Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Harga Beras Bikin Sumsel Inflasi, Meski Nilai September 2026 Turun
Pedagang beras di pasar tradisional. (IDN Times/Larasati Rey)
  • Inflasi tahunan Sumatra Selatan pada September 2026 mencapai 2,55 persen, lebih rendah dari nasional 3,28 persen dan September 2025 yang sebesar 3,44 persen.

  • Beras menjadi penyumbang utama inflasi tahunan Sumsel, bersama minyak goreng, ayam ras, dan BBM. Kelompok makanan, minuman, serta tembakau memberi andil terbesar 0,90 persen.

  • Inflasi bulanan September 2026 tercatat 0,21 persen, dipicu beras, cabai merah, cabai rawit, telur ayam ras, dan pisang; lebih rendah dibandingkan 0,27 persen pada September 2025.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
September 2025

Inflasi Sumsel tercatat 3,44 persen secara tahunan. Inflasi bulanan mencapai 0,27 persen.

September 2026

Inflasi tahunan Sumsel sebesar 2,55 persen, lebih rendah dari inflasi nasional 3,28 persen dan periode sama tahun sebelumnya. Kenaikan harga beras menjadi penyumbang inflasi tahunan tertinggi, bersama minyak goreng, ayam ras, BBM, serta kelompok makanan, minuman, dan tembakau. Inflasi bulanan tercatat 0,21 persen, dengan beras, cabai, telur ayam ras, dan pisang sebagai komoditas penyumbang.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Inflasi tahunan Sumatra Selatan pada September 2026 tercatat 2,55 persen, dengan beras menjadi komoditas penyumbang inflasi tahunan tertinggi.
  • Who?
    Kepala BPS Sumsel Moh Wahyu Yulianto menyampaikan data inflasi Sumatra Selatan; masyarakat Sumsel terdampak perubahan harga beras, minyak goreng, ayam ras, BBM, dan komoditas lainnya.
  • Where?
    Pergerakan inflasi terjadi di Provinsi Sumatra Selatan, dengan keterangan disampaikan di Palembang.
  • When?
    Data mencatat inflasi pada September 2026. Keterangan Kepala BPS Sumsel dikutip pada Jumat, 2 Oktober 2026.
  • Why?
    Kenaikan harga beras menjadi penyumbang tertinggi inflasi tahunan. Minyak goreng, ayam ras, BBM, serta kelompok makanan, minuman, dan tembakau juga memberi andil inflasi.
  • How?
    Inflasi tahunan tercatat 2,55 persen, lebih rendah dari 3,44 persen pada September 2025 dan inflasi nasional 3,28 persen. Inflasi bulanan September 2026 mencapai 0,21 persen.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Harga beras di Sumatra Selatan naik pada September 2026. Ini membuat harga banyak barang ikut bergerak naik. Minyak goreng, ayam, bensin, cabai, telur, dan pisang juga ikut membuatnya naik. Tapi kenaikan harga tahun ini lebih kecil dari tahun lalu. Sekarang inflasi Sumsel 2,55 persen.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Di tengah kenaikan harga beberapa bahan pangan, laju inflasi Sumatra Selatan pada September 2026 menunjukkan perbaikan yang terukur. Inflasi tahunan 2,55 persen berada di bawah angka nasional dan lebih rendah dibandingkan September tahun sebelumnya, sementara inflasi bulanan juga menurun. Data ini menggambarkan tekanan harga yang masih relatif terkendali.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Palembang, IDN Times - Kenaikan harga beras di Sumatra Selatan mendorong pergerakan inflasi di wilayah tersebut pada September 2026. Meski nilai inflasi disebut mengalami penurunan dibandingkan tahun lalu atau secara year-on-year (yoy) pada periode yang sama.

"Inflasi tahunan Sumsel September 2026 lebih rendah dibandingkan periode sama tahun sebelumnya. Tapi, untuk komoditas yang menyumbang inflasi tahunan tertinggi ada dari komoditas beras," ujar Kepala BPS Sumsel Moh Wahyu Yulianto, dikutip Jumat (2/10/2026).

1. BBM termasuk dalam komoditas penyumbang inflasi Sumsel

Ilustrasi SPBU Pertamina. (dok. Pertamina Retail)

Secara tahunan, nilai inflasi Sumsel menyeluruh pada September 2026 berada di angka 2,55 persen dan lebih rendah dibandingkan inflasi nasional di angka 3,28 persen. Sementara itu, dibandingkan dengan nilai tahun lalu, inflasi Sumsel juga lebih rendah. Sebab, berdasarkan catatan, inflasi Sumsel pada September 2025 berada pada angka 3,44 persen.

"Selain beras, masih ada harga minyak goreng, ayam ras dan juga dari harga BBM yang juga menyumbang inflasi Sumsel," katanya.

2. Tembakau juga sumbang inflasi Sumsel

Ketua Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Magetan, Siswanto. IDN Times/Riyanto.

Lebih lanjut, Wahyu merinci bahwa kelompok pengeluaran yang memberikan andil inflasi terbesar juga berasal dari makanan, minuman, dan tembakau sebesar 0,90 persen dengan perubahan harga 2,89 persen. Selanjutnya, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya memberikan andil 0,58 persen dengan inflasi 0,90 persen.

"Serta transportasi sebesar 0,46 persen dengan perubahan harga 3,56 persen," jelas dia.

3. Cabai dan ayam ras sumbang inflasi September 2026

Pedagang cabai di Pasar Kangkung. (IDN Times/Muhaimin)

Wahyu menambahkan, inflasi bulanan Sumsel pada September 2026 tercatat 0,21 persen secara month-to-month (mtm). Angka tersebut lebih rendah dibandingkan dengan inflasi bulanan pada September 2025 yang mencapai 0,27 persen.

Adapun kelompok pengeluaran yang memberikan andil terbesar masih berasal dari makanan, minuman dan tembakau sebesar 0,20 persen, disusul transportasi sebesar 0,02 persen.

“Komoditas spesifiknya yaitu beras, cabai merah, cabai rawit, telur ayam ras dan pisang,” jelasnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article