Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Apa yang Terjadi pada Tubuh saat Olahraga di Tengah Kabut Asap?
Kabut asap menyelimuti Palembang, Minggu 23 Agustus 2026. Jembatan Ampera tampak samar dari kejauhan. (IDN Times/Rangga Erfizal)
  • Dinas Kesehatan Palembang mengimbau warga menghindari aktivitas luar ruangan dan kegiatan lapangan berlebih saat kabut asap karena paparan polutan dapat mengganggu kesehatan.

  • Saat berolahraga, kebutuhan oksigen dan frekuensi napas meningkat, sehingga olahraga outdoor di udara berasap membuat tubuh menghirup lebih banyak polutan.

  • Partikel halus PM2.5 dalam asap dapat masuk jauh ke paru-paru, berisiko menurunkan fungsi paru, memicu infeksi saluran pernapasan, dan memperburuk asma.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Olahraga luar ruangan di tengah kabut asap dapat meningkatkan paparan polutan, termasuk partikulat halus PM2.5, yang berisiko mengganggu sistem pernapasan.
  • Who?
    Masyarakat Palembang, terutama orang yang jogging atau bersepeda di luar ruangan, serta penderita asma, berisiko terdampak paparan asap.
  • Where?
    Kota Palembang, yang saat ini mengalami kondisi kabut asap pada musim kemarau.
  • When?
    Saat kabut asap berlangsung, khususnya selama musim kemarau dan ketika aktivitas olahraga dilakukan di luar ruangan.
  • Why?
    Saat berolahraga, kebutuhan oksigen dan frekuensi pernapasan meningkat sehingga lebih banyak udara tercemar serta polutan dapat terhirup tubuh.
  • How?
    Dinas Kesehatan Palembang meminta masyarakat mengurangi aktivitas luar ruangan, menghindari kegiatan lapangan berlebih, dan menggunakan masker untuk mengurangi risiko ISPA.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Di Palembang sedang ada kabut asap. Bu Fenty dari Dinas Kesehatan bilang orang sebaiknya tidak olahraga di luar, seperti lari dan bersepeda. Saat olahraga, kita bernapas lebih cepat. Asap dan kotoran udara bisa masuk ke paru-paru. Ini bisa bikin batuk, sakit napas, dan asma makin parah. Sekarang orang diminta memakai masker.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Di tengah kabut asap, perhatian terhadap cara berolahraga justru dapat memperkuat kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan pernapasan. Informasi dinas kesehatan dan WHO memberi dasar jelas bahwa penyesuaian waktu, lokasi, serta aktivitas fisik dapat membatasi paparan polutan, sementara penggunaan masker disebut sebagai cara efektif untuk membantu terhindar dari ISPA selama musim kemarau.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Palembang, IDN Times - Olahraga menjadi aktivitas penting dalam menjaga stamina dan kesehatan tubuh. Namun, apa dampaknya bila berolahraga saat kondisi kabut asap berlangsung seperti yang sedang terjadi di Kota Palembang sekarang?

Apalagi, jika olahraga yang dilakukan merupakan kegiatan luar ruangan atau outdoor, meliputi jogging dan bersepeda? Berikut IDN Times bagikan ulasannya berdasarkan pernyataan dinas kesehatan.

1. Imbau masyarakat pakai masker

Kabut asap di kawasan Keramasan, akses menuju Tol Palembang-Indralaya. (IDN Times/Rangga Erfizal)

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Palembang, Fenty Aprina, ketika kabut asap, sebaiknya masyarakat tidak melakukan aktivitas luar ruangan dan tidak menjalani kegiatan lapangan berlebihan. Sebab hal tersebut akan berdampak kurang baik bagi tubuh karena meningkatkan paparan polutan.

"Selama musim kemarau ini, masyarakat kami minta untuk menggunakan masker sebagai cara efektif agar terhindar dari penyebaran ISPA, terutama saat musim kemarau," ujarnya.

2. Polutan masuk dalam tubuh jika olahraga saat kabut asap

Kabut asap menyelimuti Palembang, Minggu 23 Agustus 2026. Jembatan Ampera tampak samar dari kejauhan. (IDN Times/Rangga Erfizal)

Berdasarkan informasi dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), olahraga ketika asap pekat sebaiknya dilakukan dengan penyesuaian waktu, lokasi dan aktivitas fisik.

Bila memaksakan diri berolahraga di luar ruangan saat asap berlangsung, dampak utama yang terjadi adalah polutan akan masuk ke dalam tubuh. Karena saat berolahraga, tubuh membutuhkan lebih banyak oksigen.

Jika aktivitas itu dilakukan saat udara tercemar asap karhutla, maka peningkatan frekuensi pernapasan dapat membuat seseorang menghirup lebih banyak udara dari lingkungan. Artinya, paparan terhadap polutan di udara juga dapat meningkat.

3. Fungsi paru akan berkurang ketika partikulat karhutla masuk dalam tubuh

Perairan Sungai Musi Palembang saat kabut asap. (IDN Times/Hafidz Trijatnika)

Secara ilmiah, asap kebakaran mengandung partikel dan berbagai polutan yang dapat mengganggu sistem pernapasan. Salah satu yang perlu diperhatikan adalah partikulat halus PM2.5 yang berukuran sangat kecil sehingga dapat masuk jauh ke dalam paru-paru.

Apabila tubuh terpapar partikulat tersebut dengan konsentrasi tinggi, dapat menyebabkan penurunan fungsi paru, infeksi saluran pernapasan, dan memperburuk asma.

"Ini jadi salah satu yang paling terdampak, terutama pada musim kemarau," kata Fenty.

Curated For You

Editorial Team

Related Article