Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
IDN Ecosystem
IDN Signature Events
For
You

Sepakat Off Bid, Pengemudi Ojol Tarik Penumpang Dianggap Pengkhianat

Demonstrasi ojol di Palembang (IDN Times/Rangga Erfizal)
Demonstrasi ojol di Palembang (IDN Times/Rangga Erfizal)
Intinya sih...
  • Ribuan pengemudi ojol di Palembang mogok massal untuk menyuarakan hak mereka sebagai pengemudi.
  • Ketua Umum ADO Sumsel mengungkapkan bahwa ada pengemudi yang tidak ikut dalam demonstrasi dan dianggap pengkhianat.
  • Pihak ADO Sumsel meminta agar tidak ada pengemudi yang melakukan sweeping terhadap rekan-rekan mereka di jalan serta tidak melakukan orderan fiktif.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Palembang, IDN Times - Ribuan pengemudi ojek online (ojol) di Palembang Sumatra Selatan (Sumsel) memilih mogok massal guna menyuarakan hak mereka sebagai pengemudi. Aksi tidak mengambil orderan penumpang atau mematikan aplikasi serentak tersebut terjadi dimulai pukul 08.00-12.00 WIB saat para pengemudi menggelar demonstrasi di halaman Kantor DPRD Sumsel.

"Hari ini kita tidak mengambil orderan di tengah demonstrasi. Kita biarkan mereka (ojol) yang masih mengambil orderan. Kita di sini yakin rezeki tetap ada maka kita berkumpul panas-panas, kelaparan, dan sakit hari ini untuk tidak mundur sedikit pun dan tetap melakukan aksi," ungkap Ketua Ketua Umum Asosiasi Driver Online (ADO) Sumsel, Muhammad Asrul Indrawan, Selasa (20/5/2025).

1. Pengemudi yang masih tarik penumpang dinilai pengkhianat

Demonstrasi ojol di Palembang (IDN Times/Rangga Erfizal)
Demonstrasi ojol di Palembang (IDN Times/Rangga Erfizal)

Asrul menerangkan, meski aksi ini merupakan kesepakatan bersama secara nasional paguyuban, organisasi dan para pengemudi ojek online, pihaknya meyakini masih ada yang tidak ikut dalam barisan demonstrasi hari ini. Mereka yang tidak bergabung dalam barisan demonstrasi dan memilih masih menerima orderan penumpang dinilai tidak sadar akan perjuangan yang ada.

"Kita garis bawahi mereka yang masih on bid adalah pengkhianat," jelas dia.

2. Minta jangan ada sweeping saat aksi berlangsung

Demonstrasi ojol di Palembang (IDN Times/Rangga Erfizal)
Demonstrasi ojol di Palembang (IDN Times/Rangga Erfizal)

Meski menyadari masih adanya pengemudi Ojol yang tidak satu hati dalam menyampaikan keresahan bersama tersebut, Asrul meminta tidak ada pengemudi yang melakukan sweeping terhadap rekan-rekan mereka di jalan. Selain sweeping, Asrul meminta tidak ada rekan-rekan ojol yang juga melakukan orderan fiktif.

"Saya minta aksi ini aksi damai. Jangan pernah kita merasa harus melakukan sweeping terhadap kawan-kawan kita yang masih mencari orderan. Biarkanlah, jangan menembak-nembak (order fiktif), rezeki tidak kemana-mana. Kalau ada sweping itu bukan dari kita, polisi bisa bertindak," jelas dia.

3. Mogok massal hanya akan berlangsung selama satu hari

Demonstrasi ojol di Palembang (IDN Times/Rangga Erfizal)
Demonstrasi ojol di Palembang (IDN Times/Rangga Erfizal)

Asrul pun menyatakan permintaan maaf kepada masyarakat karena aksi hari ini menghambat sebagian aktivitas mereka. Menurutnya, aksi ini dilakukan serentak di Indonesia guna memperjuangkan hak pengemudi yang selama ini dianggap sebagai mitra.

"Kami mohon maaf kepada masyarakat Palembang jika besok aplikasi sulit menemukan driver dan jalanan sedikit padat. Tapi ini hanya sehari. Ini bukan mogok kerja, ini seruan perubahan," jelas dia.

Menurutnya aksi ini sendiri menjadi wujud nyata mereka dalam memperjuangkan hak seluruh pengemudi sekaligus penegasan terhadap tuntutan yang disampaikan untuk pemerintah.

"Aksi ini sebagai bentuk tekanan agar pemerintah lebih serius melindungi nasib para driver. Jangan cuma nitip nasib. Kalau kita tidak bergerak, kita akan terus diinjak. Ojol adalah kekuatan ekonomi nyata, bukan hanya angka di aplikasi," jelas dia.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Hafidz Trijatnika
Rangga Erfizal
Hafidz Trijatnika
EditorHafidz Trijatnika
Follow Us