Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Warga OKI Meninggal Terhirup Asap Karhutla Saat Padamkan Api di Kebun
Korban Fikri ditemukan meninggal dunia saat memadamkan api di kebunnya. (Dok. IDN Times)

  • Fikri alias Kelik (51), warga OKI, meninggal saat berusaha memadamkan kebakaran di kebun karet miliknya di kawasan Kebun Bunca, Tulung Selapan, Sabtu siang.
  • Korban diduga pingsan setelah menghirup asap karhutla pekat dan kelelahan. Rekan-rekannya baru menemukan Fikri terkapar dengan luka bakar, lalu membawanya dari lokasi.
  • Keluarga menyebut Fikri memiliki riwayat penyakit jantung dan asam lambung. Korban, yang bekerja sebagai mandor alat berat, telah dimakamkan di Desa Tulung Selapan Ulu.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Fikri alias Kelik, 51 tahun, ditemukan meninggal dunia saat berupaya memadamkan kebakaran di kebun karet miliknya. Korban diduga menghirup asap karhutla pekat hingga pingsan dan mengalami luka bakar.
  • Who?
    Fikri alias Kelik, warga Desa Tulung Selapan Ulu, menjadi korban. Teman-temannya mencari dan menemukan korban. Plt. Sekcam Tulung Selapan Efran Yosef membenarkan kejadian tersebut.
  • Where?
    Kejadian berlangsung di kawasan Kebun Bunca, Desa Pulau Beruang, Kecamatan Tulung Selapan, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan.
  • When?
    Korban ditemukan meninggal pada Sabtu, 3 Oktober 2026, sekitar pukul 14.30 WIB. Keterangan mengenai kejadian disampaikan Efran Yosef pada Minggu, 4 Oktober 2026.
  • Why?
    Korban mendatangi kebun setelah mendapat informasi lahannya terbakar. Ia diduga kehilangan kesadaran akibat menghirup asap tebal dan kelelahan; keluarga juga menyebut korban memiliki riwayat penyakit jantung dan asam lambung.
  • How?
    Fikri bersama teman-temannya memadamkan api yang telah membesar. Temannya tidak melihat saat korban pingsan, lalu mencari setelah ia tidak terlihat. Korban ditemukan terkapar, telah meninggal, kemudian dibawa dari lokasi dan dimakamkan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Fikri, umur 51 tahun, pergi memadamkan api di kebun karetnya di OKI bersama teman-temannya. Asapnya sangat tebal dan api besar. Fikri diduga menghirup banyak asap lalu pingsan. Teman-temannya mencari dan menemukan Fikri sudah meninggal. Ia juga punya sakit jantung dan sudah dimakamkan di desanya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Ogan Komering Ilir, IDN Times -‎ Usaha Fikri alias Kelik (51) memadamkan api di kebunnya berakhir memilukan. Warga Desa Tulung Selapan Ulu, Kecamatan Tulung Selapan, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumsel ini ditemukan meninggal dunia saat ikut memadamkan kebakaran lahan di kebun karet miliknya, Sabtu 3 Oktober 2026, sekitar pukul 14.30 WIB

Peristiwa tersebut dibenarkan oleh Plt. Sekcam Tulung Selapan, Efran Yosef. Efran mengatakan Fikri meninggal dunia di kebun miliknya yang berada di kawasan lahan Kebun Bunca, Desa Pulau Beruang, Kecamatan Tulung Selapan.

Efran menyebut, Fikri diduga terlalu banyak menghirup asap karhutla saat memadamkan api, sehingga menyebabkan korban kehilangan kesadaran.

"Saat itu korban sedang memadamkan kebun karet miliknya. Korban pingsan di lokasi dan akhirnya meninggal dunia," ujarnya, Minggu (4/10/2026).

1. Sebelum kejadian, korban mendapatkan informasi bahwa kebun miliknya terbakar

Korban Fikri ditemukan meninggal dunia saat memadamkan api di kebunnya. (Dok. IDN Times)

Sebelum kejadian, korban mendapatkan informasi bahwa kebun miliknya terbakar. Mendapat kabar tersebut, korban bersama temannya mendatangi kebun tersebut dengan niat memadamkan api.

Namun, saat tiba di lokasi, api sudah membesar dan membakar kebun miliknya. Saat itu juga, lahan perkebunan Fikri dipenuhi kepulan asap yang membuat Fikri dan teman-temannya sulit melihat dan bernapas di area lahan.

"Korban sempat melakukan pemadaman. Di lokasi itu, diduga korban menghirup asap pekat yang tebal dan ditambah kelelahan sehingga membuat korban pingsan," ucap Sekcam.

2. Pada saat kejadian tidak ada yang melihat korban pingsan di TKP

ilustrasi api (pixabay.com/Ronald Plett)

Efran menambahkan, pada saat itu tidak ada satu pun teman korban yang melihat Fikri jatuh pingsan di lokasi kejadian. Sehingga Fikri tergeletak sendirian di lokasi lahan terbakar dan penuh kepulan asap. Teman-teman Fikri langsung menyadari bahwa Fikri tak kunjung kelihatan dan langsung mencari korban di tengah lahan terbakar.

"Korban ditemukan teman-temannya terkapar dan mengalami luka bakar pada bagian tubuhnya. Saat itu korban telah meninggal dunia dan langsung dibawa menjauh dari lokasi kebakaran," jelas Efran.

3. Korban memiliki riwayat penyakit jantung dan asam lambung

ilustrasi sakit jantung(pexels.com/Towfiqu barbhuiya)

Sementara itu, keluarga korban menduga korban meninggal dunia tidak hanya karena menghirup asap karhutla saja, melainkan juga karena kelelahan fisik. Korban yang sehari-hari bekerja sebagai mandor alat berat di PT RIKKI itu memiliki riwayat penyakit jantung dan asam lambung.

"Dari keterangan istrinya, korban memang memiliki riwayat penyakit jantung. Korban juga telah dimakamkan di Desa Tulung Selapan Ulu," jelas Efran.

Curated For You

Editorial Team

Related Article