Inflasi Sumsel Diprediksi Naik Jelang Akhir 2026, Harga Ayam Disorot

BPS Sumatra Selatan memprediksi tekanan inflasi meningkat signifikan pada November dan Desember 2026, dipicu momentum Natal dan Tahun Baru.
Harga daging ayam ras menjadi perhatian karena sudah tinggi, seiring banyak bibit ayam mati di lingkungan peternak.
Pasokan beras premium mulai membaik dan harga kemasan 10 kilogram turun; BPS bersama TPID memantau harga serta ketersediaan di ritel.
Palembang, IDN Times - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatra Selatan Moh. Wahyu Yulianto memprediksi bahwa nilai inflasi atau kenaikan harga komoditas pada akhir tahun 2026 akan mengalami lonjakan signifikan. Terlebih lagi, katanya, akan ada momen Natal dan Tahun Baru.
"November-Desember harus diwaspadai. Di bulan Desember biasanya tekanan inflasi itu akan lebih tinggi di akhir tahun karena ada Natal dan Tahun Baru," ujarnya, dikutip Minggu (4/10/2026).
1. Bibit ayam ras yang banyak mati sebabkan harga tinggi

Pedagang ayam di pasar (IDN Times/Feny Maulia Agustin) Dia menyampaikan, salah satu komoditas yang jadi perhatian dan perlu pengawasan pergerakan harga di pasaran adalah ayam potong ras. Sebab harga komoditas tersebut sudah tinggi dan dijual dengan nilai yang tak lagi terkendali.
"Misalkan komoditas daging ayam ras karena bibit yang banyak mati (di lingkungan peternak) sehingga kita lihat juga sekarang daging ayam ras lumayan tinggi harganya," kata Wahyu.
2. BPS cek pergerakan inflasi tiap bulan

Kepala BPS Sumsel Moh. Wahyu Yulianto (Dok. BPS Sumsel) Dirinya menegaskan, capaian inflasi secara year-on-year (yoy) merupakan gambaran perkembangan harga selama satu tahun. Karena itu, pergerakan harga setiap bulan tetap harus dipantau sebagai langkah antisipasi agar kenaikan pada satu bulan dapat dikendalikan pada bulan berikutnya.
“Kita harus melihat inflasi itu pergerakannya setiap bulannya supaya kita menjadi antisipasi ketika bulan ini naik. Misalkan harus diantisipasi supaya bulan depan bagaimana agar kondisi harganya bisa stabil,” katanya.
3. Klaim harga beras premium sudah kembali normal

Beras premium yang murah sulit didapat masyarakat. IDN Times/Debbie Sutrisno Sementara untuk kesediaan beras premium yang sebelumnya mengalami kelangkaan, Wahyu mengklaim, kondisi pasokan mulai membaik. Harga beras premium kemasan 10 kilogram disebut mulai beranjak turun atau kembali normal.
"Kalau sekarang, Insyallah untuk yang premium yang 10 kg itu beranjak turun atau kembali normal. Kita juga sudah dibantu pasokan dari Bulog,” ujarnya.
Wahyu menambahkan, upaya pemantauan harga dan ketersediaan juga dilakukan bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) melalui inspeksi ke sejumlah jaringan ritel, di antaranya Indomaret, Alfamart dan Superindo.
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)




















