Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Herman Deru Tak Bisa Pastikan Ojol Palembang Meninggal karena ISPA
Istri korban Rika Yunita (39) menceritakan kisah sang suami yang harus menderita karena Kebakaran Lahan (IDN Times/Rangga Erfizal)
  • Gubernur Sumsel Herman Deru belum memastikan Hardiansyah, pengemudi ojol yang meninggal, wafat akibat ISPA karena penyebab kematian harus dibuktikan melalui otopsi.

  • Pemerintah Sumsel memfokuskan penanganan karhutla penyebab asap dengan pengerahan darat dan udara, sementara aparat telah melakukan penegakan hukum terhadap pelaku manusia.

  • Pemprov Sumsel membuka pos layanan ISPA gratis; RSUD Palembang menyatakan Hardiansyah tiba tanpa nadi dan napas, tidak merespons resusitasi, lalu dinyatakan meninggal pukul 07.42 WIB.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Hardiansyah (41), pengemudi ojek online di Palembang, meninggal setelah tiba di IGD dalam kondisi tidak sadar. Dugaan kematian terkait ISPA di tengah kabut asap belum dapat dipastikan secara medis.
  • Who?
    Hardiansyah, Gubernur Sumsel Herman Deru, tim medis RSUD Palembang Bari, Pemprov Sumsel, TNI, Polri, dan aparat penegak hukum terlibat dalam penanganan kesehatan serta kebakaran hutan dan lahan.
  • Where?
    Peristiwa ini terjadi di Palembang, Sumatra Selatan. Hardiansyah mendapat penanganan di IGD RSUD Palembang Bari, sementara kabut asap berdampak di sejumlah wilayah Sumsel.
  • When?
    Hardiansyah dinyatakan meninggal dunia saat tiba di rumah sakit pada pukul 07.42 WIB. Kondisinya disampaikan RSUD Palembang Bari pada Sabtu, 3 Oktober 2026, sedangkan Herman Deru memberi keterangan 5 Oktober 2026.
  • Why?
    Penyebab kematian Hardiansyah per saat ini masih belum diketahui. Herman Deru menyatakan dugaan kematian akibat ISPA tidak dapat dibenarkan atau ditolak tanpa pembuktian medis melalui autopsi.
  • How?
    Tim medis memeriksa Hardiansyah tanpa denyut nadi dan napas, lalu melakukan resusitasi jantung paru serta pemberian obat, tetapi tidak ada respons. Pemerintah menangani karhutla melalui jalur darat dan udara serta menyediakan pos pengobatan ISPA gratis.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Hardiansyah, pengemudi ojek online di Palembang, meninggal saat banyak asap. Ia sampai di rumah sakit tanpa napas dan tanpa denyut nadi. Dokter mencoba menolong, tapi ia tidak merespons. Gubernur Herman Deru belum tahu apakah ia meninggal karena sakit napas. Pemerintah sedang memadamkan kebakaran dan memberi obat ISPA gratis.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Palembang, IDN Times - Kabar meninggalnya seorang pengemudi ojek online (ojol) Hardiansyah (41) di tengah kondisi kabut asap di Sumatra Selatan (Sumsel) sudah masuk ke telinga Gubernur Sumsel Herman Deru. Korban sebelumnya diduga mengalami gangguan pernapasan setelah beraktivitas di luar rumah saat kualitas udara memburuk.

Herman Deru mengaku belum dapat memastikan penyebab kematian korban. Sebab, penyebab kematian seseorang harus dibuktikan secara medis. Karena itu, ia tidak dapat membenarkan maupun menolak dugaan bahwa korban meninggal akibat Inspeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

"Untuk yang meninggal, saya tidak bisa membenarkan atau menolak, sebab penyebab meninggal harus diautopsi terlebih dahulu," ungkap Deru, Senin (5/10/2026).

1. Semua pihak berupaya padamkan karhutla

Demonstrasi mahasiswa di Palembang menuntut keseriusan pemerintah dalam penanganan karhutla (IDN Times/Rangga Erfizal)

Herman mengatakan, pemerintah saat ini masih fokus menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menjadi sumber munculnya asap di sejumlah wilayah Sumsel.

Ia menyebut penanganan dilakukan dengan mengerahkan seluruh kemampuan yang dimiliki, baik melalui jalur darat maupun udara. Menurutnya, karhutla yang terjadi dipengaruhi oleh faktor alam dan manusia.

"Kita berjuang dengan segala kemampuan yang dimiliki, baik darat maupun udara, dan perlu diketahui juga bahwa faktor ini disebabkan oleh faktor alam dan manusia," katanya.

Terhadap karhutla yang disebabkan oleh manusia, Herman mengatakan proses penegakan hukum juga telah dilakukan oleh aparat penegak hukum (APH).

"(Penyebab) Manusia sudah ditegakkan hukumnya. Teman-teman APH sudah melaksanakan. Di darat ada TNI, Polri, semua pihak all out," ujarnya.

2. Pengobatan ISPA gratis

Gubernur Sumsel Herman deru menemui massa Demonstrasi mahasiswa di Palembang menuntut keseriusan pemerintah dalam penanganan karhutla (IDN Times/Rangga Erfizal)

Di tengah kondisi udara yang masih terdampak asap, Pemprov Sumsel juga menyiapkan langkah untuk membantu masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan, khususnya ISPA. Sejumlah pos didirikan di wilayah yang memiliki konsentrasi masyarakat yang cukup besar. Pos tersebut dapat diakses oleh masyarakat yang membutuhkan penanganan kesehatan.

Herman Deru memastikan pelayanan untuk masyarakat yang mengalami ISPA di pos tersebut tidak dipungut biaya.

"Untuk penanganan ISPA ini gratis," katanya.

3. RS Bari jelaskan kondisi korban

Istri korban Rika Yunita (39) menceritakan kisah sang suami yang harus menderita karena Kebakaran Lahan (IDN Times/Rangga Erfizal)

Diketahui, Kepala Tim Humas dan Pemasaran RSUD Palembang, Adea Triutami, mengatakan Hardiansyah tiba di IGD dalam kondisi tidak sadar. Saat dilakukan pemeriksaan, tim medis tidak menemukan denyut nadi maupun napas pasien.

"Pasien sampai di IGD sudah dalam kondisi tidak sadar. Dilakukan pemeriksaan oleh dokter, sudah tidak ada nadi dan tidak ada napas," kata Adea kepada IDN Times, Sabtu (3/10/2026).

Tim medis kemudian melakukan resusitasi jantung paru (RJP) dan memberikan obat untuk menangani kondisi pasien. Namun, upaya tersebut tidak membuat kondisi pasien kembali merespons.

"Sudah dilakukan RJP dan pemberian obat, namun pasien sudah tidak respons lagi," ujarnya.

Hardiansyah kemudian dinyatakan meninggal dunia atau death on arrival (DoA) pada pukul 07.42 WIB.

Curated For You

Editorial Team

Related Article