Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Anggota Komisi VII DPR RI, Bambang Haryo Soekartono saat meninjau Pelabuhan Boom Baru Palembang (Dok. Humas DPR RI)
  • Anggota Komisi VII DPR Bambang Haryo meminta Pelabuhan Boom Baru tetap dimaksimalkan saat Tanjung Carat dikembangkan, agar keduanya tidak saling mematikan aktivitas logistik Sumatra Selatan.

  • Bambang mendorong pembagian fungsi dan integrasi Boom Baru-Tanjung Carat dengan kawasan industri serta kereta logistik; Boom Baru masih memiliki kapasitas, dengan load factor sekitar 30 persen.

  • Pelindo menyatakan pengelolaan Tanjung Carat direncanakan di bawah Pelindo, tetapi optimalisasi Boom Baru masih dikaji amid isu akses, kemacetan, pembebasan lahan, lingkungan, dan sedimentasi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Pengembangan Pelabuhan Tanjung Carat di Sumatra Selatan didorong agar terintegrasi dengan Pelabuhan Boom Baru, tanpa menghilangkan fungsi logistik Boom Baru.
  • Who?
    Anggota Komisi VII DPR RI Bambang Haryo Soekartono dan Manager Kepatuhan Bisnis Pelindo Regional 2 Iwan Sanjaya menyampaikan pandangan mengenai pengembangan kedua pelabuhan.
  • Where?
    Pelabuhan Boom Baru di Palembang, Pelabuhan Tanjung Carat, serta kawasan Tanjung Api-Api di Banyuasin, Sumatra Selatan.
  • When?
    Bambang Haryo Soekartono meninjau Pelabuhan Boom Baru pada 6 November 2026. Pernyataannya diterima pada 8 November 2026.
  • Why?
    Pengaturan fungsi kedua pelabuhan diperlukan untuk mencegah persaingan yang merugikan logistik, memanfaatkan kapasitas Boom Baru, dan mendukung pengembangan industri serta KEK.
  • How?
    Integrasi direncanakan melalui pembagian fungsi pelabuhan, pengembangan kawasan industri dan kereta api logistik, serta evaluasi kebijakan. Pengelolaan Tanjung Carat masih menunggu arahan kantor pusat Pelindo.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Pak Bambang datang ke Pelabuhan Boom Baru di Palembang. Ia bilang Pelabuhan Tanjung Carat yang baru jangan membuat Boom Baru jadi sepi. Dua pelabuhan itu diharap bisa saling bantu membawa barang. Tanjung Carat masih akan dibangun dan dikelola Pelindo. Boom Baru masih dipakai, tapi perlu dilihat lagi kegunaannya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Rencana pengembangan Tanjung Carat membuka peluang penataan logistik yang lebih terpadu tanpa mengabaikan aset produktif Boom Baru. Kapasitas Boom Baru yang masih tersedia dapat menopang masa transisi, sementara lahan Tanjung Carat yang lebih luas berpotensi mendukung keterhubungan pelabuhan, kawasan industri, dan kereta api logistik.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Palembang, IDN Times - Anggota Komisi VII DPR RI, Bambang Haryo Soekartono, melakukan kunjungan kerja ke Pelabuhan Boom Baru Palembang pada 6 November 2026. Dalam tinjauan itu, ia menyoroti sistem logistik Sumatra Selatan. Dia mengatakan, aktivitas Pelabuhan Boom Baru tetap harus dimaksimalkan seiring dengan pengembangan Pelabuhan Tanjung Carat di Sumsel.

"Jangan sampai ada dua pelabuhan yang akhirnya saling mematikan (aktivitas logistik)," ujar BHS dalam siaran pers yang diterima, Minggu (8/11/2026).

1. Boom Baru dinilai masih mendukung industri logistik di Sumsel

Aktivitas bongkar muat pupuk NPK milik Pusri di PTP Nonpetikemas Pelabuhan Boom Baru Palembang dari distribusi pengiriman Vietnam (IDN Times/Feny Maulia Agustin)

Lebih lanjut, kata Bambang, kehadiran Pelabuhan Tanjung Carat di Sumsel tidak boleh membuat Pelabuhan Boom Baru kehilangan fungsi. Dua pelabuhan itu justru perlu ditempatkan dalam satu sistem agar saling menguatkan, terutama ketika kawasan industri dan logistik di wilayah Pelabuhan Tanjung Api-Api, Banyuasin, mulai dikembangkan.

"Keberadaan dua pelabuhan dengan fungsi yang berdekatan harus dikaji sejak awal agar tidak terjadi persaingan yang justru merugikan sistem logistik," jelasnya.

Menurut Bambang, Boom Baru masih memiliki kapasitas yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung pertumbuhan industri Sumsel. Dia menyebut, kapasitas dermaga, peralatan bongkar muat, serta terminal penumpukan peti kemas masih memungkinkan untuk dikembangkan.

"Load factor berada di kisaran 30 persen, masih menunjukkan ruang untuk peningkatan aktivitas pelabuhan," kata dia.

