potret pemain Ghost in the Cell di kantor IDN, Kamis (5/3/2026) (dok. IDN Times/Rani Asnurida)
Penulis dan sutradara Ghost In The Cell, Joko Anwar, menambahkan bahwa film ini lahir dari realita Indonesia. Walaupun dominan mengisahkan genre horor, tetapi alurnya menawarkan unsur komedi horor yang menceritakan tentang kekuasaan.
"Tentang sistem yang korup. Tentang orang-orang kecil yang terjebak di dalamnya. Tentang apa yang terjadi ketika kebenaran ditutupi dan apa yang terjadi ketika akhirnya kebenaran muncul ke permukaan,” jelas dia.
Singkatnya, Ghost In The Cell menampilkan cerita penindasan dari pejabat lapas serta permusuhan dan kekerasan antarsesama tahanan. Suatu hari, seorang napi baru masuk dan satu per satu napi mati dengan cara yang sangat mengerikan.
Setelah mengetahui bahwa ada hantu yang membunuh orang dengan aura atau energi yang paling negatif, para napi berlomba-lomba berbuat kebaikan untuk membuat aura mereka tetap positif.
Tetapi kata Joko Anwar, dalam film ini sulit menggambarkan kisah positif dalam penjara yang penuh ketidakadilan. Sehingga, napi di sana sadar satu per satu soal hal yang sepertinya tak mungkin namun harus dilakukan agar tetap hidup.
"Mereka bersatu untuk melawan penindas, bahkan hantu sekalipun," kata Joko.