Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kasus ISPA Palembang Melonjak Tembus 12 Ribu, Nihil Angka Kematian
Kepala Dinkes Palembang Fenty Aprina (IDN Times/Feny Maulia Agustin)
  • Dinas Kesehatan Palembang mencatat 12.589 kasus ISPA pada 1-21 September 2026, dengan pasien ditangani di rumah sakit dan puskesmas.
  • Meski kasus ISPA melonjak hingga pekan ketiga September, Dinkes Palembang memastikan tidak ada kematian akibat penyakit tersebut.
  • Lonjakan dikaitkan dengan kabut asap karhutla dan kualitas udara memburuk; warga dari semua usia diimbau memakai masker selama musim kemarau.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Palembang mencapai 12.589 kasus pada 1-21 September 2026, sementara angka kematian akibat ISPA tercatat nol.
  • Who?
    Dinas Kesehatan Kota Palembang dan Kepala Dinas Kesehatan Palembang Fenty Aprina menangani pemantauan kasus; penderita mencakup anak-anak hingga lanjut usia.
  • Where?
    Kasus tercatat di Kota Palembang, dengan pasien ditangani di berbagai rumah sakit dan puskesmas.
  • When?
    Data kasus dihimpun untuk periode 1-21 September 2026 dan disampaikan Fenty Aprina pada Kamis, 24 September 2026.
  • Why?
    Lonjakan kasus kemungkinan berkaitan dengan kebakaran hutan dan lahan yang menimbulkan kabut asap serta memengaruhi kualitas udara Palembang dan sekitarnya pada musim kemarau.
  • How?
    Dinas Kesehatan meminta masyarakat memakai masker selama musim kemarau untuk mengurangi risiko gangguan pernapasan dan paparan udara tidak sehat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Di Palembang, banyak orang sakit ISPA sampai 12.589 orang dari 1 sampai 21 September 2026. Dinas Kesehatan bilang tidak ada orang yang meninggal karena sakit ini. Asap dari kebakaran hutan dan lahan mungkin membuat udara jadi tidak sehat. Anak-anak sampai orang tua bisa kena. Sekarang warga diminta pakai masker saat musim kemarau.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Di tengah lonjakan kasus ISPA di Palembang, tidak adanya kematian menunjukkan bahwa para penderita telah ditangani di berbagai rumah sakit dan puskesmas. Pernyataan Dinas Kesehatan juga memberi perhatian pada risiko kabut asap bagi seluruh kelompok usia, disertai penekanan penggunaan masker sebagai langkah perlindungan saat musim kemarau.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Palembang, IDN Times - Dinas Kesehatan Kota Palembang mencatat, kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) mengalami lonjakan signifikan hingga pekan ketiga September 2026. Namun, dari kenaikan itu, angka kematian akibat penyakit tersebut dipastikan nol kasus.

"Alhamdulillah, kabar baiknya tidak ada pasien yang meninggal dunia akibat ISPA," ujar Kepala Dinas Kesehatan Palembang, Fenty Aprina, Kamis (24/9/2026).

1. Kasus ISPA capai 12 ribu hingga pekan ketiga September

Ilustrasi Anak penyakit ISPA. (IDN Times/Anjani Asra)

Berdasarkan laporan September 2026 hingga pekan ketiga, kasus ISPA di Palembang mencapai angka 12.589 dan penderitanya sudah ditangani di berbagai fasilitas kesehatan, rumah sakit maupun puskesmas.

"Periode tanggal 1-21 terakhir ini, kasus ISPA mencapai 12 ribu lebih," ungkapnya.

2. ISPA melonjak sepanjang musim kemarau

ilustrasi kekeringan akibat musim kemarau (pexels.com/Dominika P)

Dia menyampaikan bahwa kemungkinan kasus ISPA melonjak disebabkan oleh kondisi kebakaran hutan dan lahan yang menyebabkan kabut asap dan mulai memengaruhi kualitas udara yang memburuk di wilayah Palembang dan sekitarnya.

"Ini jadi salah satu yang paling terdampak, terutama pada musim kemarau," kata dia.

3. Imbau masyarakat Palembang pakai masker selama musim karhutla

Proses pemadaman karhutla. Dok. BPBD Jatim.

Lebih lanjut, Fenty menyampaikan, ISPA tak hanya menyerang kelompok tertentu, tetapi juga seluruh lapisan masyarakat. Mulai dari anak-anak hingga lanjut usia, semuanya berisiko mengalami gangguan pernapasan akibat paparan udara yang tidak sehat.

"Selama musim kemarau ini, masyarakat kami minta untuk menggunakan masker sebagai cara yang efektif agar terhindar dari penyebaran ISPA, terutama saat musim kemarau," jelasnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article