Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Masih Disubsidi Pemerintah, LRT Sumsel Cari Solusi  demi Mandiri

LRT Sumsel (Instagram: LRTSumselofficial)
LRT Sumsel (Instagram: LRTSumselofficial)
Intinya sih...
  • Pemerintah belum memprioritaskan pembukaan jalur baru LRT di Palembang.
  • Pembangunan jalur baru membutuhkan anggaran hingga Rp10 triliun, namun dimungkinkan dilakukan di masa mendatang.
  • Pemerintah pusat memberikan subsidi tak lebih dari Rp200 miliar untuk operasional LRT Sumsel, dengan harapan dapat mandiri di masa depan.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Palembang, IDN Times - Pemerintah belum menganggap perlu penambahan rute baru LRT untuk menunjang mobilitas masyarakat Palembang. Enam tahun beroperasi Light Rail Transit (LRT) Sumsel, baru memiliki satu jalur menghubungkan Bandara Sultan Mahmud Badaruddin 2 hingga komplek olahraga Jakabaring.

"Dalam waktu dekat belum ada pembahasan untuk membuka jalur baru. Kita masih mengoptimalkan jalur yang sudah ada," jelas Kepala Balai Pengelolaan Kereta Api Sumatra Selatan (BPKRASS) Rode Paulus, Kamis (12/10/2024).

1. Membangun jalur baru butuh dana Rp10 triliun

Kepala Balai Pengelola Kereta Api Ringan Sumatra Selatan (BPKARSS) (IDN Times/Rangga Erfizal)
Kepala Balai Pengelola Kereta Api Ringan Sumatra Selatan (BPKARSS) (IDN Times/Rangga Erfizal)

Pembangunan jalur baru memungkinkan untuk dilakukan dimasa mendatang. Pasalnya untuk membangun jalur yang sudah ada gelontorkan anggaran hingga Rp10 triliun.

"Kita memang tidak bisa terintegrasi dengan stasiun kereta api di Kertapati, karena ini skema pemerintah pusat yang bangun dan masih disubsidi. Tapi dimasa mendatang, perlahan bisa diambil oleh pemerintah daerah agar bisa dioperasionalkan. Jadi tak perlu berpikir investasi awalnya, tinggal melanjutkan saja," jelas dia.

2. LRT Sumsel terima subsidi di bawah Rp200 miliar

Kepala Balai Pengelola Kereta Api Ringan Sumatra Selatan (BPKARSS) (IDN Times/Rangga Erfizal)
Kepala Balai Pengelola Kereta Api Ringan Sumatra Selatan (BPKARSS) (IDN Times/Rangga Erfizal)

Guna memaksimalkan operasional LRT Sumsel, pemerintah pusat memberikan anggaran subsidi tak lebih dari Rp200 miliar. Subsidi ini digunakan untuk perawatan dan pengoptimalan angkutan penunjang seperti Feeder, sehingga membantu masyarakat yang tak berada disekitar stasiun agar dapat mengakses LRT.

"Angka subsidi tahun ini untuk layanan perintis, perawatan, dan layanan feeder belum keluar, tetapi mungkin di bawah 200 miliar," jelas dia.

Diketahui LRT Sumsel masih berstatus sebagai angkutan perintis sehingga pemerintah memberikan subsidi. Ke depan diharapkan pengelolaan LRT Sumsel dapat lepas dari subsidi yang ada.

"Pengoperasian LRT Sumsel ini masih disubsidi karena masih kereta perintis. Tapi, karena kami sudah menjadi badan layanan umum (BLU), jadi kami dichallenge untuk bisa memanfaatkan aset. Bisa untuk advertising, sewa dan lainnya," jelas dia.

3. Jajaki kerja sama untuk tambah pemasukan

Penumpang LRT Sumsel (IDN Times/Rangga Erfizal)
Penumpang LRT Sumsel (IDN Times/Rangga Erfizal)

Rode mengakui, selama ini pendapatan LRT Sumsel berasal tiket yang laku terjual. Pendapatan dari tiket dinilai tak mencukupi jika harus digunakan menutupi biaya operasional, perawatan dan lainnya.

Untuk itu, pihak pengelola terus berupaya menjajaki kerja sama dengan berbagai pihak. Tidak menutup kemungkinan, nantinya ada kerja sama dalam penggunaan nama stasiun bekerja sama dengan perusahaan swasta dan BUMN yang ada.

"Pendapatan lain-lain ini itu kita harapkan bisa mengurangi subsidi. Kita harapkan dimasa mendatang subsidi LRT bisa berkurang dan bisa mandiri," jelas dia.

Hingga 3 Desember 2024, total penumpang LRT Sumsel mencapai 3.947.295 penumpang. Dibanding 2022 lalu penumpang LRT Sumsel sebesar 3.087.735 penumpang. Sedangkan 2023 jumlah penumpang LRT mengalami peningkatan mencapai 4.082.702 penumpang.

"Kami optimis penumpang LRT Sumsel ini mampu mencapai target sekitar 4,2 juta sampai dengan akhir tahun," jelas dia.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Rangga Erfizal
Martin Tobing
Rangga Erfizal
EditorRangga Erfizal
Follow Us

Latest News Sumatera Selatan

See More

Harga Emas Batangan Palembang Hari Ini: Lebih dari Rp2,7 Juta per Gram

17 Des 2025, 09:15 WIBNews