Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
IDN Ecosystem
IDN Signature Events
For
You

Besok Ribuan Ojol Sumsel Matikan Aplikasi, Protes Dirugikan Aplikator

Demo ratusan ojol dan driver online di depan Kantor Gubernur NTB, Kamis (17/4/2025). (IDN Times/Muhammad Nasir)
Demo ratusan ojol dan driver online di depan Kantor Gubernur NTB, Kamis (17/4/2025). (IDN Times/Muhammad Nasir)
Intinya sih...
  • 10 ribu ojol Sumsel matikan aplikasi selama sehari sebagai protes tuntutan ke pihak aplikator.
  • Tuntutan terkait pemotongan komisi, insentif tak transparan, dan ketiadaan jaminan sosial bagi ojol.
  • Aksi damai juga akan dilakukan di gedung DPRD Sumsel dengan prioritas regulasi.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Palembang, IDN Times - Ribuan ojek online (Ojol) Sumatra Selatan (Sumsel) menggelar aksi protes dengan mematikan seluruh aplikasi seharian pada Selasa (20/5/2025) besok. Aksi damai itu merupakan bentuk protes para ojol yang dilakukan serentak se-Indonesia yang ingin menyampaikan tuntutan mereka ke pihak aplikator.

"Kami mohon maaf kepada masyarakat Palembang jika besok aplikasi sulit menemukan driver dan jalanan sedikit padat. Tapi ini hanya sehari. Ini bukan mogok kerja, ini seruan perubahan," kata Ketua Umum Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Asosiasi Driver Online (ADO) Sumsel Muhammad Asrul Indrawan, Senin (19/5/2025).

1. Ojol bakal gelar aksi di Kantor DPRD Sumsel

IDN Times/Muhamad Iqbal
IDN Times/Muhamad Iqbal

Selain mematikan aplikasi serentak, aksi itu juga sebagai tuntutan kepada pihak aplikator karena telah menetapkan kebijakan sepihak dari perusahaan yang dinilai sangat merugikan mitra. Kebijakan sepihak tersebut yakni adanya pemotongan komisi tinggi, sistem insentif tak transparan, dan ketiadaan jaminan sosial bagi ojol.

"Kami juga akan menyuarakan tuntutan di gedung DPRD Sumsel," jelasnya.

Asrul mengatakan, dalam aksi tersebut mereka akan berorasi menyampaikan tuntutan agar pihak aplikator tidak membebani para driver. Selain itu, mereka juga menggelar pembacaan salawat bersama, dan shalat istighosah.

"Kami meminta agar  eluruh driver online di Sumsel, baik yang hadir langsung maupun tidak, tetap ikut berpartisipasi dengan komitmen satu hari penuh off-bid. Aksi ini sebagai bentuk tekanan agar pemerintah lebih serius melindungi nasib para driver. Jangan cuma nitip nasib. Kalau kita tidak bergerak, kita akan terus diinjak. Ojol adalah kekuatan ekonomi nyata, bukan hanya angka di aplikasi," kata dia.

2. Aksi serentak merupakan bentuk perlawanan para ojol

Aplikasi Gojek (gojek.com)
Aplikasi Gojek (gojek.com)

Asrul menyampaikan, aksi mematikan aplikasi besok dijamin berlangsung damai dan tertib, tanpa unsur provokasi. Sekitar 10 ribu ojol di Sumsel, juga akan menggelar unjuk rasa besar-besaran di Kantor DPRD Sumsel dengan memprioritaskan regulasi.

"Aksi ini adalah bentuk perlawanan yang beradab. Kami memperjuangkan nasib ribuan driver yang selama ini bekerja dalam ketidakpastian sistem dan minimnya perlindungan. Kemudian sebagai gabungan dari Sumsel, di pusat sendiri akan ada aksi 500 ribu ojol dan juga serentak di seluruh Indonesia," jelasnya.

3. Mitra ojol merasa dirugikan oleh aplikator

Kesepakatan Nasional adalah turun Aksi ke jalan lagi.
Kesepakatan Nasional adalah turun Aksi ke jalan lagi.

Sementara kata salah satu ojol di Palembang Hendi, adanya potongan dari pihak aplikator di atas 10 persen sangat meresahkan mereka. Dia mencontohkan, bila mendapatkan orderan Rp15 ribu dari customer, yang yang diterima hanya Rp8 ribu.

"Kalau begini kami makin dirugikan oleh aplikator," kata dia.

4. Kebijakan aplikator berubah setelah manajemen tak lagi dikelola Nadiem Makarim

ilustrasi ojek online (unsplash.com/Afif Ramdhasuma)
ilustrasi ojek online (unsplash.com/Afif Ramdhasuma)

Hendi mengaku, sudah menjadi mitra aplikator ojol sejak 2016. Sebelum bekerja sebagai ojol, ia merupakan karyawan swasta sebagai kepala gudang sparepart motor. Melihat temannya memiliki pendapatan banyak dari ojol, ia pun memberanikan diri ikut bergabung.

"Sehari waktu itu teman saya bisa dapat RP350-400 ribu. Karena tergiur saya ikut, waktu itu memang banyak sekali pendapatan saya, ada bonus juga jadi memang aplikator berpihak kepada kami," jelasnya.

Namun, kondisi tersebut kata dia, berubah semenjak CEO Gojek Nadiem Makarim mundur dari jabatannya, dimana komisi dan bonus para driver akhirnya dipangkas. Kini lanjutnya, aplikator memberi sistem seenaknya dengan mengubah kebijakan sepihak.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Feny Maulia Agustin
Hafidz Trijatnika
Feny Maulia Agustin
EditorFeny Maulia Agustin
Follow Us