Kebakaran Muara Medak Belum Padam, 353 Personel Gabungan Dikerahkan

Karhutla di Desa Muara Medak, Musi Banyuasin, belum sepenuhnya padam setelah penanganan hampir tiga pekan sejak 15 September 2026, dengan 353 personel gabungan dikerahkan.
Tim memakai pompa, ratusan selang, 57 ekskavator, dan motor grader untuk membuka akses serta membangun sekat bakar sekitar 10 kilometer guna menahan penjalaran api.
Tiga helikopter mencatat 345 sorti water bombing pada 27 September-4 Oktober; sumber kebakaran masih ditelusuri, sementara 5.800 hektare merupakan cakupan penanganan, bukan luas lahan terbakar.
Musi Banyuasin, IDN Times - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Muara Medak, Kecamatan Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatra Selatan, belum sepenuhnya teratasi. Sebanyak 353 personel gabungan masih dikerahkan untuk memadamkan api sekaligus mencegah kebakaran meluas.
"Upaya pencegahan penjalaran api perlu dilakukan secara bersama-sama agar kebakaran dapat dikendalikan dan tidak meluas," kata Kepala KPH Lalan Mendis Amiril, Selasa (6/10/2026).
1. Api sudah hampir satu bulan belum padam

Pemadaman di kawasan Muara Medak (Dok: Tim Satgas Karhutla) Amiril menjelaskan, petugas gabungan dari Manggala Agni, TNI, Polri RPK, hingga Kelompok Masyarakat Peduli Api (KMPA) dan KHP Lalan Mendis serta perusahaan di sekitar lokasi kebakaran masih berjibaku memadamkan api. Penanganan kebakaran diketahui berlangsung hampir tiga pekan sejak 15 September 2026 lalu.
"Penanganan kebakaran seperti di Muara Medak membutuhkan sinergi berbagai pihak. Dukungan personel, peralatan, pemadaman dari darat maupun udara," jelasnya.
2. Jaga agar api tidak meluas

Kondisi kabut asap di kota Palembang yang tiba-tiba gelap ditutupi polusi kebakaran hutan dan lahan (IDN Times/Rangga Erfizal) Kepala Daerah Operasi (Kadaops) Manggala Agni XV/Muba, Deni Candra Gumelar mengatakan penanganan karhutla di Muara Medak sudah melibatkan banyak pihak sejak kebakaran mulai muncul pada Juli 2026.
"Kita semua pihak sudah bekerja keras dalam upaya penanggulangan karhutla di Muara Medak sejak mulai ada kejadian karhutla di bulan Juli," ujar Deni.
Untuk pemadaman dari darat, tim menggunakan sejumlah pompa dan ratusan rol selang. Alat berat juga dikerahkan untuk membuka akses menuju lokasi serta membantu pembangunan dan penguatan sekat bakar.
Sebanyak 57 ekskavator dan satu motor grader digunakan dalam operasi tersebut. Tim gabungan hingga saat ini telah membuat sekat bakar sepanjang sekitar 10 kilometer dengan lebar hingga 50 meter.
"Sekat tersebut terus dibasahi untuk menjaga kelembapan dan mengurangi kemungkinan api kembali menjalar," jelasnya.
3. Tiga helikopter dikerahkan

Kondisi kabut asap di kota Palembang yang tiba-tiba gelap ditutupi polusi kebakaran hutan dan lahan (IDN Times/Rangga Erfizal) Penanganan dari udara juga dilakukan untuk menjangkau titik yang sulit ditangani dari darat. Tiga helikopter dikerahkan, yakni PK-KII jenis Kamov, PK-ODC jenis B3 dan Mi-171.
Sejak water bombing dimulai pada 27 September hingga 4 Oktober 2026, tercatat 345 sorti penerbangan dilakukan untuk membantu pemadaman.
Komandan Kodim 0401/Musi Banyuasin, Letkol Inf. Dimas Kurniawan meminta masyarakat ikut mencegah munculnya titik api baru selama proses pemadaman masih berlangsung.
"Jangan sampai masih ada asap yang dapat mengganggu semua orang hasil dari perbuatan orang-orang yang tidak bertanggung jawab," jelasnya.
Sementara itu, sumber awal kebakaran hingga Minggu sore masih ditelusuri. Dari pemantauan awal, salah satu area yang terdeteksi terbakar diperkirakan sekitar 0,5 hektare.
Adapun angka sekitar 5.800 hektare yang disebut dalam operasi merupakan cakupan wilayah penanganan. Luasan tersebut mencakup area pemantauan, pemadaman, pengendalian, pembangunan sekat bakar dan pencegahan penjalaran api, bukan luas lahan yang terbakar.
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)


















