Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Efek Rumah Kaca Ungkap Alasan Musisi Harus Berani Bereksperimen
Konser Soundrenaline “Sana Sini di Palembang” (IDN Times/Rangga Erfizal)
  • Efek Rumah Kaca membawakan sembilan lagu dengan setlist khusus di Soundrenaline Palembang, memadukan lagu favorit seperti “Cinta Melulu” dengan materi yang belum pernah dimainkan di kota tersebut.
  • Cholil menilai eksperimen penting bagi musisi karena keberanian mencoba karya berbeda dapat membuka pendengar baru, meski tidak selalu langsung memiliki pasar.
  • ERK mengajak musisi Palembang terus berkembang tanpa harus pindah ke kota besar untuk dikenal nasional; mereka juga menyiapkan kolaborasi dengan Majelis Lidah Berduri di Yogyakarta.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Palembang, IDN Times - Efek Rumah Kaca (ERK) membawa setlist khusus saat tampil dalam Soundrenaline “Sana Sini di Palembang” di area CGC ONE, Sabtu (19/9/2026). Band yang digawangi Cholil Mahmud dan kawan-kawan itu membawakan sembilan lagu dalam penampilannya.

Cholil mengatakan sejumlah lagu yang dibawakan menjadi bagian yang paling ditunggu penonton, seperti “Cinta Melulu” dan “Balerina”. Namun, mereka juga memasukkan beberapa lagu yang belum pernah dibawakan di Palembang.

"Kita juga mempertimbangkan lagu yang orang ingin dengar buat acara ini, tetapi ada juga lagu yang belum pernah kita bawakan di Palembang," ungkap Cholil kepada IDN Times, Sabtu (19/8/2026).

1. Akui sudah lama tidak manggung di Palembang

Personel Efek Rumah Kaca (IDN Times/Rangga Erfizal)

Beberapa lagu, di antaranya “Bersemi Sekebun”, berasal dari album Rimpang. Mereka juga membawakan “Matilah Kau Mati”, lagu yang menurut Cholil baru dirilis beberapa bulan terakhir.

Cholil menilai Soundrenaline di Palembang terasa spesial karena sudah cukup lama mereka tidak tampil di kota ini. Ia juga mengapresiasi panggung dan tata suara yang digunakan dalam festival tersebut.

"Soundrenaline di Palembang membuat kita senang, karena sudah lama kita gak main di Palembang. Terus karena panggung, tata suaranya enak, selama festival juga ramai yang kami rasakan," ujarnya.

2. Eksperimen penting untuk para musisi

Konser Soundrenaline “Sana Sini di Palembang” (IDN Times/Rangga Erfizal)

Di luar penampilan, Cholil turut menyoroti pentingnya keberanian musisi dalam melakukan eksperimen. Menurutnya, musisi tidak harus selalu mengikuti genre yang sedang populer atau sudah memiliki pasar.

Ia mengakui eksperimen terkadang membuat musisi khawatir karena karya yang dibuat belum tentu langsung memiliki pendengar. Namun, menurut Cholil, keberanian mencoba sesuatu yang berbeda justru dapat membuka peluang untuk mendapatkan audiens baru.

"Eksperimen itu penting buat mendapatkan pendengar atau bahkan menjadi pionir," katanya.

3. Musisi lokal juga bisa dikenal secara nasional

Konser Soundrenaline “Sana Sini di Palembang”

Menurut Cholil, perkembangan pendengar terhadap karya yang sebelumnya dianggap tidak umum juga membutuhkan waktu. Ia melihat karya yang awalnya memiliki sedikit pendengar dapat berkembang seiring bertambahnya audiens.

Dirinya pun mengajak musisi Palembang untuk terus berkembang mengingat untuk menjadi populer dan dikenal masyarakat, para musisi tidak perlu datang ke kota besar di Pulau Jawa

"Yang saya baca dari perkembangan musik, gak perlu harus ke Jakarta, Bandung, atau Yogyakarta untuk bisa dikenal publik nasional," jelasnya.

4. Penampilan spesial ERK

Konser Soundrenaline “Sana Sini di Palembang” (IDN Times/Rangga Erfizal)

Selain membawa setlist khusus di Palembang, Efek Rumah Kaca juga menyiapkan penampilan spesial di Yogyakarta. Mereka akan berkolaborasi dengan Majelis Lidah Berduri dalam sebuah pertunjukan yang sedang mereka persiapkan melalui sesi latihan bersama.

"Spesialnya, nanti di Jogja kami akan main ERK dan kolaborasi dengan Majelis Lidah Berduri. Ini yang pertama, (dulu) pernah tapi gak seserius ini," ujarnya.

Soundrenaline “Sana Sini di Palembang” tidak hanya menghadirkan musisi yang telah dikenal luas, tetapi juga membuka ruang bagi emerging musicians dan talenta lokal untuk tampil, berkembang, dan berkolaborasi. Festival ini menawarkan pengalaman musik di ruang terbuka dengan konsep garden ambience yang dikelilingi nuansa hijau dan lanskap danau di area CGC ONE.

Adapun musisi yang meramaikan Soundrenaline “Sana Sini di Palembang” di antaranya Efek Rumah Kaca, Fiersa Besari, Kangen Band, HFDZKHR, Nadhif Basalamah, Naykilla, Pee Wee Gaskins, Endah N Rhesa, Seringai, The Cottons, PORIS, Blonde House, Lonelysun, No Exit, Soloverss, Maisonc x Endah N Rhesa, Straight Club, Titinaka, 888, MAISONC, radioshifter x Efek Rumah Kaca, dan radioshifter.

Curated For You

Editorial Team

Related Article