Massa Aksi di Padang Goyang Pagar Mapolda, Ngotot Ingin Ketemu Kapolda

- Meski hujan turun, massa aksi tetap bertahan di depan Mapolda Sumbar tanpa berteduh
- Aksi solidaritas atas tewasnya driver Ojol, meminta Kapolda tandatangani petisi pembenahan Polri
- Kapolda Sumbar tidak bisa temui demonstran meski massa aksi bersorak memintanya
Padang, IDN Times - Massa aksi di Padang, Sumatra Barat menggoyang pagar dan meminta agar gerbang Mapolda Sumbar dibuka, Jumat (29/8/2025). Massa aksi yang melakukan demonstrasi di depan Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Sumbar masih bertahan hingga malam. Mereka masih menunggu kehadiran Kapolda Sumbar, Irjen Pol Gatot Try Suryanto.
1. Hujan tak bubarkan massa aksi

Meski hujan mulai turun, massa masih tetap bertahan di depan gerbang Mapolda Sumbar tanpa menggunakan payung ataupun berteduh. Para massa aksi masih berharap ditemui oleh pria berpangkat Inspektur Jenderal tersebut. Tidak terdengar sorakan menyerukan tuntutan saat azan Isya berkumandang.
Devan, salah seorang orator dalam aksi tersebut mengatakan bahwa aksi yang dilakukan merupakan aksi solidaritas atas tewasnya seorang driver Ojek Online (Ojol) yang dilindas mobil rantis Brimob di Jakarta kemarin.
"Semuanya tergerak untuk melakukan aksi dan tidak ada koordinasi dalam aksi yang dilakukan ini," katanya.
2. Tuntut Kapolda tandatangan pembenahan Polri

Menurutnya, aksi yang dilakukan tersebut meminta agar Kapolda Sumbar menandatangani petisi yang berisi tentang pembenahan yang harus dilakukan oleh pihak Kapolisian. Massa aksi sempat ditemui oleh beberapa petinggi Polda Sumbar seperti Kepala Biro Operasional berpangkat Kombes yang ditolak oleh massa aksi.
"Kami ingin bertemu Kapolda, bapak siapa? Kami gak kenal sama bapak. Kapolda harus menemui kami," kata salah seorang massa aksi.
3. Kapolda disebut tidak bisa temui demonstran

Karena telah lama menunggu, massa aksi sempat bersorak meminta agar Kapolda Sumbar tetap menemuinya. Tetapi, Polisi yang bertugas mengatakan bahwa Kapolda sedang tidak ada di tempat dan tidak bisa menemui para demonstran.
Diketahui, massa aksi mendesak agar Kapolda Sumbar, Irjen Pol Gatot Try Suryanto menemui mahasiswa dan masyarakat yang menunggu di luar.
"Kami menuntut Polda Sumbar melakukan pembenahan dalam hal apapun. Karena selama ini setiap aksi selalu ada kekerasan. Setiap kali kami aksi polisi, selalu melakukan kekerasan. Mereka memukuli kita, yang memberikan gajinya melalui pajak yang kita bayarkan," kata Korlap aksi saat berorasi di hadapan massa.