ilustrasi perkelahian (IDN Times/Sukma Shakti)
Awalnya Dodi menantang Deni untuk bertemu di jembatan ponton yang lokasinya tidak terlalu jauh dari pesta pernikahan. Keduanya bersama teman masing-masing berangkat menuju jembatan ponton.
Sesampainya di lokasi, mereka ribut dan berkelahi menggunakan sajam. Naas keduanya sama-sama terluka terkena senjata tajam, Dodi terluka pada bagian dada bahu atas sebelah kiri sedangkan Deni luka pada bagian paha sebelah kiri.
Ilustrasi pisau (unsplash.com/sebastianpoc)
Kapolsek Ulu Musi, Iptu Hariyono mengatakan, keduanya sama-sama menggunakan sajam dengan panjang lebih kurang 15 cm.
"Sedangkan korban menggunakan sajam yang jenisnya belum kami ketahui. Usai keduanya terluka, Dodi sempat dibawa ke Puskesmas Padang Tepong untuk mendapat pertolongan. Tetapi nyawanya tidak tertolong," ujarnya.
Sementara usai melukai Dodi, pelaku dalam keadaan terluka pada bagian paha Deni langsung naik ke pagar jembatan ponton dan melompat ke Sungai Musi untuk kabur.
"Pelaku berhasil diamankan dan ditangkap sekitar pukul 19.00 WIB di sebuah kebun warga Desa Tanjung Agung, Kecamatan Ulu Musi yang merupakan desa asal pelaku. Bahkan warga sempat ikut mencari pelaku yang sempat kabur," ungkapnya.