Emas Jadi Penyebab Inflasi di Sumsel Sejak Tahun 2023

- Inflasi Sumsel April 2025 mencapai 2,74 persen year on year, lebih rendah dari April 2024 sebesar 3,12 persen.
- Tingkat inflasi cenderung meningkat sepanjang 2025, dipengaruhi oleh kelompok pengeluaran seperti makanan, minuman, dan tembakau.
- Harga barang dan jasa di Sumsel bulan April inflasi 1,39 persen dengan mayoritas kelompok pengeluaran mengalami inflasi.
Palembang, IDN Times - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, inflasi atau kenaikan harga di Sumatra Selatan (Sumsel) tertinggi dipengaruhi oleh komoditas emas. Inflasi dari harga emas itu sudah terjadi sejak tahun 2023 yang terdata year on year (yoy).
"Dilihat dari catatan selama dua tahun terakhir (2023) pada bulan Maret dan April tahun ini, inflasi Sumsel menujukkan angka relatif tinggi," kata Kepala BPS Sumsel Moh Wahyu Yulianto, Minggu (4/5/2025).
1. Tingkat inflasi April tahun ini lebih rendah dibandingkan periode sama tahun 2024

Berdasarkan laporan inflasi keseluruhan April 2025 di Sumsel. Nilai inflasi tahun ini di angka 2,74 persen secara year on year. Namun angka tersebut lebih rendah dari April 2024 sebesar 3,12 persen.
"Tingkat inflasi April tahun ini lebih rendah dibandingkan periode sama tahun lalu," jelasnya.
2. Kelompok informasi komunikasi dan jasa keuangan tak terkena inflasi

Tetapi sepanjang 2025, inflasi Sumsel cenderung meningkat dari bulan-bulan sebelumnya. Oleh karena itu, lanjut Wahyu, tetap dibutuhkan antisipasi agar tren laju inflasi tidak lebih dari kisaran yang ditargetkan.
"Dari total 11 kelompok pengeluaran yang ada, hampir seluruhnya mengalami inflasi kecuali pada kelompok informasi komunikasi dan jasa keuangan," kata dia.
3. Secara bulanan harga barang dan jasa di Sumsel inflasi 1,39 persen

Sementara untuk kelompok dengan dorongan paling besar yang memengaruhi inflasi Sumsel meliputi makanan, minuman, dan tembakau sebesar 0,80 persen, perawatan pribadi dan jasa lainnya 1,20 persen, serta transportasi 0,22 persen.
"Komoditasnya meliputi emas perhiasan, cabai merah, bahan bakar rumah tangga, minyak goreng, serta bawang merah," jelasnya.
Kemudian secara bulanan, harga barang dan jasa di Sumsel inflasi 1,39 persen dengan rincian enam kelompok pengeluaran mengalami inflasi, dua kelompok mengalami penurunan dan tiga tidak berubah.



















