Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

43 Perusahaan di Sumsel Diminta Kerahkan Sumber Daya Cegah Karhutla

Kota Palembang
2 min read
43 Perusahaan di Sumsel Diminta Kerahkan Sumber Daya Cegah Karhutla
Gubernur Sumsel bersama wakil menteri Lingkungan Hidup (LH) Hendropriyono (IDN Times/Rangga Erfizal)
  • Sebanyak 43 perusahaan perkebunan dan kehutanan di Sumsel diminta mengerahkan sumber daya untuk mencegah karhutla, terutama di kawasan gambut yang rentan mengering saat kemarau.

  • Upaya pencegahan mencakup pembangunan sekat kanal dan pompa pengambilan air sungai untuk menjaga muka air serta membasahi kanal di konsesi rawan kebakaran.

  • Pemprov Sumsel akan menetapkan lokasi prioritas setelah petunjuk teknis pusat terbit, dengan pendampingan ahli dan Kementerian LH untuk normalisasi kanal serta pembangunan pompa.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Palembang, IDN Times - Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatra Selatan (Sumsel) tidak hanya dibebankan kepada pemerintah. Sebanyak 43 perusahaan perkebunan dan kehutanan diminta ikut mengerahkan sumber daya untuk mencegah kebakaran, terutama di kawasan gambut yang rawan mengering saat musim kemarau.

Wakil Menteri Lingkungan Hidup (LH) Diaz Faisal Malik Hendropriyono mengatakan keterlibatan perusahaan diperlukan untuk memperkuat upaya pencegahan karhutla dari sisi pengelolaan air di kawasan gambut.

"Kita bisa lakukan upaya lain agar Sumsel bisa free dari karhutla, dengan cara meningkatkan tingkat air tanah (pembasahan) yang sekarang mengalami kekeringan. Caranya dengan melakukan sekat kanal, membangun sekat kanal di ekosistem gambut," kata Diaz, Rabu (7/10/2026).

  1. 1. Sebanyak 43 perusahaan diminta terlibat

    Gubernur Sumatera Selatan bersama Wakil Menteri Lingkungan Hidup Hendropriyono dalam agenda resmi.
    Gubernur Sumsel bersama wakil menteri Lingkungan Hidup (LH) Hendropriyono (IDN Times/Rangga Erfizal)

    Diaz mengatakan pemerintah telah mengumpulkan 43 perusahaan yang bergerak di sektor perkebunan dan kehutanan di Sumsel. Mereka akan dilibatkan dalam pembangunan infrastruktur untuk mengendalikan aliran air di kawasan yang dinilai rawan terbakar.

    "Hari ini kita kumpulkan 43 perusahaan untuk sama-sama membangun infrastruktur ini. Untuk menentukan di mana lokasi pompa ini dibangun di sekitar kanal," ujarnya.

  2. 2. Pembuatan kanal difokuskan di konsesi

    Gubernur Sumsel bersama wakil menteri Lingkungan Hidup (LH) Hendropriyono (IDN Times/Rangga Erfizal)
    Gubernur Sumsel bersama wakil menteri Lingkungan Hidup (LH) Hendropriyono (IDN Times/Rangga Erfizal)

    Salah satu upaya yang disiapkan yakni membangun sekat kanal untuk mempertahankan air di kawasan gambut. Selain itu, pompa akan digunakan untuk mengalirkan air dari sungai menuju kanal yang mengalami kekurangan air.

    Diaz menjelaskan, selama ini sebagian air di kawasan gambut mengalir menuju sungai. Dengan sistem tersebut, air diharapkan dapat dikembalikan ke kawasan kanal sehingga kondisi gambut tetap basah.

    "Kanal yang air kurang banyak akan diambil airnya oleh alat semacam water intake dari sungai sekitar. Diambil airnya, dibawa ke kanal daerah konsesi rawan kebakaran," katanya.

  3. 3. Pemprov tunggu petunjuk teknis

    Gubernur Sumatera Selatan bersama Wakil Menteri Lingkungan Hidup Hendropriyono dalam sebuah pertemuan.
    Gubernur Sumsel bersama wakil menteri Lingkungan Hidup (LH) Hendropriyono (IDN Times/Rangga Erfizal)

    Gubernur Sumsel, Herman Deru, mengatakan pemerintah provinsi akan menetapkan wilayah yang menjadi prioritas setelah petunjuk teknis dari pemerintah pusat diterbitkan.

    "Gubernur akan menetapkan lokasi tersebut. Ini pembangunan sekat kanal non-APBN, non-APBD," kata Deru.

    Menurutnya, pembangunan infrastruktur tersebut nantinya dilakukan dengan pendampingan tenaga ahli dan Kementerian LH. Pemprov Sumsel juga akan menentukan kawasan yang membutuhkan normalisasi kanal maupun pembangunan pompa.

    "Saya akan menetapkan wilayah mana yang akan dinormalisasi kanal dan pompa dengan bimbingan ahli dan LH. Ini pencegahan untuk jangka panjang," ujarnya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More