Respons Disnaker Palembang Soal Pernyataan Job Fair Cuma Formalitas

- Dinas Tenaga Kerja Palembang merespons pernyataan HRD soal job fair sebagai formalitas belaka
- Rediyan Deddy Umrien menegaskan job fair bukan formalitas, terbukti dari 25 ribu pencari kerja yang nyata mencari peluang di Cikarang
- Kasidi menyatakan pernyataan Yoga di medsos tidak benar, perusahaan ikut job fair untuk mencari pekerja dan data base calon pegawai
Palembang, IDN Times - Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Palembang merespons soal pernyataan penyelenggaraan job fair yang dilakukan sebagai bentuk formalitas saja. Pernyataan itu sebelumnya ramai setelah cuitan seorang HRD bernama Yoga beredar di media sosial (medsos).
"Pemerintah punya anggaran dan punya program yang jelas sehingga bukan cuma sekadar ingin menciptakan lapangan pekerjaan saja tapi juga membuka peluang kerja ke luar negeri," kata Kepala Disnaker Palembang Rediyan Deddy Umrien, Minggu (1/6/2025).
1. Disnaker sebut tidak ada denda bagi perusahaan tak ikut job fair

Rediyan menegaskan, pernyataan yang ramai di medsos itu tidak benar dan tidak bisa jadi acuan di masyarakat. Job fair menurutnya, dibuat untuk mencari calon pekerja bukan sekadar formalitas dan pemerintah tidak menetapkan denda bagi perusahaan jika tak terlibat job fair saat penyelenggaraan berlangsung.
Buktinya, bisa dilihat dari situasi job fair yang viral di Cikarang. Momen itu diketahui, ada sekitar 25 ribu pencari kerja yang nyata mencari peluang. Kondisi tersebut menunjukkan keadaan warga yang melamar kerja bukan karena formalitas semata.
"Kalau cuma formalitas atau bohongan, untuk apa mengumpulkan massa banyak. Itu artinya massa antusias mencari pekerjaan bukan dibuat-buat," jelas dia.
2. HRD bantah pernyataan job fair hanya formalitas bukan dari perusahaannya

Ketua HR Community Sumsel Bersatu, Kasidi, mengatakan, mengenai pernyataan di medsos atas nama Yoga yang diduga dari pegawai mereka, menyatakan tidak mengenal netizen tersebut dan dia bukan anggota HR Community Sumsel.
Dia menyatakan, pernyataan beredar merupakan keterangan bohong atau tidak benar. Sebab jika ada job fair, perusahaan yang ikut memang membuka lowongan pekerjaan. Namun untuk jumlah pekerja yang dicari memang tidak diberitahu berapa kebutuhannya.
Selain itu lanjut dia, biasanya HRD perusahaan memanfaatkan momen job fair untuk mengumpulkan data base atau calon pencari kerja. Sehingga kemudian hari, jika perlu menerima pegawai baru sudah ada data base yang lama dan tinggal dihubungi kembali.
"Yang perlu jadi catatan pelamar itu harus dicek dulu validasinya, dan untuk melamar ke perusahaan, pelamar harus tahu keberadaan kantornya jelas, ada kantor fisiknya, aktivitas kantornya juga jelas dan legal," jelasnya.
3. Pernyataan job fair hanya formalitas ramai di medsos

Diketahui, viral pengakuan seorang pria bernama Yoga yang mengaku staf HRD. Dia melalui komentar di medsos mengungkap fakta jika job fair yang digelar perusahaan hanya bentuk formalitas saja.
Kemudian perusahaan di job fair pun disebut tidak sedang mencari pekerja baru. Tetapi keberadaan perusahaan di job fair, karena perusahaan terkait dipaksa pemerintah mengikuti dan wajib.
Dia pun menyatakan jika perusahaan tidak berdaya menolak kegiatan job fair. Karena jika menolak, perusahaan akan didenda pemerintah.
Dalam keterangan yang Yoga tulis, dia mengaku kasihan pada pencari kerja yang serius ingin mencari kerja tapi justru "tertipu" dengan job fair itu. Ia pun menyarankan, bagi calon pencari kerja yang ingin mencari lowongan agar dilakukan lewat Job street.
"Buat teman-teman, ini cuma info bukan nakutin or jatuhin mental kalian. aku salah satu staf hrd n 90% job fair seperti ini itu hanya FORMALITAS karena perusahaan dipaksa oleh pemerintah untuk mengikuti kegiatan ini, padahal kita lagi ngga cari pekerja. Liat begini sebenernya sakit hati, kasihan n campur aduk tapi pihak perusahaan juga ngga bisa berbuat apa-apa daripada harus bayar denda. Saran aku kalau kalian cari loker paling akurat itu di jobstreet n aplikasi sejenis, tambah relasi juga karena pihak perusahaan kebanyakan menanyakan "REKOMENDASI" pada karyawannya dan pelamar "REKOMENDASI" tersebut persentase diterimanya 70% kalau emang skillnya sesuai dengan harapan perusahaan.jadi tetap semangat ya buat yang cari kerja," katanya dikutip dari akun @infosekayu.