triliun. Wali Kota Ratu Dewa bilang uang itu untuk layanan warga. Sekarang DPRD masih akan membahas rencana ini.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Usulan perubahan APBD Palembang menunjukkan upaya penyesuaian anggaran yang bertumpu pada realisasi penerimaan, potensi pendapatan, dan pemeriksaan BPK. Kenaikan alokasi belanja yang diarahkan pada program prioritas memberi ruang bagi perangkat daerah untuk memperkuat pelayanan dasar dan kualitas hidup masyarakat, sembari menjaga keseimbangan fiskal melalui pembiayaan neto.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Palembang, IDN Times - Rancangan perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2026 telah disampaikan Pemerintah Kota Palembang dalam rapat DPRD pada 28 September. Berdasarkan nilai, Pemkot mengusulkan belanja Rp4,92 triliun atau naik 3,8 persen dibandingkan APBD awal senilai Rp4,74 triliun

"Belanja dalam rancangan perubahan APBD diarahkan untuk mendukung program dan kegiatan prioritas perangkat daerah," ujar Wali Kota Palembang Ratu Dewa kepada DPRD dalam rapat paripurna ke-15 masa persidangan I dengan agenda penyampaian Raperda tentang Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026, Senin (28/9/2026).

1. Usulan perubahan APBD untuk mendukung kebijakan daerah

ilustrasi APBD (IDN Times/Aditya Pratama)

Ratu Dewa menyampaikan, program dan kegiatan prioritas perangkat daerah yang akan diupayakan termasuk peningkatan pelayanan kepada masyarakat. Terutama, dalam meningkatkan pelayanan dasar dan kualitas kehidupan masyarakat kota.

"Termasuk juga untuk mendukung sinkronisasi kebijakan pemerintah," kata dia.

Sementara untuk pendapatan daerah, lanjut Dewa, diproyeksikan mencapai Rp4,84 triliun, meningkat dibandingkan APBD awal sebesar Rp4,67 triliun.

2. Perubahan nilai mempertimbangkan kebijakan makro

Wali Kota Palembang Ratu Dewa (IDN Times/Feny Maulia Agustin)

Dia menyampaikan, target pendapatan itu disusun dengan mempertimbangkan kebijakan makro, potensi pendapatan, serta realisasi penerimaan hingga Semester pertama tahun 2026.

“Perubahan target pendapatan juga dilakukan berdasarkan penyesuaian terhadap realisasi penerimaan sampai semester awal tahun ini," katanya.

3. Ada penyesuaian nilai SILPA Palembang

Ilustrasi APBD (IDN Times/ Aditya Pratama)

Sedangkan dari sisi pembiayaan, terdapat penyesuaian terhadap sisa lebih perhitungan anggaran (SILPA) berdasarkan realisasi anggaran 2025 dengan memperhatikan hasil pemeriksaan BPK RI Perwakilan Sumsel. Sementara pembiayaan neto rancangan perubahan APBD senilai Rp74,7 miliar.

Dia menambahkan, pembiayaan neto tersebut direncanakan untuk menutup defisit anggaran sehingga keseimbangan pendapatan dan belanja daerah tetap terjaga.

“Jadi hari ini sifatnya menyampaikan rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun 2026. Butuh pembahasan di tingkat komisi-komisi. Walaupun dari sisi pendapatan ada peningkatan, tapi di pembiayaan ada pengurangan, juga ada peningkatan di beberapa organisasi perangkat daerah," jelas dia.

Curated For You

Editorial Team

Related Article