Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Tabung Oksigen untuk Pasien ISPA di Puskesmas Palembang Masih Terbatas
Ilustrasi tabung oksigen (IDN Times/Larasati Re)
  • Pemkot Palembang menginstruksikan puskesmas melayani pasien ISPA dan menyediakan oksigen, di tengah asap karhutla yang membahayakan kesehatan warga.

  • Sejumlah puskesmas masih memiliki tabung oksigen terbatas, tanpa ruang rawat inap atau unit darurat; salah satunya hanya menyediakan dua tabung untuk penggunaan di fasilitas.

  • Pasien dengan saturasi rendah disarankan langsung ke rumah sakit karena peralatan lebih lengkap; enam puskesmas ditetapkan memberi layanan 24 jam.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Ketersediaan tabung oksigen untuk pasien ISPA di sejumlah puskesmas Palembang terbatas, sementara beberapa puskesmas tidak memiliki ruang rawat inap maupun unit darurat.
  • Who?
    Pemerintah Kota Palembang, Gubernur Sumsel Herman Deru, Wali Kota Palembang Ratu Dewa, pegawai puskesmas IS dan AL, serta pasien ISPA terdampak kondisi tersebut.
  • Where?
    Sejumlah puskesmas di Palembang, termasuk Kecamatan Ilir Timur I dan Kertapati. Puskesmas yang diwajibkan melayani 24 jam mencakup Pembina, Alang-alang Lebar, Sukarame, Sei Selincah, Basuki Rahmat, dan Sematang Borang.
  • When?
    Kondisi keterbatasan tabung oksigen disampaikan pegawai puskesmas pada Senin, 5 Oktober 2026, di tengah asap akibat kebakaran hutan dan lahan di wilayah tersebut.
  • Why?
    Fasilitas kesehatan diminta melayani pasien ISPA dan menyediakan oksigen karena asap karhutla membahayakan kesehatan masyarakat. Keterbatasan terjadi karena persediaan di beberapa puskesmas hanya sedikit dan fasilitas darurat belum tersedia.
  • How?
    Tabung oksigen digunakan hanya di puskesmas dan tidak dapat dipinjam. Pasien dengan saturasi rendah atau sesak berat diarahkan segera ke unit gawat darurat rumah sakit yang memiliki peralatan lebih lengkap.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Di Palembang, banyak orang batuk dan susah napas karena asap. Puskesmas diminta menolong mereka dan memberi oksigen gratis. Tapi beberapa puskesmas cuma punya sedikit tabung oksigen, bahkan hanya dua. Ada yang tidak punya tempat darurat atau kamar menginap. Kalau napas sangat susah, pasien diminta cepat pergi ke rumah sakit.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Di tengah keterbatasan fasilitas, pemerintah daerah telah mengarahkan puskesmas untuk menerima pasien ISPA dan menyediakan layanan gratis, dengan sejumlah puskesmas disiagakan 24 jam. Penggunaan oksigen di fasilitas kesehatan serta rujukan cepat ke rumah sakit bagi kondisi berat menunjukkan upaya menjaga pasien memperoleh penanganan sesuai kebutuhan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Palembang, IDN Times - Pemerintah Kota Palembang telah menginstruksikan agar fasilitas layanan kesehatan (fasyankes) dan puskesmas di tiap kecamatan menerima serta melayani pasien Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), termasuk memberikan fasilitas tabung oksigen di fasyankes bagi pasien yang merasa sesak napas.

Namun, pantauan IDN Times, fasilitas tabung oksigen di beberapa puskesmas masih terbatas dan tidak tersedia ruang rawat inap maupun tempat darurat bagi pasien.

1. Tabung oksigen tidak bisa dipinjam ke luar fasyankes

ilustrasi tabung oksigen (freepik.com/freepik)

Menurut IS, salah satu pegawai puskesmas di Kecamatan Ilir Timur I, persediaan tabung gas hanya 2 unit dan penggunaan tabung gas hanya diperbolehkan di fasyankes.

"Tabung tidak bisa dipinjam, hanya digunakan di puskesmas. Khawatir kalau ada pasien darurat," ujarnya, Senin (5/10/2026).

2. Pelayanan terbatas untuk fasyankes tanpa ruang rawat inap

Ilustrasi cek tekanan darah petugas kesehatan Puskesmas Padang Pasir sedang memeriksa tekanan darah pasien. IDN Times/Andri NH

Sementara membahas soal instruksi pemerintah daerah yang meminta agar layanan kesehatan siaga 24 jam, IS menyebut, puskesmas yang memiliki ruang rawat inap menjadi prioritas pelayanan kesehatan.

"Kalau puskesmas yang belum ada unit darurat dan ruang rawat inap, pelayanan ada jamnya. Setahu saya juga yang lokasi puskesmasnya di kawasan banyak asap jika melihat surat edaran," kata dia.

3. Puskesmas sarankan untuk langsung ke UGD RS

Ilustrasi anak menderita ISPA. ANTARA FOTO/FB Anggoro

Berbeda dengan IS, menurut AL, pegawai puskesmas di daerah Kertapati menyampaikan, puskesmas tempat dirinya bekerja memang menyediakan layanan tabung oksigen bagi pasien sesak napas. Namun, kata dia, bagi pasien dengan saturasi yang sudah rendah, lebih baik langsung ke rumah sakit agar penanganan lebih cepat.

"Alat medis dan deteksi pernapasan di rumah sakit lebih lengkap. Kalau memang napas sudah sangat susah, mending langsung ke UGD rumah sakit," ujarnya.

4. Ada 6 puskesmas Palembang diminta siaga 24 jam

Ilustrasi proses Cek Kesehatan Gratis di Puskesmas Glugur Kota, Medan (IDN Times/Doni Hermawan)

Sebelumnya diketahui, Gubernur Sumsel Herman Deru dan Wali Kota Palembang Ratu Dewa telah menginstruksikan melalui surat edaran agar tiap fasyankes pertama seperti puskesmas memberikan layanan gratis terhadap pasien ISPA, terlebih dalam kondisi wilayah dikepung asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang membahayakan kesehatan masyarakat.

Sementara ini, puskesmas di Palembang yang disebut harus melayani masyarakat selama 24 jam, yakni Puskesmas Pembina, Alang-alang Lebar, Sukarame, Sei Selincah, Basuki Rahmat, dan Sematang Borang. Sementara di puskesmas lainnya masih terbatas karena fasilitas yang belum lengkap.

Curated For You

Editorial Team

Related Article