Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Ancaman Perang, Herman Deru Ingatkan Masyarakat Untuk Tak Panic Buying

Ancaman Perang, Herman Deru Ingatkan Masyarakat Untuk Tak Panic Buying
Gubernur Sumsel Herman Deru (IDN Times/Rangga Erfizal)
Intinya Sih
  • Gubernur Sumsel Herman Deru mengimbau warga agar tidak melakukan panic buying, menegaskan stok pangan daerah masih aman meski situasi global sedang tidak menentu.
  • Ekonom Unsri Ahmad Bashir menyoroti potensi paradoks ekonomi akibat geopolitik global, di mana kenaikan harga komoditas bisa diimbangi lonjakan biaya impor dan logistik.
  • Pertumbuhan ekonomi Sumsel diproyeksikan sekitar 5 persen pada 2026, dengan fokus menjaga stabilitas melalui koordinasi kebijakan fiskal, moneter, dan pengendalian inflasi daerah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Palembang, IDN Times - Gubernur Sumsel Herman Deru mengimbau masyarakat agar tidak khawatir terhadap potensi krisis energi dan ekonomi akibat situasi global yang tidak menentu. Menurutnya, hingga saat ini pemerintah daerah terus memantau kondisi perekonomian serta mengingatkan masyarakat agar tidak terjebak dalam panic buying atau pembelian secara berlebihan karena rasa panik.

"Sering kali baru ada sedikit informasi, masyarakat langsung melakukan panic buying dan memborong barang di pasaran," ungkap Herman Deru, Jumat (6/3/2026).

1. Pembelian berlebihan harus dihindari

Gubernur Sumsel Herman Deru
Gubernur Sumsel Herman Deru (IDN Times/Rangga Erfizal)

Sebagai daerah penopang swasembada pangan nasional, Sumsel berada dalam situasi aman. Ketersediaan stok pangan dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan daerah.

Pembelian secara berlebihan ini yang harus kita hindari," jelas dia.

2. Ekonom Unsri ingatkan potensi paradoks karena kondisi geopolitik global

ilustrasi perang
ilustrasi perang (pixabay.com/victorsteep)

Sebelumnya, ekonom Universitas Sriwijaya (Unsri), Ahmad Bashir, mengingatkan potensi paradoks yang bisa muncul akibat dinamika geopolitik global. Di satu sisi, Sumsel justru berpeluang diuntungkan karena menjadi salah satu lumbung energi nasional dengan komoditas unggulan batu bara dan gas.

"Sumsel berpotensi mendapat windfall dari kenaikan harga komoditas ekspor. Namun, keuntungan itu sering tergerus oleh kenaikan harga barang konsumsi impor dan biaya logistik, baik transportasi udara maupun darat, sehingga tetap memicu inflasi lokal," ujarnya.

3. Ekonomi Sumsel diperkirakan tumbuh diangka 5 persen

penyebab Iran dan AS-Israel perang
x.com/IranObserver0

Ekonomi Sumsel sendiri diproyeksikan tetap tumbuh di rentang 4,80–5,60 persen pada 2026 berkat ketahanan sektor komoditas. Namun, jika konflik berlangsung dalam jangka menengah hingga panjang dan perdagangan global melemah, permintaan batu bara dan karet dari mitra dagang utama seperti Tiongkok dan India berpotensi menurun.

"Koordinasi kebijakan fiskal dan moneter menjadi kunci menjaga stabilitas. Dari sisi fiskal, pemerintah dapat memperkuat subsidi energi yang lebih terarah serta menebalkan bantuan sosial untuk menjaga daya beli masyarakat berpenghasilan rendah," jelas Bashir.

Sementara dari sisi moneter, Bank Indonesia dinilai perlu terus melakukan intervensi di pasar valas, baik melalui transaksi spot maupun Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF), serta mempertimbangkan penyesuaian suku bunga acuan untuk menjaga daya tarik aset domestik.

"Untuk daerah seperti Sumsel, peran Tim Pengendalian Inflasi Daerah harus diperkuat melalui operasi pasar murah dan memastikan kelancaran distribusi pangan antarwilayah agar tekanan inflasi tetap terkendali," tutupnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Hafidz Trijatnika
EditorHafidz Trijatnika
Follow Us

Latest News Sumatera Selatan

See More