Palembang, IDN Times - Pemerintah Kota Palembang menyiapkan fasilitas layanan kesehatan di 18 wilayah kecamatan di kota setempat untuk merespons dampak kualitas udara yang semakin buruk akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Diketahui, saat ini kualitas udara Palembang telah berada pada kategori sangat tidak sehat hingga berbahaya akibat tingginya konsentrasi partikulat PM2.5. Kondisi tersebut semakin terasa pada malam hari karena tidak adanya paparan matahari yang membantu proses pencampuran udara di lapisan permukaan.
Berdasarkan pantauan IDN Times di aplikasi IQAir pada Jumat (2/10/2026) pukul 19.00 WIB, kualitas udara Palembang masih berada pada kategori berbahaya dengan konsentrasi PM2.5 yang tinggi.
