Surya Paloh: Pemimpin Tak Konsisten dan Independen di Neraka

- Ketua Umum Nasdem, Surya Paloh, meminta kader dan masyarakat Sumsel mendukung Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar (AMIN) sebagai calon Presiden dan Wakil Presiden.
- Surya mengingatkan bahwa partai politik Nasdem memiliki tanggung jawab dalam menentukan calon pemimpin untuk menyelesaikan permasalahan bangsa.
- Surya menekankan pentingnya konsistensi dan keteladanan dari para pemimpin politik serta menjaga pesta demokrasi agar tetap damai dan bersih.
Palembang, IDN Times - Kader Nasional Demokrat (Nasdem) di Sumsel diminta ikut memikul tugas dalam menentukan nasib bangsa pada 14 Februari 2024 mendatang.
Ketua Umum Nasdem, Surya Paloh, mengatakan partainya telah menentukan pilihan untuk mendukung Anies Baswedan beserta Muhaimin Iskandar (AMIN) sebagai calon Presiden dan Wakil Presiden. Seluruh kader dan masyarakat Sumsel untuk memenangkan pasangan AMIN dan caleg dari Partai Nasdem.
"Betapa kita saat ini memiliki misi besar, misi amat strategis, mengenai arah perjalanan kehidupan kebangsaan," ungkap Surya Paloh, Rabu (31/1/2024).
1. Surya Paloh promosikan Anies Baswedan

Surya pun menyebut masih ada 15 hari dalam menentukan pilihan. Sebagai partai politik (Parpol), Nasdem berketetapan hati untuk ikut menentukan calon pemimpin demi menyelesaikan permasalahan bangsa.
"Kita ingin bangsa ini melakukan perubahan. Melaksanakan pembangunan lebih hebat lagi. Itulah alasan kita menetapkan Anies Baswedan," jelas dia.
Surya pun menanyakan kepada masyarakat Palembang tentang pilihannya. Hal itu sontak mendapat tanggapan dengan meneriakan nama Anies. Tak lupa pula Surya Paloh mengingatkan nomor urut Nasdem dalam kertas suara pemilu.
"Siapa presidenya, nomor berapa?" Tanya Surya.
"Anies Baswedan, Anies Baswedan, Anies Baswedan. Nonor satu," jawab masyarakat.
2. Indonesia membutuhkan keteladanan pemimpin

Surya pun menilai, saat ini Indonesia membutuhkan keteladanan dari pemimpin bangsa. Hal itu harus ditunjukan tak hanya dari pemuka politik tetapi juga dari partai-partai politik.
"Termasuk saya sendiri berkewajiban memberikan keteladanan," jelas Surya.
Dirinya mengatakan, pemimpin haruslah konsisten dalam kata dan perbuatannya. Surya pun mengingatkan ganjaran dari pemimpin yang tak konsisten yaitu jawaban di dunia dan akhirat.
"Masyarakat ingin melihat, apakah tokoh parpol itu konsisten, konsekuen dengan perbuatannya. Kalau bicara 1-2 bulan lalu bicara A, apakah hari ini A. Kalau dia bilang tidak, apakah hari ini tidak, kalau dia bilang independen apakah hari ini independen. Nah, kalau dia bilang independen, surga baginya. Kalau dia tidak konsekuen, tidak konsisten, neraka baginya," jelas dia.
3. Pemilu damai jadi harapan Surya Paloh

Dirinya berharap pesta demokrasi yang dilakukan lima tahun sekali ini akan terus dijaga untuk merajut Indonesia sebagai bangsa yang menjunjung demokrasi. Pemilu damai menjadi satu kewajiban yang harus diwujudkan secara bersama bukan menimbulkan rasa cemas, takut dan penuh intimidasi.
"Pemilu hanya satu kali tapi persaudaraan kita sebagai satu bangsa setanah air harus berlanjut terus disepanjang hayat dikandung badan. Kita berkeinginan pemilu bersih dan berkeadilan. Penyelenggara harus menjaga agar tetap tertib, damai, demi kepentingan bangsa," tutup dia.





















