Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Karantina Indonesia: Teknologi AI Dorong Pertanian Sumsel Adaptif
ilustrasi penggunaan teknologi dalam pertanian (pexels.com/Aleksander Dumała)
  • Karantina Indonesia menilai AI, IoT, drone, sensor, citra satelit, big data, dan bioteknologi dapat membangun pertanian Sumsel yang presisi, adaptif, serta memperkuat biosekuriti.

  • Karantina Sumsel menggelar program praktisi di Fakultas Pertanian Unsri untuk memperkuat kerja sama dan mengenalkan perkarantinaan kepada mahasiswa sebagai pelindung sumber daya hayati.

  • Biosekuriti bertujuan menekan risiko organisme pengganggu tumbuhan, penyakit hewan, dan spesies invasif melalui pengawasan pre-border hingga post-border berbasis risiko, surveilans, diagnostik, serta ketertelusuran.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Karantina Indonesia mendorong pemanfaatan AI, IoT, drone, sensor, citra satelit, big data, dan bioteknologi untuk membangun pertanian Sumatra Selatan yang presisi, adaptif, serta memperkuat biosekuriti.
  • Who?
    Badan Karantina Indonesia, Karantina Sumatra Selatan, Fakultas Pertanian Universitas Sriwijaya, mahasiswa, Kepala Badan Karantina Indonesia Abdul Kadir Karding, dan Kepala Karantina Sumsel Sri Endah Ekandari terlibat dalam kegiatan tersebut.
  • Where?
    Kegiatan pengenalan perkarantinaan dilaksanakan bersama mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Sriwijaya di Sumatra Selatan; lokasi rinci kegiatan per saat ini masih belum diketahui.
  • When?
    Program praktisi Karantina Indonesia bersama mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Sriwijaya berlangsung pada 24 September 2026. Keterangan Abdul Kadir Karding dikutip pada Jumat, 25 September 2026.
  • Why?
    Teknologi dan pemahaman biosekuriti didorong untuk mengurangi risiko masuk serta penyebaran organisme pengganggu tumbuhan, penyakit hewan, dan organisme asing invasif.
  • How?
    Penguatan dilakukan melalui program Goes to Campus, berbagi pengalaman perkarantinaan, serta penerapan pengawasan pre-border, border, dan post-border berbasis manajemen risiko, surveilans, diagnostik, dan ketertelusuran.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Karantina Indonesia mengajak mahasiswa Universitas Sriwijaya belajar tentang menjaga tanaman dan hewan dari penyakit. Mereka juga mengenal AI, drone, sensor, dan alat digital lain untuk membantu petani di Sumatra Selatan. Sekarang, Karantina Sumsel dan kampus bekerja sama supaya anak muda bisa memakai teknologi sambil menjaga pertanian tetap aman.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Perpaduan AI, IoT, sensor, dan teknologi digital membuka ruang bagi pertanian Sumatra Selatan untuk menjadi lebih presisi sekaligus memperkuat biosekuriti. Keterlibatan mahasiswa Unsri melalui program praktisi memperlihatkan bahwa pengenalan perkarantinaan dapat berjalan bersama inovasi, membangun pemahaman sejak kuliah tentang perlindungan sumber daya hayati dan pengelolaan risiko.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Palembang, IDN Times - Sektor pertanian Sumatra Selatan mampu mengikuti perkembangan teknologi dan digitalisasi perubahan zaman. Selain membuka peluang untuk membangun sistem pertanian yang makin presisi dan adaptif, pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) turut memperkuat biosekuriti karantina Indonesia.

"Selain AI, teknologi Internet of Things (IoT), drone, sensor, citra satelit, big data, hingga pengembangan bioteknologi mampu bertransformasi lebih kuat dalam membangun sistem biosecurity," ujar Kepala Badan Karantina Indonesia Abdul Kadir Karding, dikutip Jumat (25/9/2026).

1. Karantina berperan melindungi sumber daya hayati

Lahan Pertanian Terasering di Perbukitan (Pexels / Tom Fisk)

Sebelumnya, Karantina Indonesia terus mendorong generasi muda agar lebih peka terhadap peluang pertanian. Salah satunya adalah memberikan program praktisi yang melibatkan pegawai Karantina untuk berbagi pengalaman perkarantinaan kepada mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Sriwijaya pada 24 September 2026.

Menurut Kepala Karantina Sumsel, Sri Endah Ekandari, kegiatan Goes to Campus sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat kerja sama yang telah terjalin antara Karantina Sumsel dan Unsri.

“Melalui kegiatan seperti ini, kami ingin mahasiswa tidak hanya memahami pertanian dari sisi produksi, tetapi juga mengenal pentingnya perkarantinaan dalam melindungi sumber daya hayati," kata dia.

2. Mahasiswa diharapkan mampu membangun pertanian ke depan

ilustrasi Indonesia, sawah, pertanian, padi (pexels.com/Irgi Nur Fadil)

Endah menyampaikan, teknologi harus sejalan dengan pengenalan biosecurity kepada mahasiswa. Sebab katanya, melalui perkembangan digital, generasi emas dapat melanjutkan pembangunan sektor pertanian.

“Mahasiswa adalah generasi yang akan melanjutkan pembangunan pertanian ke depan, sehingga pemahaman dan kepedulian terhadap kekarantinaan perlu mulai ditumbuhkan sejak di bangku kuliah,” kata dia.

3. Inovasi tanpa biosecurity menciptakan risiko

ilustrasi pertanian (magnific.com/wirestock)

Berdasarkan konteks perkarantinaan, biosecurity penting dipahami karena mampu mengurangi risiko masuknya dan tersebarnya organisme pengganggu tumbuhan, penyakit hewan, serta organisme asing invasif.

Biosecurity ini katanya, termasuk pengawasan pendekatan pre-border, border, hingga post-border yang perlu diperkuat dengan manajemen berbasis risiko, surveilans, diagnostik, dan ketertelusuran.

"Inovasi tanpa biosecurity menciptakan risiko, dan biosecurity tanpa inovasi akan tertinggal," jelasnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article