Palembang, IDN Times - Redaksi IDN Times menerima pernyataan tertulis berupa Hak Jawab dari Pemerintah Kota Palembang terkait pemberitaan berjudul "Wali Kota Palembang Ratu Dewa Masih Merasa 'Enjoy' di Tengah Kabut Asap" yang dipublikasikan pada Senin, 5 Oktober 2026.
Redaksi memastikan bahwa kata "enjoy" yang dimuat dalam berita sebelumnya telah dikutip secara akurat berdasarkan rekaman wawancara langsung bersama Wali Kota Ratu Dewa, yang juga dapat disaksikan secara utuh melalui unggahan video Instagram Reels resmi IDN Times.
Meski demikian, sebagai bentuk kepatuhan terhadap kode etik jurnalistik dan prinsip keberimbangan berita, redaksi memberikan ruang proporsional bagi Pemerintah Kota Palembang untuk mengklarifikasi konteks di balik pernyataan tersebut.
Dalam hak jawab resminya, Pemerintah Kota Palembang mengklarifikasi bahwa diksi "enjoy" yang diucapkan tidak merujuk pada rasa senang, nyaman, maupun ketidakpedulian terhadap kondisi warga yang tengah berhadapan dengan bencana kabut asap dan lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Istilah tersebut diklaim sebagai bentuk penekanan mengenai pentingnya menjaga ketenangan, pengendalian diri, dan fokus seorang kepala daerah ketika memimpin dalam situasi krisis darurat.
Wali Kota Palembang Ratu Dewa menuturkan bahwa sikap panik dari seorang pemimpin justru berpotensi mengganggu kejernihan berpikir, yang pada akhirnya akan menyulitkan proses pengambilan keputusan. Ia memastikan dirinya sangat memahami sekaligus merasakan keprihatinan atas kesulitan yang tengah mendera warganya akibat persoalan asap dan krisis air bersih.
"Tidak ada kata ‘enjoy’ dalam arti senang atau nyaman ketika warga sedang menderita. Yang saya maksud adalah seorang pemimpin harus tetap tenang dan mampu mengendalikan diri dalam menghadapi krisis. Kalau pemimpin ikut panik, tentu akan lebih sulit mencari solusi dan mengambil keputusan yang tepat. Ketegaran itu bukan berarti tidak peduli, melainkan cara untuk tetap fokus bekerja melindungi masyarakat," tegas Ratu Dewa dalam keterangan tertulisnya.
Sebagai wujud nyata dari sikap tenang yang dimaksud, Pemerintah Kota Palembang mengklaim telah menginstruksikan jajaran di lapangan untuk mengeksekusi sejumlah langkah penanganan konkret. Dari sisi kesehatan, seluruh puskesmas dan fasilitas kesehatan daerah kini disiagakan secara penuh untuk melayani warga yang mengalami gangguan pernapasan. Upaya ini turut dibarengi dengan intensifikasi distribusi masker yang menyasar langsung kelompok rentan, seperti anak-anak, warga lanjut usia, serta penderita penyakit bawaan.
Langkah mitigasi juga diperluas hingga ke sektor lingkungan dan pendidikan. Pemerintah Kota Palembang memperkuat koordinasi bersama Satuan Tugas (Satgas) Karhutla guna melakukan penyiraman ruas jalan secara berkala serta mendistribusikan pasokan air bersih ke berbagai wilayah terdampak kekeringan. Sementara itu, sebagai bentuk perlindungan bagi kelompok usia sekolah, aktivitas belajar-mengajar di luar ruangan mulai dibatasi menyesuaikan dengan tingkat bahaya polusi udara harian.
Pemerintah Kota Palembang memastikan bahwa seluruh perangkat daerah diinstruksikan untuk memantau perkembangan situasi di wilayah masing-masing secara ketat agar setiap laporan warga dapat segera ditindaklanjuti. Melalui hak jawab ini, pihak pemerintah kota menegaskan bahwa ketenangan dalam menghadapi krisis tidak boleh disalahartikan sebagai sikap bersantai atas penderitaan masyarakat, sembari mengimbau seluruh warga untuk terus mematuhi anjuran kesehatan selama kualitas udara belum membaik.
