Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Pemkot Siapkan Double Cross Drain Antisipasi Banjir Palembang
Asisten II Setda Palembang Isnaini Madani (IDN Times/Feny Maulia Agustin)
  • Pemkot Palembang menyiapkan pembangunan double cross drain untuk mengantisipasi genangan di sekitar 12 titik rawan banjir, termasuk kawasan UIGM yang kerap tergenang saat hujan deras.

  • Pembangunan double cross drain di kawasan UIGM ditargetkan pada 2027 melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional karena ruas tersebut berstatus jalan nasional.

  • Penanganan juga mencakup pembesaran cross drain di Jalan Bay Salim, drainase 160 meter di Jalan Mayor Ruslan, serta pembersihan sedimentasi dan sampah di Jalan Abdul Rozak.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Pemkot Palembang menyiapkan pembangunan double cross drain, pembesaran saluran, pembangunan drainase, dan pembersihan saluran untuk mengantisipasi genangan di 12 titik rawan banjir.
  • Who?
    Pemkot Palembang melalui Dinas PUPR, Asisten II Setda Palembang Isnaini Madani, serta Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional terlibat dalam rencana penanganan infrastruktur.
  • Where?
    Penanganan difokuskan di 12 titik Palembang, termasuk Simpang Polda-UIGM, Jalan Bay Salim, Mayor Ruslan, H. Abdul Rozak, Siti Fatimah, Siti Khadijah, Angkatan 45, dan Kapten A. Rivai.
  • When?
    Rencana pembangunan double cross drain di kawasan UIGM dan pembesaran cross drain Jalan Bay Salim ditargetkan berlangsung pada 2027. Peninjauan disampaikan pada Rabu, 23 September 2026.
  • Why?
    Langkah ini dilakukan karena sejumlah kawasan kerap tergenang saat hujan deras, sementara sedimentasi lumpur, pasir, sampah, dan hambatan saluran hilir mengganggu aliran air.
  • How?
    Pemkot memetakan penanganan jangka pendek dan panjang melalui peninjauan drainase, pembangunan double cross drain, pembesaran cross drain, saluran sepanjang sekitar 160 meter, serta pembersihan saluran berkala.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Pemerintah Kota Palembang sedang melihat tempat yang sering kebanjiran. Ada 12 tempat, seperti dekat UIGM dan Jalan Bay Salim. Mereka mau membuat saluran air lebih besar dan lebih banyak supaya air hujan bisa mengalir. Di Jalan Mayor Ruslan juga mau dibuat saluran 160 meter. Saluran yang penuh lumpur, pasir, dan sampah harus dibersihkan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Langkah Pemkot Palembang memetakan 12 titik rawan banjir dan meninjau langsung kondisi drainase menunjukkan penanganan yang lebih terarah. Rencana double cross drain, pembesaran saluran, serta pembangunan drainase yang terhubung ke Sungai Bendung mencerminkan perhatian pada kebutuhan tiap kawasan, termasuk pembersihan hambatan sedimentasi dan sampah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Palembang, IDN Times - Pemerintah Kota Palembang mulai menyiapkan skema dan kesiapan infrastruktur untuk mengantisipasi wilayah tergenang air. Dari tinjauan
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Palembang memiliki sekitar 12 titik rawan banjir.

"Pemerintah berencana melakukan pembangunan double cross drain di wilayah rawan (titik banjir)," ujar Asisten II Setda Palembang Isnaini Madani, Rabu (23/9/2026).

1. Kawasan UIGM jadi perhatian Pemkot Palembang

Kondisi Banjir Palembang (Dok. IDN Times)

Tak hanya kesiapan infrastruktur wilayah, Pemkot Palembang juga melakukan pengecekan drainase atau saluran air sekaligus memetakan penanganan banjir di lokasi-lokasi rawan air tergenang dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

"Kita melakukan sejumlah peninjauan di beberapa lokasi," kata dia.

Diketahui, sejumlah lokasi peninjauan meliputi kawasan Simpang Polda dan Universitas Indo Global Mandiri (UIGM), Jalan Bay Salim, Jalan Mayor Ruslan, serta Jalan Residen Abdul Rozak.

"Salah satu titik yang menjadi perhatian adalah kawasan UIGM yang kerap mengalami genangan cukup tinggi ketika hujan deras," jelasnya.

2. Ada lokasi yang butuh pembangunan saluran drainase sepanjang 160 meter

Banjir Palembang (Dok. IDN Times)

Menurut Isnaini, pemerintah berencana melakukan pembangunan double cross drain di lokasi tersebut. Pembangunan ditargetkan pada 2027 melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional.

"Tanggung jawab balai karena ruas jalan berstatus jalan nasional. Saat ini di jalan tersebut ada satu cross drain. Namun, akan lebih optimal jika menjadi double cross drain," kata dia.

Sementara itu, di kawasan Jalan Bay Salim, pemerintah berencana melakukan pembesaran cross drain pada 2027. Penanganan itu akan menggunakan APBD karena ruas jalan tersebut merupakan jalan kota.

"Di Jalan Mayor Ruslan, diperlukan pembangunan saluran drainase sepanjang sekitar 160 meter. Saluran tersebut nantinya akan terhubung dengan saluran menuju muara Sungai Bendung," jelasnya.

3. Palembang punya 12 titik lokasi rawan banjir

Ilustrasi banjir Palembang (IDN Times/Feny Maulia Agustin)

Isnaini juga menyoroti kondisi cross drain di Jalan A. Rozak, tepatnya di sekitar kawasan Peninsula dan SMA Kumbang. Di lokasi itu ditemukan sumbatan akibat sedimentasi serta hambatan pada saluran menuju bagian hilir.

Menurutnya, saluran air harus dibersihkan secara berkala. Persoalan genangan tidak hanya disebabkan oleh sedimentasi berupa lumpur dan pasir, tetapi juga oleh tumpukan sampah yang menghambat aliran air.

Adapun 12 titik yang menjadi fokus peninjauan pemerintah meliputi kawasan Polda dan UIGM, Jalan Siti Fatimah, Jalan Bay Salim dan Mayor Ruslan, Jalan Siti Khadijah, Jalan Angkatan 45, Jalan Kapten A. Rivai, Kambang Iwak, kawasan Damri, Asrama Haji, Jalan H. Abdul Rozak, serta kawasan SMK Negeri 2 Palembang.

Curated For You

Editorial Team

Related Article