Harga Ayam dan Cabai Naik, Pj Walkot Palembang Pantau ke Pasar

- Harga komoditas pangan di pasar tradisional Palembang meningkat menjelang akhir tahun 2024, terutama ayam potong dan cabai merah keriting.
- Pemerintah Kota Palembang memantau harga pangan dan penataan parkir di Pasar Lemabang untuk mengantisipasi inflasi dan kenaikan harga komoditas.
- Kenaikan harga ayam potong di pasar tradisional Palembang disebabkan oleh kurangnya area ternak khusus ayam ras, sehingga pedagang harus menunggu kiriman dari daerah lain.
Palembang, IDN Times - Harga sejumlah komoditas pangan di pasar tradisonal Palembang mulai meningkat, jelang akhir tahun 2024. Kenaikan harga terjadi pada ayam potong ras dan cabai merah keriting. Meski belum melonjak signifikan, perubahan harga itu memengaruhi animo dan daya beli konsumen.
Untuk mengantisipasi inflasi atau kenaikan harga, Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang mulai memantau beberapa pasar untuk mengecek harga pangan. Pasar Lemabang menjadi salah satu lokasi yang dikunjungi Penjabat Wali Kota Palembang, Ucok Abdulrauf Damenta.
Selain fokus pencegahan kenaikan harga komoditas, Ucok juga memantau penataan parkir di pasar agar masyarakat nyaman.
1. Harga bahan pangan lain masih stabil

Salah satu bahan makanan yang menjadi perhatian adalah ayam potong. Pekan kedua Oktober, harga ayam masih di kisaran Rp34 ribu per kilogram (kg). Memasuki pekan ketiga bulan ini, harga ayam bergejolak menjadi Rp36 ribu per kg.
Sementara harga cabai keriting naik Rp32 ribu dari sebelumnya berada pada Rp25-28 ribu per kg. "Kami cek harga, ada kenaikan harga ayam dan juga cabai, namun untuk yang lain harganya stabil," kata Damenta, Rabu (23/10/2024).
2. Harga ayam di pasar tradisional Palembang sempat Rp28 ribu per kg
Kenaikan harga ayam potong juga terjadi di Pasar Palimo (KM 5) Palembang. Pantauan IDN Times, harga ayam mencapai Rp35 ribu dari Rp28 ribu per kg pada September 2024.
Peningkatan harga ayam berpengaruh terhadap penurunan konsumen. Rata-rata pembeli memilih telur ayam sebagai pengganti lauk makan.
Salah satu penyebab tingginya harga ayam di Palembang karena belum adanya area ternak khusus ayam ras. Pedagang di Palembang harus menunggu kiriman daging ayam dari kabupaten dan kota lain untuk memenuhi kebutuhan harian, sehingga butuh biaya tambahan untuk pengiriman ayam potong, termasuk fasilitas kandang selama distribusi.
3. Lokasi parkir dan lapak pedagang di pasar tradisional Palembang bakal ditata ulang

Selain fokus pemantau harga pangan dan sembako di pasar tradisional, Pj Wali Kota Ucok juga menyoroti kondisi pasar. Diaa menilai, pasar masih terus dibenahi agar masyarakat bisa semakin nyaman dalam berbelanja.
Setelah meninjau kondisi pasar, Ucok menilai parkir dan lapak pedagang di Pasar Lemabang harus ditertibkan agar tertata rapi dan tidak semrawut.
"Antara orang parkir dan orang yang jualan kita tidak tahu. Parkir ini akan kami kembalikan fungsinya sesuai aspek tata ruang," kata dia.
4. Dirut PD Pasar Palembang dan Pemkot Palembang diskusikan pembenahan lahan parkir di pasar tradisional Palembang

Direktur Utama PD Pasar Palembang Jaya, Abdul Rizal menambahkan, petugas PD Pasar siap melaksanakan intruksi Pj Wako Ucok Abdulrauf Damenta dalam menata ulang pasar tradisional. Penertiban dilakukan agar pasar lebih menarik serta membuat warga aman dan nyaman.
"Kami adakan rapat khusus, mengembalikan fungsi jalan. Pedagang Insya Allah kami pindahkan ke dalam dan depan Pasar Lemabang," kata dia.
Sebelum dieksekusi, keputusan pemindahan pedagang sementara waktu itu akan disosialisasikan terlebih dahulu. "Kami optimis penataan berlangsung lancar," timpalnya.



















