Pengiriman Peti Kemas di Pelabuhan Boom Baru Palembang (IDN Times/Feny Maulia Agustin)
Manager Kepatuhan Bisnis Pelindo Regional 2, Iwan Sanjaya, menambahkan bahwa, berdasarkan informasi yang diterima, pengelolaan Pelabuhan Tanjung Carat nantinya direncanakan tetap berada di bawah Pelindo. Namun, keputusan tersebut masih menunggu arahan dan usulan dari kantor pusat Pelindo. Sebab, pengelolaan perusahaan saat ini dilakukan secara tersentralisasi.
“Rencana informasinya, planning awalnya itu mau dikonsentrasikan di sana semua. Baik kontainer, baik itu konvensional ataupun non-kontainer (non-petikemas), itu dikonsentrasikan di sana,” kata Iwan.
Dari skenario itu, Tanjung Carat diproyeksikan menjadi kawasan pelabuhan dengan aktivitas yang lebih terpusat. Sementara itu, masa depan Boom Baru masih membutuhkan kajian karena pelabuhan yang berada di kawasan perkotaan Palembang sudah menghadapi persoalan akses dan kemacetan.
Iwan menyampaikan, belum ada keputusan mengenai bentuk optimalisasi Boom Baru. Menurutnya, pembangunan Tanjung Carat membutuhkan waktu, sehingga keberadaan Boom Baru tidak bisa serta-merta dianggap selesai fungsinya.
Kata dia, sejumlah aspek masih perlu dikaji, mulai dari pembebasan lahan, kajian lingkungan, hingga kesiapan teknis sebelum pembangunan fisik dilakukan. Sedangkan hal penting yang saat ini terus disorot adalah masalah sedimentasi.
Menurutnya sedimentasi merupakan persoalan lazim yang dihadapi pelabuhan, terlebih pelabuhan yang berada di kawasan sungai. Kondisi tersebut membutuhkan pengerukan dan pemeliharaan kolam secara berkala.
“Sedimentasi ini memang menjadi polemik di setiap pelabuhan. Apalagi kalau kami ini masuk kategori pelabuhan sungai. Nah, pelabuhan sungai itu perlu adanya kegiatan dredging atau pengerukan pemeliharaan kolam secara rutin,” jelas dia.
Iwan mengatakan, kondisi kedalaman Sungai Musi dan kolam pelabuhan saat ini masih dalam batas toleransi. Namun, keterbatasan kedalaman tetap harus menjadi pertimbangan bagi pengguna jasa pelabuhan.
“Kami juga menyampaikan kepada teman-teman pemilik barang yang mempergunakan shipping line, dengan kondisi kedalaman sungai, kedalaman kolam pelabuhan yang terbatas, mereka bisa menyesuaikan,” jelasnya.