Anggota DPRD Muara Enim dan Anak Kena OTT Korupsi Pembangunan Irigasi

- Anggota DPRD Muara Enim dan anaknya ditangkap terkait dugaan suap pembangunan irigasi.
- Uang suap sebesar Rp1,6 miliar diduga digunakan untuk membeli mobil mewah Toyota Alphard.
- Tiga rumah milik anggota DPRD tersebut digeledah, disita mobil, dokumen, dan barang elektronik terkait perkara.
Palembang, IDN Times - Kejaksaan Tinggi Sumatra Selatan menggelar Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap seorang anggota DPRD Kabupaten Muara Enim, inisial KT, bersama anak kandungnya, RA, terkait dugaan suap pembangunan irigasi.
"Dua orang yang kita tangkap berinisial KT selaku anggota DPRD Kabupaten Muara Enim dan anaknya RA. Mereka diduga menerima uang atas pembangunan irigasi di Muara Enim," kata Kepala Kejati Sumsel Ketut Sumendana, dalam keterangan rilis yang diterima, Kamis (19/2/2026).
1. Sudah 10 orang saksi diperiksa

Diketahui, penangkapan keduanya terkait dugaan pemberian uang Rp1,6 miliar yang diperoleh dari pengusaha terkait pencairan uang muka kegiatan pengembangan jaringan irigasi Ataran Air Lemutu di Kecamatan Tanjung Agung yang dilakukan Dinas PUPR Muara Enim. Total proyek itu mencapai Rp 7 miliar.
"Sejauh ini 10 orang saksi telah diperiksa untuk mendalami perkara," ujarnya.
2. Kejati Sumsel geledah 3 rumah

Dari hasil pemeriksaan, sebagian uang suap tersebut dibelikan oleh tersangka mobil mewah jenis Toyota Alphard dengan nomor polisi B 2451 KYR. Mobil ditemukan petugas saat melakukan penggeledahan di tiga rumah milik anggota DPRD tersebut.
"Tiga rumah yang digeledah berada di Muara Enim. Dua di antaranya adalah milik KT, jelasnya.
3. Dari penggeledahan juga disita dokumen dan barang elektronik

Dua rumah KT yang digeledah berlokasi di Green City Blok Q5 dan Blok Q6, Desa Muara Lawai, Muara Enim. Kemudian, satu rumah saksi MW di Jalan Pramuka IV, Kelurahan Pasar II, Kecamatan Muara Enim, Muara Enim.
"Di tiga lokasi tersebut disita satu unit mobil, dokumen, barang elektronik, handphone, surat yang dianggap perlu dan berkaitan dengan perkara yang sedang diselidiki tersebut," kata Sumendana.

















