Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Putih Telur jadi Alternatif Pengganti Susu di Menu MBG Palembang

Putih Telur jadi Alternatif Pengganti Susu di Menu MBG Palembang
pembagian makan gratis di SMP N 19 Palembang (IDN Times/Feny Maulia Agustin)
Intinya Sih
  • PPPG Palembang mengganti susu dengan putih telur dalam Menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) karena terhambat anggaran dan ketersediaan susu di wilayah Sumatra Selatan.
  • Meskipun terkendala dana, implementasi pembiayaan MBG di Palembang melibatkan TNI/Polri, pemerintah kota, dan swasta untuk distribusi paket MBG.
  • Pemkot Palembang juga menghadapi kendala keterbatasan dapur umum sebagai tempat jasa boga penghasil MBG, sehingga baru lima sekolah yang menerima program tersebut.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Palembang, IDN Times - Menu Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Palembang tanpa ketersediaan susu sempat disorot publik. Kondisi itu membuat Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) mencari alternatif pengganti susu memenuhi kebutuhan.

"Kita substitusikan putih telur sebagai pengganti susu," kata Kepala SPPG Ilir Barat I Palembang, M Dicky Alghaffar, Kamis (9/1/2024).

1. SPPG Palembang sebut ketersediaan menu MBG sudah sesuai instruksi pusat

Siswa SMPN menjadi salah satu penerima program MBG. (IDN Times/Erik Alfian)
Siswa SMPN menjadi salah satu penerima program MBG. (IDN Times/Erik Alfian)

Dicky beralasan, tidak ada susu dalam sajian MBG di Palembang karena terhambat pada anggaran terbatas. Namun ia memastikan, gizi pada menu MBG tetap seimbang walau tanpa susu.

Apalagi kata dia, Sumatra terutama Sumatra Selatan (Sumsel) dan Palembang bukan menjadi wilayah penghasil susu. Sehingga harga susu masih terbilang tinggi dibandingkan daerah di Jawa.

"Ini sudah arahan dari pusat (tanpa susu)," kata dia.

2. Palembang menerapkan tiga pola pembiayaan program MBG

Menu MBG di Palembang (IDN Times/Feny Maulia Agustin)
Menu MBG di Palembang (IDN Times/Feny Maulia Agustin)

Pembiayaan pelaksanaan MBG yang merupakan program politik Presiden Prabowo itu, memang mengalami sejumlah kendala, terutama soal dana dan anggaran. Bahkan beberapa daerah terpaksa menerapkan pola khusus untuk memenuhi program berjalan lancar dan MBG terdistribusi tepat data.

Mekanisme pembiayaan MBG di Palembang misalnya, harus menerapkan tiga teknis pembiayaan dalam distribusi paket MBG. Palembang menganut implementasi pembiayaan berbagi atau cost sharing.

Tiga cara pendanaan itu berdasarkan kolaborasi dan sinergi antar pihak yakni, TNI/Polri, pemerintah kota (Pemkot) dan swasta seperti pelaksanaan dari masing-masing instansi dan perusahaan.

3. Baru 5 sekolah di Palembang menerima distribusi program MBG

Pembagian makanan bergizi di SMP N 19 Palembang (IDN Times/Feny Maulia Agustin)
Pembagian makanan bergizi di SMP N 19 Palembang (IDN Times/Feny Maulia Agustin)

Tidak hanya hambatan dana, tantangan yang dihadapi pemkot Palembang menjalankan program MBG adalah keterbatasan kesiapan dapur umum sebagai tempat jasa boga penghasil MBG.

Dapur umum Palembang baru siap di satu kawasan, Ilir Barat (IB) 1. Padahal dari rencana yang disusun, dapur umum di Palembang seharusnya sudah siap di tiga lokasi. Akibat kendala itu, Palembang baru menyalurkan MBG di lima sekolah.

Sekolah tersebut meliputi TK Panca Bhakti, SD Negeri 24 dan 25, kemudian SMP N 19 dan 33 Palembang. Sebab baru lima sekolah yang menerima MBG, karena sekolah-sekolah tersebut dekat dengan lokasi dapur umum yang sudah siap.

Berdasarkan informasi sementara, penyaluran menu MBG di lima sekolah Palembang secara menyeluruh mencapai 3 ribuan paket MBG yang setiap Senin-Jumat dibagikan sesuai jadwal masing-masing.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Feny Maulia Agustin
Martin Tobing
Feny Maulia Agustin
EditorFeny Maulia Agustin
Follow Us

Latest News Sumatera Selatan

See More