Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Revitalisasi Sungai Bendung Palembang Dimulai Oktober 2026
Wali Kota Palembang, Ratu Dewa (IDN Times/Dok. Kominfo Palembang)
  • Revitalisasi fisik Sungai Bendung Palembang dijadwalkan mulai Oktober 2026, menunggu finalisasi kontrak BBWS Sumatera VIII yang sedang diproses di Kementerian PUPR.

  • Tahap awal mencakup pengerukan dan perluasan Kolam Retensi Simpang Polda, termasuk pembongkaran eks kantor DPMPTS; penanganan bangunan warga di sempadan sungai dilakukan bertahap dan humanis.

  • Proyek sepanjang 5,4 kilometer hingga akhir 2027 bernilai Rp425 miliar dari World Bank, terintegrasi dengan anak sungai dan empat kolam retensi untuk mengurangi banjir.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Senin (28/9/2026)

Ratu Dewa menyatakan revitalisasi Sungai Bendung masih menunggu penyelesaian tanda tangan kontrak dengan BBWS.

minggu ini

Penyelesaian administrasi kontrak diharapkan rampung.

Minggu depannya lagi

Kolam Retensi Simpang Polda akan dikeruk dan diperlebar, termasuk pembongkaran eks kantor DPMPTS milik Pemprov Sumsel.

Oktober 2026

Pengerjaan fisik revitalisasi Sungai Bendung di Palembang mulai dilakukan oleh BBWS Sumatera VIII.

akhir 2027

Revitalisasi Sungai Bendung sepanjang 5,4 kilometer ditargetkan selesai.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Revitalisasi Sungai Bendung di Palembang akan dimulai dengan pengerukan dan perluasan Kolam Retensi Simpang Polda untuk pengendalian banjir serta peningkatan kawasan sungai.
  • Who?
    BBWS Sumatera VIII akan mengerjakan proyek awal; Wali Kota Palembang Ratu Dewa, Wakil Wali Kota, dan Dinas PUPR mengawal persiapan administrasi.
  • Where?
    Proyek mencakup Sungai Bendung sepanjang 5,4 kilometer di Kecamatan Ilir Timur I, Ilir Timur III, dan Kemuning, termasuk Kolam Retensi Polda, IBA, Seduduk Putih, serta Talang Aman.
  • When?
    Pengerjaan fisik dijadwalkan mulai Oktober 2026 setelah kontrak selesai. Proyek ditargetkan rampung pada akhir 2027 dan berlangsung sekitar dua tahun.
  • Why?
    Revitalisasi ditujukan mengendalikan banjir dan mengurangi genangan melalui peningkatan kapasitas penampungan air, normalisasi sungai, perkuatan tebing, serta peningkatan kapasitas pompa.
  • How?
    Setelah penandatanganan kontrak, kolam akan dikeruk dan diperlebar, termasuk pembongkaran eks kantor DPMPTS. Penanganan bangunan warga di sempadan sungai dilakukan bertahap dan humanis.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Sungai Bendung di Palembang akan dibenahi mulai Oktober 2026. Pakai alat untuk mengeruk dan membesarkan kolam air di Simpang Polda supaya banjir berkurang. Wali Kota Ratu Dewa bilang kontraknya masih menunggu tanda tangan. Pekerjaan sepanjang 5,4 kilometer diharapkan selesai akhir 2027.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Revitalisasi Sungai Bendung menunjukkan langkah terarah untuk memperkuat pengendalian banjir sekaligus menata kualitas kawasan di sekitarnya. Dengan pengerukan, perluasan kolam retensi, penguatan tebing, dan peningkatan pompa air yang terintegrasi, proyek ini menempatkan kapasitas penampungan air sebagai fokus utama, sementara penanganan bangunan warga direncanakan bertahap dan humanis.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Palembang, IDN Times - Revitalisasi pengerjaan fisik Sungai Bendung di Palembang mulai dikerjakan pada Oktober 2026. Dalam tahap awal, proyek tersebut akan dikerjakan oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatera VIII.

"Revitalisasi akan difokuskan pada pengerukan dan perluasan Kolam Retensi Simpang Polda sebagai salah satu penampung air utama untuk pengendalian banjir," kata Wali Kota Palembang Ratu Dewa, Senin (28/9/2026).

1. Proses revitalisasi tunggu penyelesaian tanda tangan kontrak BBWS

Perairan Sungai Musi Palembang saat kabut asap. (IDN Times/Hafidz Trijatnika)

Proses revitalisasi tersebut, tidak hanya berfokus pada pengendalian banjir, tetapi juga meningkatkan kualitas kawasan di sepanjang Sungai Bendung. Kabar terkini, proses revitalisasi tinggal menunggu penyelesaian tanda tangan kontrak dengan pihak BBWS.

"Saya sudah minta wakil wali kota dan Kepala Dinas PUPR untuk mengecek. Saat ini, posisinya sudah di Sekretariat Jenderal PUPR. Semoga minggu ini selesai," ujarnya.

Dewa memastikan, jika proses administrasi sudah selesai, maka pengerjaan fisik di Kolam Retensi Simpang Polda sebagai tulang punggung penampungan air, terutama saat musim hujan berlangsung, segera dikerjakan.

"Minggu depannya lagi setelah kontrak itu kolam dikeruk untuk diperlebar, meliputi pembongkaran aset Pemerintah Provinsi Sumsel berupa eks kantor DPMPTS," jelas dia.

2. Revitalisasi upaya penanganan banjir

Wali Kota Palembang Ratu Dewa (IDN Times/Dok. Kominfo Palembang)

Sementara, untuk aset sosial berupa bangunan warga di kawasan sempadan sungai akan dilakukan secara bertahap. Ratu Dewa mengatakan hal ini sudah dikoordinasikan dengan sekretaris daerah untuk dituntaskan secara perlahan dan humanis.

Diketahui, Revitalisasi Sungai Bendung mencakup wilayah Kecamatan Ilir Timur I, Ilir Timur III dan Kemuning.

"Proyek revitalisasi ini ditujukan untuk pengendalian banjir, jadi diharapkan semua pihak termasuk masyarakat bisa memberikan dukungan," katanya.

3. Revitalisasi ditarget selesai akhir 2027

Nelayan Sungai Musi Palembang (IDN Times/Rangga Erfizal)

Lebih lanjut, pengerjaan revitalisasi Sungai Bendung sepanjang 5,4 kilometer ditargetkan selesai pada akhir 2027 atau berlangsung selama dua tahun. Proyek ini terintegrasi dengan penanganan anak Sungai Seduduk dan Sungai Polda serta revitalisasi empat kolam retensi. Yakni, Kolam Retensi Polda, IBA, Seduduk Putih dan Talang Aman.

Secara keseluruhan, proyek pengendalian banjir Sub DAS Sungai Bendung memiliki nilai investasi Rp425 miliar dari World Bank. Program itu meliputi normalisasi sungai, pembangunan dan optimalisasi kolam retensi, perkuatan tebing sungai, serta peningkatan kapasitas pompa air sebagai upaya mengurangi genangan di sejumlah kawasan.

Curated For You

Editorial Team

Related Article