Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Beras Premium 5 Kg Langka di Palembang, Pemprov Sumsel Klaim Stok Aman
Kualitas beras SPHP. (IDN Times/Teri).
  • Pemprov Sumsel mengklaim pasokan dan distribusi pangan, terutama beras, lancar sepanjang 2026 melalui Gerakan Sumsel Mandiri Pangan yang melibatkan berbagai pihak.

  • Warga melaporkan beras premium kemasan 5 kilogram kosong di sejumlah swalayan dan aplikasi sejak akhir Agustus, sementara stok yang tersedia dijual dengan harga lebih tinggi.

  • Perumda Pasar Palembang Jaya dan Bank Indonesia Sumsel menyatakan stok umum masih cukup, sembari menyiapkan intervensi Bulog dan menyoroti penjualan gabah ke luar kota.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Pasokan beras kemasan 5 kilogram, terutama premium, dilaporkan kosong di sejumlah swalayan dan aplikasi belanja digital, sementara harga di beberapa wilayah Palembang meningkat.
  • Who?
    Pemprov Sumsel, Perumda Pasar Palembang Jaya, Bank Indonesia Sumsel, Bulog, petani, pedagang, serta warga Palembang seperti Ria dan Titin terlibat dalam kondisi pasokan beras ini.
  • Where?
    Kondisi ini terjadi di Palembang, termasuk kawasan Sekip, Tanjung Barangan, Pasar Yada Merah Mata, swalayan, minimarket, dan aplikasi belanja digital; pasokan Sumatra Selatan juga menjadi perhatian.
  • When?
    Stok beras 5 kilogram di sejumlah swalayan dilaporkan kosong sekitar sebulan terakhir. Beras premium di aplikasi digital kosong sejak akhir Agustus 2026; peninjauan pasar dilakukan 18 September 2026.
  • Why?
    Menurut Bank Indonesia Sumsel, petani dan pedagang lebih memilih menjual gabah ke luar kota. Warga juga menyebut biaya kemasan lebih mahal, sedangkan harga beras 5 kilogram mengalami kenaikan.
  • How?
    Pemprov Sumsel menggerakkan GSMP dan berkoordinasi dengan pemangku kepentingan. Perumda memantau pasar, sementara Bulog direncanakan melakukan intervensi. Pemerintah meminta masyarakat tidak melakukan panic buying.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Pemerintah Sumsel bilang beras masih cukup dan aman. Tapi beberapa toko di Palembang tidak punya beras premium ukuran 5 kilogram, atau harganya naik. Ria dan Titin melihat hal itu. Pemerintah dan Bulog mau membantu menambah beras. Warga diminta tidak panik membeli banyak-banyak.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Di tengah volatilitas beras kemasan, pemerintah daerah, Perumda Pasar, Bank Indonesia, dan Bulog telah memperkuat koordinasi untuk menjaga pasokan. Peninjauan pasar menunjukkan stok secara umum masih mencukupi, terutama untuk beras SPHP/Beras Kita, sementara GSMP diarahkan sebagai gerakan bersama yang mendorong kemandirian, produktivitas, dan kesejahteraan pangan masyarakat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Palembang, IDN Times - Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan mengklaim, pasokan serta distribusi pangan, khususnya beras berjalan lancar sepanjang 2026. Apalagi, Pemprov gencar menggalakkan Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (GSMP) yang melibatkan stakeholder terkait dan berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

"GSMP bukan hanya program, tapi gerakan bersama. Ke depan, kita harus membangun ekosistem yang lebih besar agar masyarakat makin mandiri dalam pangan, semakin produktif, dan makin sejahtera," ujar Wakil Gubernur Sumsel Cik Ujang, dikutip dalam kegiatan Ngopi Bareng GSMP di Bank Indonesia Sumsel, Jumat (25/9/2026).

Namun fakta di lapangan, keluhan masyarakat terkait stok dan harga beras masih jadi sorotan. Bahkan, ketersediaan beras kini berada dalam kondisi volatilitas atau situasi yang menggambarkan ketidakpastian fluktuasi harga di pasar.

1. Kekosongan beras premium juga berlangsung di marketplace digital

Ilustrasi beras SPHP (Foto: IDN Times)

Pantauan IDN Times, pasokan beras ukuran 5 kilogram di swalayan sudah kosong sejak sebulan terakhir. Menurut Ria, warga Sekip, salah satu minimarket di kawasannya sudah lama tak menjual beras ukuran tersebut, khususnya jenis premium. Alasannya karena biaya kemas lebih mahal ketimbang biaya produktivitas padi.

Tak hanya kata Ria, menurut Titin, warga Tanjung Barangan, stok beras di sekitar perumahannya memang masih tersedia yang ukuran 5 kg. Tetapi katanya, harga jual naik cukup signifikan, sehingga banyak warga memilih membeli beras eceran.

Sedangkan dari pantauan di aplikasi belanja digital, beras premium ukuran 5 kilogram sudah kosong sejak akhir Agustus 2026. Di aplikasi tersebut hanya dijual beras produk pemerintah SPHP yang kini telah berubah nama menjadi Beras Kita.

2. Pemerintah klaim stok beras aman di masyarakat

Ilustrasi beras SPHP. (IDN Times/Teri).

Sementara itu, kata Direktur Utama Perumda Pasar Palembang Jaya, Dedi Siswoyo, pemerintah berupaya mengamankan pasokan beras ukuran 5 kg tak hanya SPHP, melainkan juga beras premium di pasaran.

Dia mengatakan, hal penting untuk menjaga ekosistem pasokan beras tetap aman adalah dengan tidak melakukan panic buying. Ia meminta masyarakat untuk tidak panik menyikapi kelangkaan yang terjadi di sejumlah wilayah.

Dedi pun mengklaim, ketersediaan beras di Sumsel, secara umum masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Hal itu diketahui setelah tim pemantau melakukan tinjauan langsung ke sejumlah pasar.

"Kami memastikan stok beras di pasar-pasar Palembang masih aman. Masyarakat tidak perlu panik dan khawatir terhadap ketersediaan beras," katanya setelah melakukan peninjauan langsung ke Pasar Yada. Merah Mata, Palembang, pada 18 September 2026.

3. Sebut ada permainan pasar menghadapi kondisi pasokan beras

Ilustrasi beras SPHP. (IDN Times/Vadhia Lidyana)

Terpisah, kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumsel, Bambang Pramono, kuantitas beras kemasan yang disebut masih minim di pasaran, terutama untuk ukuran 5 kg, disebabkan oleh petani dan pedagang yang lebih memilih menjual gabah ke luar kota.

Bambang menyebut, Pemprov Sumsel telah berupaya menjaga kuantitas dan stok beras di Palembang. Salah satunya adalah melakukan koordinasi bersama stakeholder terkait, sekaligus melakukan sinkronisasi dengan Gubernur Sumsel Herman Deru.

"Kami juga sudah rapat waktu itu dengan Pak Gubernur dan bersama Bulog. Insyallah Bulog akan melakukan intervensi," kata dia.

Lebih lanjut, Bambang mengklaim pasokan beras di pasaran sebenarnya masih tercukupi terutama untuk kebutuhan SPHP. Namun memang kata dia, ada permainan pasar yang membuat stok disebut sedikit dan tak memenuhi kebutuhan harian masyarakat.

Curated For You

Editorial Team

Related Article