Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Warga Palembang Paksakan Mudik, Meski Keuangan Melemah

Warga Palembang Paksakan Mudik, Meski Keuangan Melemah
ilustrasi situasi kemacetan saat mudik lebaran (pexels.com/Hòa Lê Đình)
Intinya Sih
  • Mudik saat Idul Fitri merupakan tradisi perantau untuk pulang kampung dan bertemu keluarga.
  • Beberapa perantau merasa beban karena biaya mudik mahal dan kondisi keuangan yang tidak cukup.
  • Wali Kota Palembang menyarankan masyarakat memanfaatkan program mudik gratis dari perusahaan swasta, BUMN, dan pemerintah daerah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Palembang, IDN Times - Mudik atau pulang kampung merupakan tradisi masyarakat menyambut momen lebaran Idul Fitri. Biasanya kebiasaan mudik sering dilakukan perantau yang ingin kembali ke rumah untuk menemui keluarga saat hari raya.

Namun tradisi mudik kali ini, bisa jadi beban terhadap sebagian orang. Apalagi biaya pulang kampung dan ongkos kembali ke rumah sedang mahal-mahalnya. Belum lagi kini, kondisi keuangaan melemah dan ekonomi Tanah Air dalam tren deflasi.

1. Tetap usahakan mudik untuk ketemu orang tua

prediksi pemudik
prediksi pemudik

Tetapi bagi Pitria perantau dari Muara Enim, bagaimanapun kondisi keuangannya, dia tiap tahun selalu mudik ke rumah orangtua. Walau terkadang katanya, tabungannya dalam kondisi kosong dan hanya membawa uang secukupnya untuk pulang kampung.

"Waktu ketemu orang tua lebih penting, ada gak ada uang tetap diusahakan pulang (mudik)," jelasnya.

2. Harap ongkos mudik tidak naik

Ilustrasi mudik
Ilustrasi mudik

Pulang ke Muara Enim dari Palembang menggunakan transportasi travel langganan, dia biasanya membayar ongkos sebesar Rp150 ribu untuk 4-5 jam perjalanan paling lambat, jika kondisi lalu lintas macet dan ramai.

"Mudah-mudahan tahun ini gak naik (ongkos travel), karena sudah serba mahal. Sudah semua mahal, tapi pendapatan segini-gini aja," kata dia.

3. Manfaatkan THR untuk mudik

ilustrasi mudik lebaran (ANTARA/HO-Humas Kemenhub)
ilustrasi mudik lebaran (ANTARA/HO-Humas Kemenhub)

Tak hanya Pitria yang tetap mudik saat lebaran nanti, Aji YK Putra warga Palembang ini pun memilih pulang ke rumah nenek di Bengkulu ketika Idul Fitri. Dia bersama keluarga berangkat di hari kedua lebaran dengan kendaraan pribadi.

Meski katanya, sejumlah pajak naik dan membuat pendapatan dia tidak terlalu banyak tahun ini. Aji tetap pulang kampung. Alasannya, sudah dua tahun tidak mudik dan usia orang tua yang sudah lanjut usia.

"Nambah-nambah dari THR ini, dari saya dari istri juga. Insyallah cukup untuk ketemu keluarga besar," jelas dia.

4. Pemkot Palembang imbau masyarakat ikut mudik gratis

ilustrasi situasi kemacetan saat mudik lebaran (pexels.com/Hòa Lê Đình)
ilustrasi situasi kemacetan saat mudik lebaran (pexels.com/Hòa Lê Đình)

Sementara kata Wali Kota Palembang Ratu Dewa, jika masyarakat yang tahun ini ada niat mudik, namun kondisi keuangan tidak cukup, silakan memanfaatkan sejumlah perusahaan swasta, BUMN dan pemerintah daerah yang menyelenggarakan program mudik gratis.

"Silakan yang mau mudik gratis ini, ada yang menyiapkan pakai bus dan kereta. Cek, ada lokasi tujuannya tidak. Manfaatkan momen ini, sekalian lebih safety dan aman di kondisi cuaca ekstrem seperti sekarang," jelasnya.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Feny Maulia Agustin
Hafidz Trijatnika
Feny Maulia Agustin
EditorFeny Maulia Agustin

Latest News Sumatera Selatan

See More