"Kalau saya sebenarnya sih ya, sampai sekarang tidak ya, karena mungkin saya enjoy-enjoy saja. Terus, aktivitas olahraga masih rutin, saya kira begitu. Tapi banyak yang mengeluh ke saya demikian (sesak napas)," kata Ratu Dewa, saat diwawancarai IDN Times, Senin (5/10/2026).
Wamen LH Minta Maaf Warga Sumsel Hirup Udara Berasap, saat Ramai Kata Enjoy

Wamen LH Diaz Faisal Malik Hendropriyono meminta maaf kepada warga Palembang dan Sumatra Selatan atas kabut asap karhutla yang masih memperburuk kualitas udara.
Diaz menilai masalah udara harus segera ditangani pemerintah pusat dan daerah, serta meminta masyarakat memberi kesempatan agar upaya perbaikan kualitas udara berjalan maksimal.
Wali Kota Palembang Ratu Dewa mengklarifikasi kata “enjoy” bukan berarti senang atas kabut asap, melainkan penekanan agar pemimpin tetap tenang dan fokus saat krisis.
Take a Deeper Reads

Palembang, IDN Times - Wakil Menteri (Wamen) Lingkungan Hidup Diaz Faisal Malik Hendropriyono memohon maaf kepada masyarakat Sumatra Selatan, khususnya Kota Palembang, saat ramai makna 'enjoy' merespons kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
"Aduh, makanya, ya, kami mohon maaf kepada masyarakat Palembang dan semua masyarakat. Ini (kabut asap) bisa terjadi," ujarnya saat melakukan kunjungan kerja di Palembang, Rabu (7/10/2026).
1. Wamen akui kualitas udara Palembang kurang baik

Kabut asap menyelimuti Palembang, Minggu 23 Agustus 2026. Jembatan Ampera tampak samar dari kejauhan. (IDN Times/Rangga Erfizal) Diaz mengaku, setibanya di Kota Pempek, dirinya merasakan kualitas udara yang belum membaik dan persoalan tersebut memang harus segera ditangani oleh pemerintah, termasuk pemerintah daerah.
"Namun, bagaimanapun caranya dan dengan keadaan hari ini, kami harus kerja keras supaya masyarakat bisa menikmati udara yang baik," kata dia.
2. Wamen minta masyarakat beri kesempatan pemerintah

Kabut asap di kawasan Keramasan, akses menuju Tol Palembang-Indralaya. (IDN Times/Rangga Erfizal) Tak hanya meminta maaf, Diaz juga meminta masyarakat memberikan kesempatan kepada pemerintah untuk bekerja lebih maksimal. Ia berharap kondisi udara segera membaik sehingga masyarakat tidak terus terdampak kabut asap.
"Untuk masyarakat, biarkan kami bekerja lebih baik agar udara yang terhirup masyarakat juga lebih baik," jelasnya.
3. Pembahasan makna 'enjoy' di Palembang

Wali Kota Palembang Ratu Dewa (IDN Times/Feny Maulia Agustin) Sebelumnya, makna 'enjoy' ramai diperbincangkan di publik Kota Palembang. Sebab, Wali Kota Palembang Ratu Dewa sempat mengaku masih merasa 'enjoy' ketika kualitas udara buruk hingga menyebabkan sesak napas.
Setelah video pernyataan tersebut beredar, Pemkot Palembang mengeluarkan klarifikasinya. Pemkot Palembang mengklarifikasi bahwa diksi 'enjoy' yang diucapkan Ratu Dewa tidak merujuk pada rasa senang, nyaman, maupun ketidakpedulian terhadap kondisi warga yang tengah berhadapan dengan bencana kabut asap dan lonjakan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
Istilah tersebut diklaim sebagai bentuk penekanan mengenai pentingnya menjaga ketenangan, pengendalian diri, dan fokus seorang kepala daerah ketika memimpin dalam situasi krisis darurat.
Dalam siaran pers resmi tersebut juga, dikatakan bahwa sikap panik dari seorang pemimpin justru berpotensi mengganggu kejernihan berpikir, yang pada akhirnya akan menyulitkan proses pengambilan keputusan. Ia memastikan dirinya sangat memahami sekaligus merasakan keprihatinan atas kesulitan yang tengah mendera warganya akibat persoalan asap dan krisis air bersih.
"Tidak ada kata ‘enjoy’ dalam arti senang atau nyaman ketika warga sedang menderita. Yang saya maksud adalah seorang pemimpin harus tetap tenang dan mampu mengendalikan diri dalam menghadapi krisis. Kalau pemimpin ikut panik, tentu akan lebih sulit mencari solusi dan mengambil keputusan yang tepat. Ketegaran itu bukan berarti tidak peduli, melainkan cara untuk tetap fokus bekerja melindungi masyarakat," tulis Pemkot Palembang dalam siaran persnya yang telah dipublikasikan pada 6 Oktober 2026.


















