Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Penyebab Langit Palembang Berubah Kuning, Pengaruh Kabut Asap?
Kondisi langit di Kota Palembang, Selasa 6 Oktober 2026 (IDN Times/Rangga Erfizal)
  • Langit Palembang menguning pada 6 Oktober 2026 akibat asap tebal karhutla yang menyerap dan menghamburkan cahaya matahari di atmosfer.

  • Konsentrasi PM2.5 tercatat 290 mikrogram per meter kubik pukul 15.00 WIB, lalu 248 pada 16.00 WIB; ketinggian lapisan asap turut memengaruhi warna langit.

  • Nilai AOD tinggi menunjukkan lapisan asap vertikal tebal; kondisi langit kuning dapat bertahan tanpa angin kencang, sementara asap tetap muncul jika sumbernya ada.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Palembang, IDN Times - Langit Kota Palembang, Sumatra Selatan, berubah warna menjadi kekuningan pada Selasa (6/10/2026) siang hingga sore. Kondisi ini terjadi akibat asap tebal yang memengaruhi perjalanan cahaya matahari di atmosfer.

Kepala Stasiun Klimatologis Kelas I Sumsel, Wandayantolis, mengatakan asap tebal dari kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) membuat cahaya matahari mengalami penghamburan sebelum mencapai permukaan.

"Itu karena asap tebal yang menghamburkan cahaya matahari," ungkap Wandayantolis kepada IDN Times.

1. Banyak faktor dapat merubah warna langit

Kondisi langit di Kota Palembang, Selasa 6 Oktober 2026 (IDN Times/Rangga Erfizal)

Berdasarkan data yang dipantau, konsentrasi PM2.5 di Palembang pada pukul 15.00 WIB berada di kisaran 290 mikrogram per meter kubik. Angka tersebut kemudian turun menjadi 248 mikrogram per meter kubik pada pukul 16.00 WIB.

Namun, Wandayantolis mengatakan perubahan warna langit tidak hanya ditentukan oleh tingginya konsentrasi PM2.5 di permukaan. Ketinggian lapisan asap secara vertikal juga menjadi faktor yang memengaruhi kondisi tersebut.

"Bisa jadi datanya tidak tinggi-tinggi amat, tapi ketinggian lapisan asap secara vertikal cukup tinggi," katanya.

Menurutnya, ketika lapisan asap secara vertikal cukup tinggi, cahaya matahari harus melewati lapisan atmosfer yang lebih panjang sebelum mencapai permukaan.

"Sehingga cahaya matahari melintasi jarak lapisan yang cukup tinggi, lalu mengalami penyerapan dan penghamburan oleh partikel asap," ujarnya.

2. AOD tinggi, lapisan asap tebal

Kondisi langit di Kota Palembang, Selasa 6 Oktober 2026 (IDN Times/Rangga Erfizal)

Wandayantolis menjelaskan, kondisi tersebut berkaitan dengan aerosol optical depth (AOD), yang menggambarkan kondisi aerosol atau partikel di sepanjang kolom atmosfer. "Istilahnya aerosol optical depth (AOD)," katanya.

Menurut dia, data terbaru menunjukkan nilai AOD di wilayah tersebut cukup tinggi. Kondisi itu mengindikasikan lapisan asap secara vertikal juga cukup tinggi.

"Data terbaru, AOD tinggi artinya jarak vertikal asap juga tinggi," jelasnya.

Tingginya lapisan asap tersebut turut menjelaskan mengapa perubahan warna langit terlihat jelas pada siang hingga sore hari.

3. Langit kuning diperkirakan bertahan

Demonstrasi mahasiswa di Palembang menuntut keseriusan pemerintah dalam penanganan karhutla (IDN Times/Rangga Erfizal)

Wandayantolis mengatakan, kondisi tersebut diperkirakan masih dapat bertahan apabila tidak terjadi perubahan kondisi angin yang cukup signifikan.

"Melihat kondisi AOD yang tinggi diperkirakan kondisi ini akan bertahan kecuali jika angin cukup kencang," katanya.

Angin yang cukup kencang dapat membantu menyebarkan atau mengencerkan konsentrasi asap di atmosfer.

"Maka bisa menyebarkan asap atau mengencerkan asap," ujarnya.

Namun, kondisi tersebut tidak serta-merta menghilangkan asap apabila sumber asap masih ada.

"Tapi selama sumbernya masih ada, asap akan tetap datang lagi," ucap Wandayantolis.

Curated For You

Editorial Team

Related Article