Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Lompat dari Jembatan Ampera Palembang, Pria Usia 48 Tahun Selamat

Kota Palembang
3 min read
Lompat dari Jembatan Ampera Palembang, Pria Usia 48 Tahun Selamat
Korban lompat ke sungai Musi dari Jembatan Ampera (Dok: Polrestabes Palembang)
  • DR (48) selamat setelah melompat dari Jembatan Ampera Palembang dan dievakuasi warga menggunakan perahu dari Sungai Musi ke RS AK Gani.

  • Saksi menemukan handphone dan sandal yang diduga milik korban di jembatan, lalu segera melaporkan kejadian tersebut kepada polisi.

  • Polisi menyatakan DR mengalami tekanan akibat masalah rumah tangga; kondisinya stabil dan masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Palembang, IDN Times - Seorang pria berinisial DR (48) selamat setelah melompat dari atas Jembatan Ampera Palembang. Korban langsung diselamatkan warga sekitar setelah sebelumnya berniat mengakhiri hidup karena persoalan rumah tangga.

"Setelah mendapatkan informasi, anggota langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan dan mengamankan barang-barang milik korban," ungkap Kanit Gakkum Satpolair Polrestabes Palembang AKP Kamil Al Rasyid, Selasa (22/9/2026).

  1. 1. Korban dievakuasi ke RS AK Gani

    Korban lompat ke sungai Musi dari Jembatan Ampera
    Korban lompat ke sungai Musi dari Jembatan Ampera (Dok: Polrestabes Palembang)

    Kamil menjelaskan, korban berhasil dievakuasi oleh warga yang melintas menggunakan perahu. Korban langsung dievakuasi menuju RS AK Gani untuk menjalani perawatan medis.

    "Korban dievakuasi dari Sungai Musi karena kebetulan ada perahu yang melintas," ungkap dia.

  2. 2. Saksi laporkan kejadian ke polisi

    Ilustrasi bunuh diri. (IDN Times/Mia Amalia)
    Ilustrasi bunuh diri. (IDN Times/Mia Amalia)

    Seorang saksi bernama Sulaiman Kayca mengaku sempat melihat barang-barang korban di atas Jembatan Ampera. Di antaranya, handphone dan sandal yang diduga milik korban.

    "Saksi kemudian lansung melapor ke polisi," beber Kamil.

  3. 3. Korban sedang dalam masalah rumah tangga

    Ilustrasi bunuh diri (IDN Times)
    Ilustrasi bunuh diri (IDN Times)

    Usai menjalani perawatan polisi langsung melakukan pemeriksaan kepada korban. Dari pengakuannya diketahui pelaku dalam kondisi masalah rumah tangga sehingga mengalami tekanan yang berat.

    "Dari keterangan korban, persoalan yang dihadapi berkaitan dengan masalah rumah tangga," jelas Kamil.

    Polisi memastikan kondisi korban stabil dan masih dalam perawatan intensif di RS. Dirinya mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan tindakan gegabah yang membahayakan diri.

    "Masyarakat dapat menghubungi keluarga, orang terdekat, tenaga profesional dalam meminta bantuan ketika dalam masalah," kata Kamil.

  4. 4. Mari bersama cegah perilaku bunuh diri

    Ilustrasi bunuh diri (IDN Times/Mardya Shakti)
    Ilustrasi bunuh diri (IDN Times/Mardya Shakti)

    Bunuh diri merupakan masalah kesehatan jiwa serius yang sering diabaikan masyarakat. Jika kamu membutuhkan pertolongan atau mengenal seseorang yang membutuhkan bantuan, kamu bisa menghubungi layanan konseling pencegahan bunuh diri, di nomor telepon gawat darurat (emergency) hotline (021) 500–454 atau 119, bebas pulsa.

    Menurut data dari Kementerian Kesehatan RI, saat ini sudah terdapat lebih dari 3.000 Puskesmas yang memiliki layanan kesehatan jiwa. Kamu bisa menghubungi atau langsung mendatangi Puskesmas terdekat untuk mengetahui apakah mereka melayani kesehatan jiwa. 

    Bagi pemegang BPJS, konsultasi kejiwaan di Puskesmas tidak dikenakan biaya alias gratis. Jika belum memiliki BPJS, kamu tetap bisa berkonsultasi dengan biaya administrasi sebesar Rp5.000.Selain itu, Kemenkes RI juga menyiapkan 5 RS jiwa rujukan yang dilengkapi dengan layanan konseling kesehatan jiwa dan pencegahan bunuh diri. 

    RS jiwa tersebut ialah:

    1. RSJ Amino Gondohutomo Semarang, nomor telepon (024) 6722565
    2. RSJ Marzoeki Mahdi Bogor, nomor telepon (0251) 8324024, 8324025, 8320467
    3. RSJ Soeharto Heerdjan Jakarta, nomor telepon (021) 5682841
    4. RSJ Prof Dr Soerojo Magelang, nomor telepon (0293) 363601
    5. RSJ Radjiman Wediodiningrat Malang, nomor telepon (0341) 423444
    6. NGO Indonesia pencegahan bunuh diri: Jangan Bunuh diri telp: (021) 9696 9293 email: janganbunuhdiri@yahoo.com
    7. Organisasi INTO THE LIGHT message via page FB: Into The Light Indonesia (@IntoTheLightID) direct message via Twitter: @IntoTheLightID
    8. Kementrian Kesehatan Indonesia telp:(021) 500454

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More