Mahasiswa di Palembang Akan Gelar Demonstrasi Senin 1 September

- Polisi benarkan demo di Palembang ditunda
- Mahasiswa di Sumsel bawa empat tuntutan
- Ketua DPD ADO Sumsel akan gelar aksi solidaritas
Palembang, IDN Times - Gelombang protes terkait kebijakan pemerintah dan kekerasan aparat negara membuat Badan Eksekutif Mahasiswa Nusantara Sumatra Selatan (Sumsel) merapatkan barisan. Para mahasiswa Aksi berencana akan menggelar unjuk pada, Senin (1/9/2025) mendatang.
Pembatalan itu tertuang dalam surat bernomor 057/PH/AS/III/2025 yang ditujukan kepada Kapolrestabes Palembang dan Kasat Intelkam. Surat tersebut ditandatangani oleh Koordinator Aksi, Irham Akbar, dan Koordinator Lapangan, Dwiky Patra Ramanda.
1. Polisi benarkan demo di Palembang ditunda

Demo mahasiswa di Palembang tersebut mundur dari rencana awal yang akan dilakukan hari ini, merespon kejadian yang terjadi di Jakarta, Kamis (28/9/2025) kemarin. Namun, aksi hari ini dimundurkan guna mematangkan strategi untuk menyampaikan aspirasi.
"Benar, ditunda Senin besok," ungkap Direktur Intelkam Polda Sumsel, Kombes Pol Hadi Wiyono, Jumat (29/8/2025).
2. Mahasiswa di Sumsel bawa empat tuntutan

Informasi yang beredar, mengenai aksi unjuk rasa mahasiswa di Sumsel tersebut diperkirakan akan dihadiri 2.500 orang. Dalam rencana awal, mahasiswa akan turun dengan perlengkapan mobil komando, banner, pengeras suara dan toa.
Mereka akan menyampaikan empat tuntutan diantaranya:
Menolak realisasi tunjangan bagi anggota DPR
Mendesak DPR segera mengesahkan RUU Perampasan Aset
Meminta DPR merevisi UU Pemilu
Mengevaluasi kinerja lembaga legislatif
3. Ojol Palembang akan unjuk rasa

Diberitakan sebelumnya, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Driver Online (ADO) Sumsel Muhammad Asrul Indrawan, akan menggelar aksi solidaritas, dengan turun ke jalan. Langkah ini diambil merespons tewasnya pengemudi Ojol karena dilindas rantis Brimob di Jakarta.
"Hari ini kami akan rapat untuk melakukan aksi massa, nanti akan kami sampaikan kapan waktunya," jelas dia.
Asrul menyesalkan kejadian di Jakarta yang seharusnya dapat dihindari. Kejadian tersebut dinilai tidak hanya menjadi duka bagi keluarga namun menjalar ke komunita ojol di seluruh Indonesia.
"Kami keluarga besar ADO Sumsel turut berbelasungkawa yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya rekan kami, Affan Kurniawan. Kami mengecam keras tindakan represif aparat yang telah mengakibatkan hilangnya nyawa saudara kami," jelas dia.