Pemadaman Karhutla di kawasan Gambut di Desa Kota Bumi, Kecamatan Tanjung Lubuk, Ogan Komering Ilir (OKI) ANTARA FOTO/Nova Wahyudi
Diberitakan sebelumnya, jumlah titik panas atau hotspot di Sumatra Selatan terus melonjak tajam dalam hitungan hari. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumsel melaporkan saat ini hotspot sudah tembus di angka 3.762 titik berdasarkan data Sipongi pada Rabu (7/10/2026) dalam 24 jam terakhir.
Angka tersebut memecahkan rekor lima hari sebelumnya, yakni 3.059 titik pada Jumat (2/9/2026) pukul 05.00 WIB. Dalam tujuh hari terakhir, angka tersebut melampaui catatan tertinggi pada Agustus sekaligus sepanjang 2026. Bahkan, secara akumulatif, jumlah hotspot sepanjang 1 Januari–6 Oktober 2026 menjadi yang tertinggi sejak 2015 dengan mencatat angka 82.213 titik.
Kali ini, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) masih menjadi daerah dengan hotspot terbanyak, yakni 2.197 titik, disusul Musi Banyuasin (Muba) dengan 860 titik. Banyuasin 294 titik, Muara Enim 190 titik, Ogan Ilir 74 titik, Ogan Komering Ulu (OKU) Timur 41 titik, OKU Selatan 27 titik, Musi Rawas Utara 24 titik, Lahat 15 titik, Musi Rawas 14 titik, OKU 11 titik, Empat Lawang 7 titik, PALI 6 titik, Lubuk Linggau dan Prabumulih masing-masing 1 titik.
Tingginya angka hotspot ini bersama dengan banyaknya kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang mencapai 66 kejadian hasil patroli 6 Oktober. Kabupaten OKI masih berada di atas klasemen kejadian Karhutla terbanyak, yakni 22 titik, disusul Banyuasin dengan 12 titik.