Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Dampak Covid-19, Pengunjung ke Lokasi Wisata di Palembang Merosot

Dampak Covid-19, Pengunjung ke Lokasi Wisata di Palembang Merosot
Situasi destinasi wisata di TWA Punti Kayu Palembang (IDN Times/Feny Maulia Agustin)
Share Article

Palembang, IDN Times - Merebaknya virus corona atau Covid-19 di Indonesia, turut berimbas pada kunjungan wisatawan ke sejumlah destinasi wisata di Palembang. Salah satunya kunjungan wisatawan ke Taman Wisata Alam (TWA) Punti Kayu Palembang, yang normalnya per hari mencapai ratusan pengunjung, namun setelah fenomena virus berbahaya ini tak lagi sampai ratusan.

Manager TWA Punti Kayu Palembang, Raden Azka mengatakan, biasanya di hari kerja mencapai 150 orang, nah beberapa hari ini tidak sampai 100 pengunjung bermain.

"Kalau hari minggu/libur pengunjung di atas 1.000, dua minggu ini turun cuma 500-700 pengunjung. Mungkin faktor isu corona juga, apalagi sudah dua hari ini lagi social distancing," kata dia kepada, IDN Times, Rabu (18/3).

1. Manajemen TWA Punti Kayu lakukan pencegahan Covid-19 dengan disinfektan

Situasi destinasi wisata di TWA Punti Kayu Palembang (IDN Times/Feny Maulia Agustin)
Situasi destinasi wisata di TWA Punti Kayu Palembang (IDN Times/Feny Maulia Agustin)

Raden mengungkapkan, walau di Palembang belum ditemukan pasien positif Covid-19, namun manajemen tetap melakukan pencegahan dengan menyemprotkan cairan disinfektan di kawasan TWA Punti Kayu dan meminta karyawan untuk tetap menjaga kebersihan.

"Kami lakukan antisipasi dengan menyemprotkan cairan higienis dengan kandungan alkohol, ke setiap wahana bermain dan spot foto. Penyemprotan dilakukan pagi dan sore hari, mulai hari sabtu tgl 14 Maret kemarin," ungkap dia.

2. Karyawan TWA Punti Kayu diintruksikan mengenakan alat pengaman secara lengkap

Situasi destinasi wisata di Bird Park Palembang (IDN Times/Feny Maulia Agustin)
Situasi destinasi wisata di Bird Park Palembang (IDN Times/Feny Maulia Agustin)

Selain menyemprotkan disinfektan di setiap sudut TWA Punti Kayu, jelas Raden, pihaknya juga meminta semua karyawan untuk mengenakan pakaian dengan alat pengaman lengkap, agar steril dari kuman, bakteri dan virus.

"Karyawan di instruksikan menghindari kontak langsung ke pengunjung dan jangan menerima uang sembarangan. Maksudnya menggunakan sarung tangan, kemudian uang dimasukkan ke dalam kantong plastik yang sudah disiapkan. Serta tidak lupa imbauan cuci tangan dan pakai sanitiser," jelas dia.

3. Banyak pengunjung yang membatalkan pesanan tiket ke Bird Park Palembang

Situasi destinasi wisata di Bird Park Palembang (IDN Times/Feny Maulia Agustin)
Situasi destinasi wisata di Bird Park Palembang (IDN Times/Feny Maulia Agustin)

Sama halnya di TWA Punti Kayu, kawasan Bird Park Palembang di Opi Mall Jakabaring, juga ikut mengalami penurunan pengunjung. Bahkan pembatalan pesanan kunjungan ke lokasi tersebut naik drastis.

Leader Bird Park Palembang, Berliana menuturkan, jumlah pengunjung sudah turun lebih dari 50 persen semenjak awal bulan Maret. "Rombongan ke sini pasti pesen dulu, tapi ini aja ada yang ngebatalin mau wisata di sini. Kalau perhitungan kita turunnya hingga 70 persen," tutur dia.

Meskipun merosot, sambung dia, pihaknya tetap memperhatikan kesehatan karyawan.  "Tiap hari ada fasilitas, kami diberi vitamin dan tetap jaga kebersihan di kandang binatang agar sama-sama aman," sambung dia.

4. Pengunjung Bayt Alquran Al Akbar Gandus menurun hingga 50 persen

Wisata Religi Bayt Al Quran Al Akbar Gandus Palembang (IDN Times/Feny Maulia Agustin)
Wisata Religi Bayt Al Quran Al Akbar Gandus Palembang (IDN Times/Feny Maulia Agustin)

Sementara, Manager Bayt Alquran Al Akbar Gandus, Zulkarnain mengatakan, tempat mereka juga ikut merasakan penurunan kunjungan. Bedanya, produk yang dijual UMKM di kawasan tersebut tetap dicari konsumen.

"Normalnya orang-orang yang berkunjung melihat foto-foto di museum ini satu hari mencapai 150 orang. Tapi sekarang hanya sekitar 60 pengunjung saja. Walau tamu kami sedikit, Alhamdulillah pemasukan tetap stabil karena UMKM jualan online tetap dibeli," kata dia.

"Satu kawasan ini ada santri kami jualan aksesoris, dari hasil jualan bisa bantu income kami. Belum lagi ada yang menjual buku rohani dan air minum, yang sudah kami bacakan doa masih dipesan melalui online dan di antar via jasa ojek atau kurir," tandas dia.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Feny Maulia Agustin
Sidratul Muntaha
Feny Maulia Agustin
EditorFeny Maulia Agustin

Latest News Sumatera Selatan

See More

Cerita Pendamping Haji Debarkasi Padang, Kerandoman Jemaah Lansia

16 Jun 2026, 19:01 WIBNews