Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Sumber Air Mengering, Water Bombing Tak Optimal Padamkan Karhutla Sumsel
Karhutla yang melanda kawasan Kertapati Palembang (ANTARAFOTO/NOVA WAHYUDI)
  • Karhutla masih terjadi di sejumlah wilayah Sumatra Selatan, dengan tim Manggala Agni memadamkan api di OKI, Muara Enim, Muba, Ogan Ilir, dan Palembang.

  • Pemadaman terkendala area luas, tanah gambut, kanal yang mengering, serta hari tanpa hujan panjang yang menipiskan cadangan air dan menjauhkan api dari sumber air.

  • Angin kencang yang berubah arah dan jarak pandang rendah menghambat operasi water bombing; kebakaran juga kembali muncul di lokasi yang pernah terbakar di Sungai Rambutan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Kebakaran hutan dan lahan masih terjadi di sejumlah wilayah Sumatra Selatan. Pemadaman menghadapi keterbatasan air, luasnya lahan gambut, angin kencang, serta water bombing yang belum optimal akibat jarak pandang rendah.
  • Who?
    Tim Manggala Agni melakukan pemadaman. Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Lahan Wilayah Sumatra Kementerian Kehutanan, Ferdian Krisnanto, menyampaikan kondisi penanganan di lapangan.
  • Where?
    Titik kebakaran berada di Padang Sugihan, Sungai Bungin, Pedamaran, Gumai, Gelumbang, Muara Merang, Sungai Rambutan, Jakabaring, serta wilayah OKI, Muara Enim, Musi Banyuasin, Ogan Ilir, dan Palembang.
  • When?
    Kondisi penanganan disampaikan pada Senin, 28 September 2026. Kebakaran di Sungai Rambutan, Ogan Ilir, ditangani tim Manggala Agni pada Senin pagi.
  • Why?
    Cadangan air menipis akibat hari tanpa hujan yang panjang dan kemarau masih berlangsung. Banyak titik api berada di lahan gambut luas, jauh dari sumber air, sementara angin berubah arah dan jarak pandang rendah.
  • How?
    Tim memadamkan api di sejumlah titik, termasuk kawasan gambut. Air harus ditarik dari jarak lebih jauh karena kanal menyusut, sedangkan water bombing belum dapat membantu optimal di beberapa lokasi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Kebakaran hutan dan tanah masih ada di Sumatra Selatan. Tim Manggala Agni memadamkan api di banyak tempat. Air di kanal sedikit karena lama tidak hujan. Tanah gambut juga luas dan susah dipadamkan. Angin kencang dan pandangan berasap membuat pesawat penyiram air belum bisa bekerja baik. Api muncul lagi di Sungai Rambutan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Palembang, IDN Times - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih terjadi di sejumlah wilayah Sumatra Selatan (Sumsel) di tengah kondisi kekeringan. Tim Manggala Agni kini dikerahkan ke sejumlah titik untuk memadamkan api, termasuk di kawasan gambut yang memiliki keterbatasan sumber air.

"Beberapa lokasi makin susah untuk didekati, kondisi air yang ada di kanal-kanal makin sedikit. Posisi kebakaran juga menjauh dari sumber air, sehingga menarik airnya makin jauh," ungkap Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Lahan Wilayah Sumatra Kementerian Kehutanan, Ferdian Krisnanto, kepada IDN Times, Senin (28/9/2026).

1. Hari tanpa hujan di Sumsel semakin panjang

Pemadaman Karhutla di kawasan Gambut di Desa Kota Bumi, Kecamatan Tanjung Lubuk, Ogan Komering Ilir (OKI) ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

Ferdian menjelaskan, saat ini tim masih fokus melakukan pemadaman di sejumlah lokasi. Di antaranya Suaka Margasatwa Padang Sugihan, Sungai Bungin dan Pedamaran di Ogan Komering Ilir (OKI). Lalu Gumai dan Gelumbang di Muara Enim, Muara Merang di Musi Banyuasin (Muba), serta Sungai Rambutan di Ogan Ilir dan Jakabaring, Palembang.

Menurut Ferdian, pemadaman masih menghadapi sejumlah kendala. Hampir seluruh lokasi yang ditangani memiliki area kebakaran yang luas dengan kondisi tanah gambut. Di sisi lain, ketersediaan sumber air di lapangan juga terbatas.

"Semua punya tingkat kesulitan masing-masing. Hampir semua lokasi luas-luas, tanah gambut dan sumber air terbatas," katanya.

Persoalan ketersediaan air semakin sulit seiring dengan kondisi kemarau yang masih berlangsung. Meski hujan sempat mengguyur sejumlah wilayah Sumsel, curah hujan tersebut belum cukup membantu penanganan karhutla di seluruh lokasi.

"Hari tanpa hujan (HTH) juga panjang kan, sehingga cadangan air makin tipis," jelasnya.

2. Jarak pandang pengaruhi Waterbombing

Proses penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah Sumatra Selatan dalam upaya pemadaman (Dok: Manggala Agni)

Tak hanya persoalan air, Ferdian menyebut kondisi angin turut menyulitkan petugas saat melakukan pemadaman. Ferdian menyebut angin yang kencang dan berubah arah dapat memengaruhi penanganan api di lapangan.

"Angin kencang dan berubah-ubah arah juga kalau siang seperti ini," ujarnya.

Sementara itu, pemadaman melalui udara belum dapat dilakukan secara optimal di sejumlah lokasi. Jarak pandang yang rendah menjadi salah satu kendala untuk pengerahan water bombing.

"Sedangkan WB juga tidak bisa membantu secara optimal karena di beberapa lokasi jarak pandang rendah," jelasnya.

3. Kebakaran kembali berulang di lokasi kebakaran

Karhutla yang melanda kawasan Kertapati Palembang (ANTARAFOTO/NOVA WAHYUDI)

Ferdian juga mengungkapkan adanya karhutla yang kembali terjadi di lokasi yang sebelumnya pernah terbakar. Salah satunya berada di Sungai Rambutan, Ogan Ilir, yang ditangani tim Manggala Agni pada Senin pagi.

"Yang Sungai Rambutan, yang tadi pagi, kebakarannya di lokasi yang pernah terbakar sebelumnya," ungkap dia.

Curated For You

Editorial Team

Related Article