Kepala Seksi Observasi dan Informasi Stasiun Meteorologi Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang, Bambang Benny Setiaji menuturkan, dari data BMKG hingga Selasa pagi, kondisi udara Palembang sudah mencapai tahap tidak sehat, dikisaran nilai sekitar 180-187 µgram/m3.
Kekeruhan udara (asap) yang mengandung partikel-partikel kering, menyebabkan jarak pandang berkisar antara 1.000-8.000 meter, dengan jarak pandang terendah terjadi setiap pukul 06.00 WIB.
Selain mengurangi jarak pandang, indikasi dari asap yakni bau asap yang khas, perih di mata, sesak pada pernapasan, dan matahari akan terlihat berwarna jingga kemerahan pada sore, yang disebabkan pembiasan cahaya matahari oleh polutan yang terdapat di atmosfer.
"Kondisi ini akan berlangsung diperkirakan sampai 16 September. Hal ini dipengaruhi oleh masuknya asap akibat kebakaran lahan di sejumlah daerah di Sumatera selatan seperti Air Sugihan, Pampangan, Tulung Selapan, Pedamaran, Cengal dan Pematang Panggang, Kabupaten Ogan Komering Ilir dan kecamatan Banyuasin I, Kabupaten Sumatera Selatan," tandas dia.