TUTUP
SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA
Gabung di IDN Times

Vaksinasi COVID-19 di Palembang Baru Terealisasi 9 Persen

Dari target nakes keseluruhan sebanyak 13.415 orang

Ilustrasi persiapan vaksinasi COVID-19 di Palembang (IDN Times/Feny Maulia Agustin)

Palembang, IDN Times - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palembang telah melaksanakan vaksinasi COVID-19 tahap awal, kepada tenaga kesehatan (nakes) di rumah sakit dan puskesmas sejak 14 Januari 2021.

"Target selesai khusus nakes Maret, saat ini setiap hari terus berjalan (penyuntikan vaksin sinovac) ke semua nakes yang terdata. Terakhir capaian realisasi vaksinasi di Palembang baru 9 persen," ujar Juru Bicara Dinkes Palembang, Yudhi Setiawan, Kamis (21/1/2020).

Baca Juga: Disdik Palembang Minta Vaksinasi Bagi Guru Tahap Kedua

1. Baru ada 1.233 nakes di Palembang lakukan vaksinasi COVID-19

Menurut pria yang juga menjabat sebagai Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (PP2M) Dinkes Palembang ini, jumlah keseluruhan tenaga medis yang tercatat sebagai penerima vaksinasi COVID-19 di Palembang mencapai 13.415 orang.

"Sedangkan detail vaksinasi yang sebenarnya baru 9,19 persen. Artinya yang sudah sekitar 1.233 orang dari target total nakes," kata dia.

Sementara target sasaran keseluruhan vaksinasi COVID-19 di Palembang, ditambah pihak non medis, ada sebanyak 14.403 orang. Yudhi menyebut, realisasi vaksinasi yang masih rendah dipengaruhi faktor Sumber Daya Manusia Kesehatan (SDMK) yang masih sangat rendah.

2. Masalah teknis registrasi jadi hambatan pendataan vaksinasi COVID-19

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Percepatan COVID-19 di Palembang, Yudhi Setiawan (IDN Times/Feny Maulia Agustin)

Yudhi menerangkan, rendahnya capaian vaksinasi karena faktor registrasi yang melalui aplikasi pedulilindungi.id. Para Nakes yang telah melakukan registrasi, harus memasukkan Nomor Induk Kepegawaian (NIK) melalui beberapa tahap lanjutan.

"Seperti mereka yang sebenarnya berhak menjadi daftar penerima, ternyata saat pengecekan di aplikasi tidak terdaftar sehingga tidak dapat dilakukan vaksinasi. Data terakhir per Rabu (20/1/2021), masalah yang terjadi kebanyakan karena sistem. Sebab pendataan itu by sistem," terang dia.

3. Vaksinasi COVID-19 tahap pertama sampai April 2021

Ilustrasi vaksinasi di RSUD Bari Palembang (IDN Times/Feny Maulia Agustin)

Yudhi berharap, hambatan teknis soal registrasi vaksinasi tidak akan terjadi kembali. Ia menjamin masalah pendaftaran dan verifikasi ke depannya bakal lebih mudah dan menjadi lebih cepat.

"Tahap pertama range waktunya Januari sampai April, termasuk non medis. Namun khusus nakes kita target Maret, agar bisa vaksinasi masuk tahap kedua untuk petugas pelayan publik sambil melihat ketersediaan vaksin," timpalnya.

Baca Juga: Dinas Pariwisata Dorong SDM Pariwisata Mendapat Jatah Vaksinasi 

Berita Terkini Lainnya