Palembang, IDN Times - Keluarga Hardiansyah meminta pemerintah bergerak menangani kabut asap yang menyelimuti Palembang. Permintaan itu disampaikan setelah Hardiansyah meninggal dunia usai mengalami sesak napas pada Jumat, 2 Oktober 2026.
Istri korban, Rika Yunita (39), berharap tak ada lagi korban yang berjatuhan, terutama mereka yang berasal dari kelompok rentan. Asap dari kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dinilai menyesakkan dada bagi penderita asma akut seperti Hardiansyah.
"Harapan kita, pemerintah bergeraklah. Jangan sampai ada korban lagi. Cukup kami saja yang merasakan," ungkap Rika kepada IDN Times, Sabtu (3/10/2026).
