Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
12 Lahan Perusahaan di Sumsel Disegel Kementerian LH Terkait Karhutla
Gubernur Sumsel bersama wakil menteri Lingkungan Hidup (LH) Hendropriyono (IDN Times/Rangga Erfizal)
  • KLH menyegel 12 lahan perusahaan di Sumatra Selatan dari total 57 perusahaan nasional terkait dugaan karhutla, sambil mengambil sampel untuk pemeriksaan laboratorium.

  • Hasil laboratorium akan menentukan penanganan administratif, perdata, atau pidana; perkara pidana ditindaklanjuti aparat penegak hukum, sementara denda perdata masih dihitung.

  • Hotspot Sumsel mencapai 3.762 titik dalam 24 jam per 7 Oktober 2026, dengan OKI tertinggi 2.197 titik; patroli juga mencatat 66 kejadian karhutla.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Palembang IDN Times - Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) mengambil langkah tegas terhadap dugaan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di area konsesi perusahaan. Dari 57 perusahaan yang telah disegel secara nasional, 12 di antaranya berada di wilayah Sumatra Selatan (Sumsel).

Wakil Menteri Lingkungan Hidup (Wamen LH), Diaz Faisal Malik Hendropriyono, mengatakan, penyegelan dilakukan sebagai bagian dari penanganan karhutla di lahan korporasi. Selain memasang segel, petugas juga mengambil sejumlah sampel dari lokasi yang kini telah dibawa ke laboratorium.

"Untuk sanksinya nanti kita lihat dulu," ujar Diaz Rabu (7/10/2026).

1. Proses pidana akan ditangani APH

Gubernur Sumsel bersama wakil menteri Lingkungan Hidup (LH) Hendropriyono (IDN Times/Rangga Erfizal)

Menurutnya, hasil pemeriksaan laboratorium nantinya menjadi salah satu dasar untuk menentukan langkah hukum terhadap perusahaan yang lahannya terdampak karhutla. Diaz menyebut proses penanganan terhadap perusahaan tersebut masih berjalan. Karena itu, pihaknya belum dapat memastikan bentuk sanksi yang akan diberikan kepada masing-masing perusahaan.

"Kalau pidana itu akan ditindaklanjuti APH, kalau perdata denda akan kita hitung dulu," jelasnya.

2. Sebanyak 12 perusahaan di Sumsel belum diungkap

Gubernur Sumsel bersama wakil menteri Lingkungan Hidup (LH) Hendropriyono (IDN Times/Rangga Erfizal)

Meski menyebut ada 12 perusahaan di Sumsel yang telah disegel, Diaz belum mengungkap identitas perusahaan-perusahaan tersebut. Saat ditanya mengenai nama perusahaan yang dimaksud, ia mengaku tidak mengingat rinciannya.

"Saya nggak hafal, tapi itu ada 12 (perusahaan)," katanya.

KLH sebelumnya mencatat sebanyak 57 perusahaan telah disegel dalam penanganan karhutla di area korporasi secara nasional. Terhadap lokasi yang disegel, proses pemeriksaan dan pengumpulan bukti masih dilakukan untuk menentukan apakah pelanggaran masuk ranah administratif, perdata, atau pidana.

3.Titik hotspot hari ini tertinggi

Pemadaman Karhutla di kawasan Gambut di Desa Kota Bumi, Kecamatan Tanjung Lubuk, Ogan Komering Ilir (OKI) ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

Diberitakan sebelumnya, jumlah titik panas atau hotspot di Sumatra Selatan terus melonjak tajam dalam hitungan hari. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumsel melaporkan saat ini hotspot sudah tembus di angka 3.762 titik berdasarkan data Sipongi pada Rabu (7/10/2026) dalam 24 jam terakhir.

Angka tersebut memecahkan rekor lima hari sebelumnya, yakni 3.059 titik pada Jumat (2/9/2026) pukul 05.00 WIB. Dalam tujuh hari terakhir, angka tersebut melampaui catatan tertinggi pada Agustus sekaligus sepanjang 2026. Bahkan, secara akumulatif, jumlah hotspot sepanjang 1 Januari–6 Oktober 2026 menjadi yang tertinggi sejak 2015 dengan mencatat angka 82.213 titik.

Kali ini, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) masih menjadi daerah dengan hotspot terbanyak, yakni 2.197 titik, disusul Musi Banyuasin (Muba) dengan 860 titik. Banyuasin 294 titik, Muara Enim 190 titik, Ogan Ilir 74 titik, Ogan Komering Ulu (OKU) Timur 41 titik, OKU Selatan 27 titik, Musi Rawas Utara 24 titik, Lahat 15 titik, Musi Rawas 14 titik, OKU 11 titik, Empat Lawang 7 titik, PALI 6 titik, Lubuk Linggau dan Prabumulih masing-masing 1 titik.

Tingginya angka hotspot ini bersama dengan banyaknya kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang mencapai 66 kejadian hasil patroli 6 Oktober. Kabupaten OKI masih berada di atas klasemen kejadian Karhutla terbanyak, yakni 22 titik, disusul Banyuasin dengan 12 titik.

Curated For You

Editorial Team

Related Article