2. Tanjung Carat dan Boom Baru diharapkan jadi sistem pelabuhan integrasi

Pelabuhan Boom Baru Palembang (IDN Times/Feny Maulia Agustin)

Bambang menilai pengembangan Tanjung Carat membawa persoalan baru. Kawasan tersebut direncanakan terintegrasi dengan kawasan industri atau Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), sekaligus menjadi bagian dari jaringan logistik yang lebih besar.

“Bagusnya adalah terintegrasi dengan kawasan industri yang kita harapkan, Pak Gubernur bisa melanjutkan target-target pengembangan kawasan industri yang terintegrasi dengan kepelabuhanan dan terintegrasi dengan KA logistik yang sudah direncanakan dulu,” ujarnya.

Bagi Bambang, pembangunan Tanjung Carat seharusnya tidak berhenti pada pembangunan fasilitas pelabuhan. Kawasan itu harus dipikirkan sebagai bagian dari ekosistem industri. Dengan lahan yang disebut jauh lebih luas dibandingkan Boom Baru, Tanjung Carat memiliki peluang untuk dikembangkan bersama kawasan industri dan jaringan kereta api logistik.

Sementara Boom Baru di sisi lain masih memiliki aset, fasilitas, dan kapasitas yang dapat dimanfaatkan selama masa transisi pembangunan Tanjung Carat. Oleh karena itu, persoalannya bukan memilih Boom Baru atau Tanjung Carat, melainkan menentukan fungsi masing-masing agar pembangunan pelabuhan baru tidak menghilangkan aset yang masih produktif.

Bambang mendorong agar evaluasi dilakukan sebelum seluruh keputusan pengembangan ditetapkan. Menurutnya, sinkronisasi kebijakan pusat dan daerah penting agar rencana pembangunan tak berubah hanya karena pergantian pemerintahan.

“Jangan sampai perubahan dari pemerintahan terus mengubah satu kebijakan yang mungkin sudah menjadi target baik pemerintah daerah maupun pemerintah pusat,” ujarnya.

Jika integrasi tersebut berjalan, Boom Baru dapat ditempatkan dalam fungsi yang sesuai dengan kapasitas dan lokasinya, sementara Tanjung Carat menjadi simpul baru yang menopang ekspansi industri dan logistik Sumsel.

3. Pelabuhan Tanjung Carat direncanakan tetap di bawah Pelindo

Pengiriman Peti Kemas di Pelabuhan Boom Baru Palembang (IDN Times/Feny Maulia Agustin)

Manager Kepatuhan Bisnis Pelindo Regional 2, Iwan Sanjaya, menambahkan bahwa, berdasarkan informasi yang diterima, pengelolaan Pelabuhan Tanjung Carat nantinya direncanakan tetap berada di bawah Pelindo. Namun, keputusan tersebut masih menunggu arahan dan usulan dari kantor pusat Pelindo. Sebab, pengelolaan perusahaan saat ini dilakukan secara tersentralisasi.

“Rencana informasinya, planning awalnya itu mau dikonsentrasikan di sana semua. Baik kontainer, baik itu konvensional ataupun non-kontainer (non-petikemas), itu dikonsentrasikan di sana,” kata Iwan.

Dari skenario itu, Tanjung Carat diproyeksikan menjadi kawasan pelabuhan dengan aktivitas yang lebih terpusat. Sementara itu, masa depan Boom Baru masih membutuhkan kajian karena pelabuhan yang berada di kawasan perkotaan Palembang sudah menghadapi persoalan akses dan kemacetan.

Iwan menyampaikan, belum ada keputusan mengenai bentuk optimalisasi Boom Baru. Menurutnya, pembangunan Tanjung Carat membutuhkan waktu, sehingga keberadaan Boom Baru tidak bisa serta-merta dianggap selesai fungsinya.

Kata dia, sejumlah aspek masih perlu dikaji, mulai dari pembebasan lahan, kajian lingkungan, hingga kesiapan teknis sebelum pembangunan fisik dilakukan. Sedangkan hal penting yang saat ini terus disorot adalah masalah sedimentasi.

Menurutnya sedimentasi merupakan persoalan lazim yang dihadapi pelabuhan, terlebih pelabuhan yang berada di kawasan sungai. Kondisi tersebut membutuhkan pengerukan dan pemeliharaan kolam secara berkala.

“Sedimentasi ini memang menjadi polemik di setiap pelabuhan. Apalagi kalau kami ini masuk kategori pelabuhan sungai. Nah, pelabuhan sungai itu perlu adanya kegiatan dredging atau pengerukan pemeliharaan kolam secara rutin,” jelas dia.

Iwan mengatakan, kondisi kedalaman Sungai Musi dan kolam pelabuhan saat ini masih dalam batas toleransi. Namun, keterbatasan kedalaman tetap harus menjadi pertimbangan bagi pengguna jasa pelabuhan.

“Kami juga menyampaikan kepada teman-teman pemilik barang yang mempergunakan shipping line, dengan kondisi kedalaman sungai, kedalaman kolam pelabuhan yang terbatas, mereka bisa menyesuaikan,” jelasnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article