Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kualitas Udara Palembang Berbahaya, Sekolah Kembali Terapkan PJJ
Dua kakak beradik Agni (10) dan Alda (7) siswa SDIT Nurul Ilmi Banyuasin saat Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Disdik Banyuasin memberlakukan PJJ akibat kabut asap sejak 21-26 September 2026. (IDN Times/Hafidz Trijatnika)
  • Kualitas udara Palembang masuk kategori sangat berbahaya, dengan ISPU mencapai 433 dan konsentrasi PM2.5 di Stasiun Musi 2 tercatat 903,6 mikrogram per meter kubik.

  • Sejumlah sekolah kembali menerapkan pembelajaran jarak jauh; siswa SD Negeri 159 Palembang menyebut kegiatan daring dimulai lagi, jam masuk diundur, dan upacara ditiadakan.

  • BMKG mengingatkan warga memakai masker serta kacamata saat harus keluar rumah, sementara Wali Kota meminta sekolah memprioritaskan kesehatan anak dalam mempertimbangkan PJJ.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
30 September 2026

Wali Kota Palembang Ratu Dewa meminta sekolah mengevaluasi dan mempertimbangkan penerapan PJJ berkelanjutan karena ISPU mencapai 433, kategori sangat berbahaya.

Seminggu kemarin

Sejumlah siswa sempat kembali belajar di sekolah.

4 Oktober 2026

Konsentrasi PM2.5 di Stasiun Musi 2 sekitar pukul 05.00 WIB mencapai 903,6 μg/m³, menempatkan Palembang pada kategori sangat berbahaya.

Minggu (4/10/2026)

Siswa SD Negeri 159 Palembang menyatakan sekolah akan kembali belajar daring, masuk lebih siang, dan tanpa upacara.

mulai besok (Senin)

Sejumlah sekolah kembali menerapkan PJJ akibat kondisi udara yang tidak sehat.

kini

Kualitas udara Kota Palembang berada pada level sangat berbahaya dengan ISPU berwarna hitam.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Kualitas udara Palembang berada pada kategori sangat berbahaya, ditandai ISPU hitam. Sejumlah sekolah kembali menerapkan pembelajaran jarak jauh.
  • Who?
    Siswa SD Negeri 159 Palembang, sekolah-sekolah di Palembang, BMKG, Kepala Stasiun Klimatologi Sumatra Selatan Wandayantolis, dan Wali Kota Palembang Ratu Dewa terlibat dalam situasi ini.
  • Where?
    Kondisi terjadi di Kota Palembang, Sumatra Selatan. Pengukuran PM2.5 tertinggi tercatat di Stasiun Musi 2.
  • When?
    PM2.5 tertinggi tercatat pada 4 Oktober 2026 sekitar pukul 05.00 WIB. Sejumlah siswa dijadwalkan kembali belajar daring mulai Senin setelah tanggal tersebut.
  • Why?
    PJJ diterapkan kembali karena kualitas udara masih sangat tidak sehat dan berisiko mengganggu saluran pernapasan, terutama bagi anak-anak.
  • How?
    Konsentrasi PM2.5 di Stasiun Musi 2 mencapai 903,6 μg/m³. Sekolah menerapkan belajar daring, masuk siang, dan tidak mengadakan upacara; warga diminta memakai masker serta kacamata bila keluar rumah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Udara di Palembang jadi hitam dan sangat tidak sehat. Banyak asap kecil di udara bisa bikin orang susah bernapas. Anak-anak di beberapa sekolah belajar dari rumah lagi mulai Senin. Afif dari SD Negeri 159 juga belajar daring. Pak Wandayantolis bilang kalau harus keluar, pakai masker dan kacamata. Wali Kota Ratu Dewa minta kesehatan anak-anak dijaga.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Penerapan kembali pembelajaran jarak jauh menunjukkan perhatian sekolah dan pemerintah kota terhadap perlindungan kesehatan anak-anak saat kualitas udara berada pada tingkat sangat berbahaya. Kebijakan ini juga dipertimbangkan bersama berbagai pihak pendidikan dan keluarga, sementara imbauan penggunaan masker serta kacamata memberi langkah perlindungan bagi warga yang harus beraktivitas di luar rumah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Palembang, IDN Times - Kualitas udara di Kota Palembang kini berada pada level berbahaya. Berdasarkan nilai Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU), kondisi Bumi Sriwijaya berwarna hitam atau sangat tidak sehat. Melihat kondisi tersebut, sejumlah sekolah kembali menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

"Seminggu kemarin sempat belajar di sekolah, mulai besok (Senin) kami belajar daring lagi. Terus masuknya siangan dan gak ada upacara," ujar siswa SD Negeri 159 Palembang, Afif, Minggu (4/10/2026).

1. Polutan udara PM 2.5 di Palembang masuk angka tertinggi

Indeks polutan partikulat meter 2.5 (PM 2.5) di Stasiun Musi 2 Palembang, Minggu (4/10/2026). (BMKG)

Diketahui dari data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), konsentrasi partikulat halus PM2.5 di Stasiun Musi 2 pada 4 Oktober 2026 sekitar pukul 05.00 WIB tercatat tertinggi, yakni mencapai 903,6 mikrogram per meter kubik (μg/m³) pada pukul 05.00.

Berdasarkan angka itu, Palembang berada dalam kategori sangat berbahaya bagi kesehatan dan berisiko terhadap keadaan pernapasan serta memicu gangguan pada saluran pernapasan.

2. Imbau warga agar mengenakan masker saat ke luar rumah

Kabut asap yang menyelimuti kota Palembang (IDN Times/Rangga Erfizal)

Menurut Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumatra Selatan, Wandayantolis, adanya penurunan kualitas udara ini mengharuskan masyarakat makin berhati-hati jika ke luar rumah dengan mengenakan perlindungan diri sebagai langkah antisipasi terhadap risiko kesehatan.

"Jika terpaksa harus ke luar rumah, sebaiknya melindungi diri dengan masker dan kacamata," kata dia.

3. Ingatkan sekolah soal prioritas kesehatan siswa

Wali Kota Palembang Ratu Dewa (IDN Times/Feny Maulia Agustin)

Sebelumnya, Wali Kota Palembang Ratu Dewa pada 30 September 2026 juga menegaskan, agar tiap sekolah mengevaluasi kebijakan PJJ terhadap siswa sekolah saat kondisi udara dalam status tidak sehat dan berbahaya.

Dewa mengatakan, berdasarkan kondisi udara yang belum masuk kategori sehat, sebaiknya sekolah dan stakeholder terkait kembali mempertimbangkan agar PJJ diterapkan secara berlanjut.

Apalagi, katanya, Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) Palembang sudah berada pada angka 433 atau masuk kategori sangat berbahaya. Namun, jelas dia, keputusan pelaksanaan pembelajaran harus mempertimbangkan berbagai aspek, termasuk permintaan dari instansi pendidikan, guru, wali murid, orang tua, dan siswa.

"Kalau ISPU sangat buruk seperti ini, kesehatan anak-anak harus jadi prioritas utama. Saya harap kepala sekolah dan stakeholder terkait kembali mempertimbangkan untuk dilakukan PJJ," jelasnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article