Rosti Simanjuntak memeluk peti anaknya Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J. (facebook.com/rohani7131)
Sejak kabar kematian Brigadir J itu sampai ke publik, sebanyak 100 personel polisi mendatangi kediaman keluarga di Desa Suka Makmur, Kecamatan Sungai Bahar, Kabupaten Muarojambi, Jambi, Senin (11/7/2022) malam. Rohani Simanjuntak mengatakan, mereka terkejut dengan kehadiran 100 personel polisi itu.
"Kami seperti teroris, melihat cara mereka itu datang ke rumah. Ada yang pakaian dinas, pakaian hitam putih, pakai kaos juga ada. Itu sekitar pukul 20.00 WIB kejadiannya," jelasnya, Selasa (12/7/2022).
Rohani menceritakan, polisi berbaris mengelilingi rumahnya tanpa permisi atau komunikasi dari kepolisian sebelum itu terjadi. Pintu gerbang sekolah akses keluar dan masuk ditutup rapat. "Mereka bentuk pagar betis," katanya.
"Tidak ada kekerasan,” kata Rohani. “Mereka hanya menjelaskan kepada pihak keluarga persoalan yang menimpa anak kami. Tapi penjelasannya berbeda dari sebelumnya. Mereka mengatakan ada pelecehan."
Belum lagi ada upaya peretasan kepada ponsel milik keluarga Brigadir J. Menurut Rohani, peretasan ini terjadi secara berangsur. Pertama kali terjadi pukul 05.00 WIB. Aplikasi WhatsApp dan Facebook untuk berkomunikasi tidak bisa dibuka.
Dimulai dari ibu Brigadir J tidak bisa membuka aplikasi WhatsApp. Selanjutnya terjadi pada ponsel milik kakak dan adik Brigadir J. Totalnya ada lima ponsel yang diretas. "Sampai kami selidiki di sekitar rumah apakah ada penyadap," katanya.
Namun menurut Kapolres Muarojambi, AKBP Yuyan Priatmaja, kedatangan anggotanya ke rumah orangtua Brigadir J pada Senin (11/7/2022), sebagai bentuk dukungan terhadap keluarga. Selain itu, pihaknya berusaha ingin menjelaskan kronologi penembakan Brigadir J.
"Karena mereka bagian dari keluarga besar Polri. Kita tetap komunikasi, jika mereka ada kebutuhan, maka kami akan bantu. Tidak ada niatan kami untuk mengintimidasi keluarga, karena mereka masih keluarga besar Polri juga," ujar Yuyan, Rabu (13/7/2022).
Yuyan juga menjelaskan, jumlah anggota polisi yang datang tidak sampai 50 orang. Selain dari Mabes Polri, pihak kepolisian dari Jambi menunggu di luar rumah. Yuyan juga menyebut bahwa pintu rumah terbuka.