Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
3 Pasar di Palembang Semrawut,  Pemkot Segera Lakukan Penertiban
Situasi di Pasar Lemabang Palembang (IDN Times/Feny Maulia Agustin)
  • Pemkot Palembang akan menertibkan Pasar 16 Ilir, Kuto, dan Lemabang karena dinilai mengganggu jalan, kurang estetik, serta memicu kesemrawutan.

  • Penertiban melibatkan aparat, Polda Sumsel, dan Polrestabes Palembang untuk menjaga keamanan sekaligus mengurai kemacetan di sekitar kawasan pasar.

  • OPD dan PD Pasar Palembang Jaya diminta memetakan kawasan prioritas; penataan berikutnya juga direncanakan untuk Pasar Palimo, 26 Ilir, dan Cinde.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Pemerintah Kota Palembang akan menertibkan Pasar 16 Ilir, Pasar Kuto, dan Pasar Lemabang yang dinilai semrawut, mengganggu jalan, serta memicu kemacetan.
  • Who?
    Pemkot Palembang, Wali Kota Ratu Dewa, OPD terkait, PD Pasar Palembang Jaya, Polda Sumsel, dan Polrestabes Palembang akan terlibat dalam penertiban.
  • Where?
    Penertiban diprioritaskan di kawasan Pasar 16 Ilir, Pasar Kuto, dan Pasar Lemabang, Kota Palembang.
  • When?
    Rencana penertiban disampaikan Wali Kota Palembang Ratu Dewa pada Kamis, 24 Juni 2026. Jadwal pelaksanaan per saat ini masih belum diketahui.
  • Why?
    Penertiban dilakukan untuk mengurai kemacetan, menjaga ketertiban dan keamanan, serta menata jalan yang kerap semrawut akibat aktivitas warga, pedagang, dan kendaraan.
  • How?
    OPD terkait dan PD Pasar Palembang Jaya diminta memetakan tiap kawasan pasar. Penertiban akan dilakukan melalui sinergi dengan Polda Sumsel dan Polrestabes Palembang.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Pemerintah Kota Palembang mau merapikan Pasar 16 Ilir, Pasar Kuto, dan Pasar Lemabang. Jalan di dekat pasar sering ramai sekali oleh pedagang, orang, dan kendaraan. Wali Kota Ratu Dewa akan mengajak polisi dan petugas supaya tidak macet dan tidak ribut. Pasar lain juga akan ditata nanti.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Palembang, IDN Times - Pemerintah Kota Palembang bakal menertibkan sejumlah pasar yang disebut mengganggu jalan, tak estetik, hingga semrawut. Pasar tersebut meliputi Pasar 16 Ilir, Pasar Kuto, dan Pasar Lemabang.

"Penertiban akan dilakukan untuk mengurai kemacetan dan menjaga ketertiban di sekitar pasar di tiga kawasan," ujar Wali Kota Palembang Ratu Dewa, dikutip Kamis (24/6/2026).

1. Harap tak ada keributan dan kemacetan di pasar

Pasar Lemabang Palembang (IDN Times/Feny Maulia Agustin)

Dia mengatakan penertiban tiga pasar itu bakal melibatkan aparat dan sinergi Polda Sumsel dan Polrestabes Palembang juga. Penertiban itu, lanjutnya, untuk memastikan keamanan serta kelancaran lalu lintas di kawasan pasar.

"Intinya untuk ketertiban, sehingga tidak ada keributan dan tidak ada kemacetan lagi," kata dia.

2. Pemkot libatkan OPD tertibkan pasar

Wali Kota Palembang Ratu Dewa (IDN Times/Rangga Erfizal)

Menurut Dewa, kondisi jalan di sekitar pasar perlu ditata karena aktivitas masyarakat, pedagang, dan kendaraan kerap membuat kawasan menjadi semrawut.

Karena itu, dia meminta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait bersama PD Pasar Palembang Jaya melakukan pemetaan di masing-masing kawasan.

"Seluruh pemangku kepentingan, khususnya organisasi perangkat daerah dan PD Pasar juga harus mulai membuat pemetaan," jelasnya.

3. Total ada 44 pasar di Palembang

Pasar 16 Ilir Palembang dalam tahap renovasi (IDN Times/Feny Maulia Agustin)

Diketahui, dari total 44 pasar yang ada di Palembang, prioritas kawasan pasar yang terlebih dahulu ditertibkan adalah pasar yang memiliki tingkat kesemrawutan tertinggi.

Tak hanya Pasar 16 Ilir, Kuto dan Lemabang, rencananya Pemkot Palembang juga bakal menata Pasar Palimo, Pasar 26 Ilir, dan Pasar Cinde.

“Penertiban ini bukan sekadar soal aturan, tapi tentang mengembalikan wajah Palembang yang tertib dan nyaman,” kata dia.

Curated For You

Editorial Team

Related Article