Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Jelang Malam, Kualitas Udara 3 Daerah Sumsel Masuk Level Berbahaya
Kondisi ISPU di beberapa wilayah Indonesia pada Kamis (1/10/2026). (Dok. KLHK)
  • Kabupaten PALI menempati peringkat kelima dengan ISPU terparah se-Indonesia. Selanjutnya peringkat 6 ada Palembang wilayah Bukit Kecil dan peringkat ketujuh diduduki posisi Ogan Ilir

  • Pekatnya kabut asap di sore hari membuat aktivitas masyarakat terganggu

  • Bandara Internasional SMB II mencatat adanya gangguan aktivitas penerbangan saat asap tebal menyelimuti wilayah kota pada 1 Oktober 2026

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Tiga wilayah di Sumatra Selatan masuk kategori ISPU berbahaya akibat konsentrasi PM2,5 tinggi, sementara kabut asap mengganggu kesehatan warga, mobilitas, dan penerbangan di Palembang.
  • Who?
    DLHP Sumsel melaporkan kondisi tersebut; warga seperti Budi di Jakabaring terdampak asap; penumpang dan maskapai di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II mengalami gangguan penerbangan.
  • Where?
    Kondisi berbahaya tercatat di Kabupaten PALI, Palembang, dan Ogan Ilir. Tingkat tidak sehat juga terpantau di Prabumulih, Musi Rawas, dan Musi Banyuasin.
  • When?
    Kamis, 1 Oktober 2026. Hingga pukul 18.15 WIB, PALI, Palembang, dan Ogan Ilir berada pada kategori berbahaya. Gangguan penerbangan terjadi pada pagi hari.
  • Why?
    Kabut asap menyebabkan kadar partikel PM2,5 meningkat. PALI mencatat ISPU 328, Palembang 310, dan Ogan Ilir 307. Asap tebal juga menurunkan jarak pandang hingga 500 meter.
  • How?
    Warga mengalami iritasi hidung dan gangguan aktivitas kerja. Di Bandara SMB II, tujuh penerbangan keberangkatan terlambat, dua penerbangan kedatangan gagal mendarat akibat jarak pandang di bawah minimum.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Udara di PALI, Palembang, dan Ogan Ilir jadi sangat berbahaya karena asap. Saat sore, asap makin tebal dan bikin orang susah bekerja. Budi sampai sakit hidung dan izin tiga hari. Pesawat di Palembang juga terlambat. Ada dua pesawat tidak bisa mendarat karena pandangan cuma 500 meter.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Palembang, IDN Times - Kondisi terkini Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) di Sumatra Selatan (Sumsel) makin mengkhawatirkan. Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan (DLHP) Sumsel melaporkan tiga wilayah masuk ke zona hitam ISPU atau kategori berbahaya pada Kamis (1/10/2026).

Ketiga daerah tersebut, yakni Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), memiliki indikator PM2,5 di angka 328. Kemudian, Palembang di angka 310 disusul Kabupaten Ogan Ilir di angka 307.

Tak hanya itu, indikator ISPU beberapa daerah lain menunjukkan angka mengkhawatirkan. Seperti Prabumulih, di angka 226 atau level sangat tidak sehat. Selanjutnya, Musi Rawas PM2,5 di angka 160 dan Musi Banyuasin (Muba) di angka 149 atau level tidak sehat.

1. PALI menempati peringkat kelima dengan ISPU terparah se-Indonesia

Kondisi ISPU di beberapa wilayah Indonesia pada Kamis (1/10/2026). (Dok. KLHK)

Dilansir dari laman https://ispu.kemenlh.go.id, hingga pukul 18.15 WIB, Kabupaten PALI menempati peringkat kelima dengan ISPU terparah se-Indonesia. Selanjutnya, peringkat ke-6 adalah Palembang, wilayah Bukit Kecil, dan peringkat ketujuh diduduki oleh Ogan Ilir.

Kondisi tersebut berubah drastis dari hari yang sama beberapa jam sebelumnya, yakni pukul 06.00 WIB. Pada pagi hari, ISPU Palembang masih di zona merah dengan PM2,5 di angka 284 dan Kabupaten PALI masih di angka 300.

2. Warga keluhkan asap ganggu kesehatan dan mobilitas kerja

Kabut asap di kawasan Keramasan, akses menuju Tol Palembang-Indralaya. (IDN Times/Rangga Erfizal)

Pekatnya kabut asap di sore hari membuat aktivitas masyarakat terganggu. Seperti yang dialami Budi, warga Jakabaring. Mobilitas kerjanya yang harus menggunakan motor untuk keliling toko membuat kondisi kesehatannya sempat drop akibat asap.

"Nggak tentu kapan parahnya (asap). Kadang pagi, terus hari ini sore. Sudah mirip ikan salai, kami ini kena asap terus," ujarnya.

Budi bahkan sempat izin sakit selama tiga hari karena mengalami iritasi di hidung. Menurutnya, masker biasa masih belum bisa menahan serpihan partikel asap yang mencemari udara Palembang.

"Tolong, ini pemerintah. Kami kerja di lapangan, bukan di ruang AC. Kapan kondisi ini berakhir," keluhnya.

3. Asap tebal ganggu penerbangan

Ruang tunggu Bandara SMB II Palembang (IDN Times/Feny Maulia Agustin)

Sebelumnya, Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang mencatat adanya gangguan aktivitas penerbangan saat asap tebal menyelimuti wilayah kota pada 1 Oktober 2026. Terpantau, jarak pandang sempat menyentuh angka 500 meter.

Pantauan IDN Times, dari 12 aktivitas penerbangan keberangkatan dan kedatangan, sebagian besar mengalami keterlambatan akibat jarak pandang (visibility) di bawah minimum akibat kabut asap karhutla. Untuk keberangkatan, tercatat 7 penerbangan mengalami delay. Penerbangan awal yang seharusnya take off pukul 06.20 WIB terpaksa tertunda hingga pukul 07.41 WIB.

Sementara untuk jadwal kedatangan, dua aktivitas penerbangan gagal mendarat di Palembang. Maskapai tujuan SMB II dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta terpaksa kembali ke rute keberangkatan dan maskapai tujuan Palembang-Yogyakarta harus mendarat darurat di Bandara Pekanbaru.

Curated For You

Editorial Team

Related Article