Karangan bunga ucapan duka untuk Hardiansyah, warga Palembang yang meninggal usai mengeluhkan sesak napas. Hardiansyah diketahui memiliki riwayat penyakit asma.
Rika menjelaskan, sang suami sempat mengeluh sesak napas pada 15 September 2026. Namun, seiring waktu, sesak napas itu menghilang dan almarhum kembali beraktivitas seperti biasa.
“Memang Bapak ada riwayat asma. Sempat kambuh parah tanggal 15 September, tapi waktu itu tidak sempat ke dokter karena langsung membaik setelah diberi obat," ujar Rika.
Seiring memburuknya kualitas udara di Palembang, Hardiansyah kembali mengalami sesak napas saat kondisi udara Palembang kembali memburuk pada Jumat, 2 Oktober 2026.
Hari itu, Hardiansyah kembali mengeluh mengalami sesak napas. Keluarga tak sempat memberikan pertolongan pertama, karena semua panik dan segera membawa korban ke Rumah Sakit BARI Palembang.
“Biasanya kalau kumat kami nebu. Kemarin sempat pakai nebu juga, tapi saat kondisi terakhir itu sudah panik, jadi langsung dibawa ke rumah sakit,” katanya.
Rika mengatakan, keluarganya juga merasakan kondisi asap yang cukup tebal di sekitar rumah. Rumah yang ditempati almarhum disebut tidak memiliki plafon di sebagian besar bagian rumah, sehingga asap lebih mudah masuk.
“Memang asap itu tebal nian, karena rumah tidak ada plafon, cuma kamar saja yang ada plafon,” ujarnya.